Penelitian ini menggambarkan kesetaraan gender Organisasi Siswa Intra Sekolah di SMAN 1 Carenang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi kesetaraan gender OSIS, serta mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan derajat kepercayaan, triangulasi sumber, dan kepastian. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Teori yang digunakan adalah teori feminisme liberal. Informan yang terlibat berjumlah 9 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesetaraan gender sudah terlihat di SMAN 1 Carenang, hal ini ditunjukan dari kepala sekolah, pembina OSIS, anggota OSIS, dan siswa-siswi yang sudah menyadari pentingnya kesetaraan gender. Pihak sekolah juga memberikan kesempatan yang sama dalam proses pembelajaran dan berbagai aktivitas yang ada di sekolah, seperti memberikan kesempatan yang sama dalam mengikuti dan menjadi ketua OSIS. Anggota OSIS juga diberikan kesempatan yang sama dalam berpendapat. Namun, masih ada anggapan pemimpin identik dengan laki-laki dan pembagian tugas di OSIS yang belum merata. Adapun faktor pendorong kesetaraan gender berupa kesadaran individu, dukungan sekolah, pembinaan yang dilakukan pembina OSIS dan kemajuan ilmu pengetahuan. Sementara faktor penghambat kesetaraan gender berupa kurangnya kesadaran individu, masih ada anggapan pemimpin identik dengan laki-laki, kurangnya edukasi, dan pembagian tugas yang belum merata