p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGROSCIENCE Pro-Stek
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGROSCIENCE

RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP APLIKASI BIOKOMPLEK DAN MEDIA TANAM Angga Adriana Imansyah; Melissa Syamsiah; Yuliani Yuliani; Riza Trihaditia; Widya Sari
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 12, No 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v12i2.2755

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamp.) merupakan satu jenis tanaman yang bermanfaat dan layak untuk dikembangkan sebagai sumber bahan tambahan pangan sehat. Sampai saat ini secara umum teknik budidaya tanaman kelor belum banyak diketahui secara pasti, karena kurangnya pemahaman tentang khasiat dan nilai ekonominya. Teknik budidaya tanaman kelor bisa dilakukan menggunakan stek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi penambahan biokomplek (Tricho G) dan media tanam terhadap pertumbuhan stek tanaman kelor. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober – Nopember 2022 bertempat di Desa Padaluyu Kecamatan Cugenang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial. Faktor pertama yaitu aplikasi penambahan biokomplek (Tricho G)  dengan 4 Taraf : 0g, 25 g, 50 g, dan 75 g per polybag. Faktor kedua dengan 4 taraf yaitu media tanam yang digunakan dengan penambahan pupuk kandang sapi, pupuk kandang domba, urine kelinci dan bokashi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa perlakuan Biokomplek berpengaruh terhadap jumlah tunas dan panjang cabang tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah daun stek kelor.  Jenis Media tidak berpengaruh terhadap jumlah tunas, tetapi berpengaruh terhadap jumlah daun dan panjang cabang stek kelor. Interaksi perlakuan yang paling baik adalah T3M1 (Biokomplek 50 g/polybag dan Pupuk Kandang Sapi).
EFEKTIVITAS BERBEDA PUPUK ORGANIK CAIR SERABUT KELAPA DAN PUPUK ORGANIK CAIR BATANG PISANG PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Angga Adriana Imansyah; Amrina Rosada Rahmawati; Ramli Ramli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15 No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5952

Abstract

Tingkat produktivitas tanaman (Lycopersicum esculentum Mill.) di Indonesia mengindikasikan penurunan, salah satunya disebabkan oleh ketergantungan berlebihan terhadap pupuk kimia sintetik yang berpotensi mengganggu keseimbangan nutrisi tanah. Salah satu alternatif solusi berkelanjutan adalah penggunaan POC (Pupuk Organik Cair) yang berasal dari limbah pertanian seperti serabut kelapa (sumber K) dan batang pisang (sumber K). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas POC serabut kelapa dan POC batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, serta menentukan dosis yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis POC serabut kelapa (K0=0, K1=30, K2=40, K3=50 ml/tanaman) dan faktor kedua adalah dosis POC batang pisang (P0=0, P1=25, P2=50, P3=75 ml/tanaman). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pemberian POC serabut kelapa secara tunggal berdampak signifikan terhadap tinggi tanaman dengan dosis terbaik K2 (40 ml/tanaman). Namun, untuk parameter generatif seperti jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah, perlakuan kontrol (tanpa POC) justru memberikan hasil terbaik. Pemberian POC batang pisang tidak berdampak signifikan, serta tidak terdapat interaksi antara kedua POC. Disimpulkan bahwa pada tanah dengan kesuburan alami yang optimal, penambahan kedua jenis POC tidak efektif dan diduga berlebihan sehingga aplikasinya perlu mempertimbangkan kondisi awal tanah.