Annisa’a Ambarnis
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Corak Kehidupan Masyarakat Dunia Pada Masa Transisi Revolusi Neolitik Dalam Perspektif Ekologis Berdasarkan Kajian Buku Clive Ponting Annisa’a Ambarnis
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10572

Abstract

Masa praaksara terdiri atas pola kehidupan berburu dan meramu, berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering), serta bercocok tanam dan beternak. Perkembangan pola kehidupan manusia masa praaksara di dunia tidak terlepas dari perkembangan otak dan keterampilan yang dimilikinya ketika berbaur dengan alam. Selama ini kajian mengenai masa praaksara hanya terbatas pada perkembangan manusia di suatu negara saja, tidak menelisik manusia di belahan dunia lainnya. Selain itu harmonisasi antara masyarakat praaksara dengan lingkungan yang menjadi tempat tinggalnya belum difokuskan secara mendalam, padahal kedua aspek ini saling berkaitan. Penelitian ini akan menjawab permasalahan tersebut berdasarkan buku Clive Ponting yang berjudul A New Green History of The World. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui corak kehidupan masyarakat pada masa food gathering. 2) Untuk mengetahui pola kehidupan masyarakat pada masa transisi neolitik. 3) Untuk mengetahui kajian pembahasan Clive Ponting mengenai corak kehidupan masyarakat masa food gathering dan food producing di dalam buku A New Green History of The World. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Harmonisasi kehidupan masyarakat praaksara dengan lingkungannya telah terjadi pada masa food gathering, dan berkembang dengan munculnya sistem pertanian pada masa food producing tepatnya di Asia Barat Daya, Cina dan Mesoamerika.
The Role of History Lovers Community in Raising Students Historical Awareness at Senior High School 22 Bandung Annisa’a Ambarnis; Nana Supriatna; Leli Yulifar
JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Vol. 30 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran, Universitas Negeri Malang in Collaboration with Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extracurricular history activities become a forum for students to deepen their understanding and awareness of history. The general problem studied in this research is how the implementation process of extracurricular history activities at SMAN 22 Bandung to the form of historical awareness of its student members carried out by coaches and mentors. In general, this research aims to describe the form of implementation of various extracurricular history activities named Komunitas Pecinta Sejarah (KOMPAS). The subjects in this research are the coaches and students who are members of the extracurricular history. This research was studied by applying the naturalistic inquiry method with data collection techniques of observation, interviews, documentation studies and literature studies. The data analysis technique carried out consists of three stages, namely data reduction, data display, and verification. Based on the results of the study, the History Lovers Community has a variety of educational-recreative activities carried out every week as a complement to existing intracurricular activities. The skills that are successfully developed are historical thinking and public speaking so that students are able to reconstruct historical events based on their imagination well. Strong historical thinking can increase historical awareness based on the close intertwining of students' historical emotional and intellectual elements.