Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESEPSI MAHASISWA BROADCASTING UNIVERSITAS MERCU BUANA TERHADAP SINEMATOGRAFI FILM SI DOEL THE MOVIE Sophan Wahyudi; Rifki Faturahman; Suraya Mansur
Widya Komunika Vol 12 No 2 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.2.5342

Abstract

Si Doel The Movie adalah film drama keluarga Indonesia yang merupakan kelanjutan dari kelanjutan sinetron fenomenal tahun 1990-an Si Doel Anak Sekolahan, yang merupakan sinetron Indonesia yang pertama kali ditayangkan oleh stasiun TV RCTI pada tahun 1994. Disutradarai dan dibintangi oleh Rano Karno sebagai Doel, sinetron ini berkisah tentang kehidupan Doel dan keluarganya, keluarga Betawi yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional meskipun hidup di tengah arus perkotaan dan modernisasi. Penelitian ini menggunakan teori pemaknaan khalayak yaitu analisis resepsi, proses encoding/decoding Stuart Hall, yang kemudian opini publik masuk ke dalam tiga tahapan kategorisasi yaitu dominan, negosiasi dan oposisi. Jenis penelitian ini adalah reception analysis yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang mengkaji masalah secara mendalam. Subyek penelitian ini adalah lima orang mahasiswa Universitas Broadcasting Universitas Mercu Buana angkatan 2016. Hasil penelitian ini memiliki berbagai macam resepsi yang berbeda dari masing-masing audiens. Berdasarkan fokus penelitian, terdapat dua puluh dua makna dominan, tujuh makna negosiasi, dan delapan makna oposisi. Mereka melihat sinematografi Si Doel The Movie dari ada tidaknya komposisi sinematografi yang digunakan dalam film Si Doel The Movie ini.
PENANAMAN NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI SISWA SD NEGERI 043 BENGKULU UTARA Rifki Faturahman; Ristantowi; Jelita Zakaria; Yanti Paulina
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i1.7186

Abstract

Abstract This socialization instillation of Pancasila values in Elementary School 043 North Bengkulu. The methods used are lectures and discussions. The results of this meeting are: 1) Faith in God Almighty when students begin to worship according to their religion. In addition, students practice the values of tolerance between religions. 2) Behaving well: After completing teaching and learning activities, students can respect people who are better than themselves and respect other human beings. 3) Unity of Indonesia: After completing teaching and learning activities, students can maintain friendships with friends at school and outside of school. 4) Democracy based on wisdom through deliberation/representation: After completing teaching and learning activities, students can respect the different opinions of their friends and discuss in making decisions. 5) Realization of social protection for all Indonesian people: After completing teaching and learning activities, students can work together with all their friends and establish friendships regardless of differences. Keyword : Planting, Pancasila Values, Elementary School. Abstrak Sosialisasi ini penanaman nilai-nilai Pancasila di SD Negeri 043 Bengkulu Utara. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Hasil dari pertemuan ini adalah: 1) Ketuhanan Yang Maha Esa ketika para murid mulai beribadah sesuai dengan agamanya. Selain itu, para murid mengamalkan nilai toleransi antar umat beragama. 2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, para murid dapat menghargai orang yang lebih baik dari dirinya dan menghargai sesama manusia. 3) Persatuan Indonesia, setelah kegiatan sosialisasi ini selesai: Setelah menyelesaikan kegiatan belajar mengajar, para murid dapat memelihara persahabatan dengan teman-teman di sekolah dan di luar sekolah. 4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Setelah menyelesaikan kegiatan belajar mengajar, para murid dapat menghargai pendapat teman-temannya yang berbeda dan berdiskusi dalam mengambil keputusan. 5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Setelah menyelesaikan kegiatan belajar mengajar, seluruh murid dapat bergaul secara langsung dan berteman tanpa membeda-bedakan. Kata Kunci : Penanaman, Nilai Pancasila, Sekolah Dasar