Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH METODE KONSELING TENTANG IUD TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI PUSKESMAS KOTA KABUPATEN BANTAENG Nurhikmah Nurhikmah; Reskiawati Azis; Muliyana Muliyana; Nur Aliya Arsyad
KOLONI Vol. 1 No. 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i4.382

Abstract

Most pairs of childbearing age do not want to use long-term contraceptive methods such as the IUD. One of the causes is the mother's lack of knowledge regarding IUD contraceptive methods. Health counseling is a process that runs and blends with all aspects of Family Planning services and not just information that is provided and discussed on one occasion, namely at the time of service delivery. The purpose is to find out the influence of counseling about IUD on the knowledge of mothers at the Bantaeng Regency City Health Center. The method of using the research design used is the Cross-Sectional method. The research was conducted in November 2021 at the City Health Center. The population in this study were all acceptors of Family Planning. The sample in this study was acceptors who came to the Family Planning Poly of the City Health Center as many as 33 people using the Acchidental Sampling technique. The results showed that of the 33 respondents used as a sample, before being given health counseling, 10 people (30.3%) were well informed about IUD contraception and 23 people were less knowledgeable (69.7%). After being given well-informed counseling about IUD contraception as many as 27 people (81.8%) and those with less knowledge as many as 6 people (18.2%). Conclusion: counseling methods affect the mother's knowledge of IUD with p-value 0,002 <0,005. Suggestion: It is hoped that midwives who are in charge of the birth control poly section will further improve their performance and attention to acceptors who want to use contraception by actively providing counseling to acceptors so that it is hoped that the coverage of IUD KB acceptors can be achieved according to the target.  Keywords: Acceptor, Counseling Methods, IUD, Knowledge
Pengaruh Faktor Sosial Budaya Terhadap Keputusan Ibu Untuk Bersalin Dibantu Dukun Di Puskesmas Suntamon Dekai Yahukimo Delfiani B.P; Astri Yuliandini; Muliyana Muliyana; Suhartini Suhartini
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 3 No. 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1764

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi, salah satunya dipengaruhi oleh keputusan ibu yang lebih memilih bersalin dengan bantuan dukun dibandingkan tenaga kesehatan. Hal ini berkaitan erat dengan faktor sosial budaya yang masih kuat, khususnya di wilayah terpencil seperti Puskesmas Suntamon.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial budaya terhadap keputusan ibu untuk bersalin dibantu dukun di wilayah kerja Puskesmas Suntamon Dekai, Kabupaten Yahukimo. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 45 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 responden dengan faktor sosial budaya tinggi, sebanyak 19 responden (76,0%) memilih bersalin dengan bantuan dukun, sedangkan hanya 6 responden (24,0%) yang tidak. Sebaliknya, dari 20 responden dengan faktor sosial budaya rendah, hanya 1 responden (5,0%) yang bersalin dengan dukun, sementara 19 responden (95,0%) tidak. Uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang sangat signifikan antara faktor sosial budaya dengan keputusan ibu untuk bersalin dibantu dukun.Kesimpulan penelitian ini adalah faktor sosial budaya memiliki pengaruh yang kuat dalam menentukan keputusan ibu memilih penolong persalinan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi, pendekatan berbasis budaya, serta membangun kerja sama dengan tokoh masyarakat dan dukun tradisional agar dapat menekan angka persalinan non-medis dan meningkatkan keselamatan ibu serta bayi.
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Depo Medroxyprogesterone Acetat Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Astri Yuliandini; Delfiani B.P; Suhartini Suhartini; Muliyana Muliyana
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 3 No. 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1765

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Indonesia masih tergolong tinggi, sehingga pemerintah terus mendorong penggunaan alat kontrasepsi melalui program Keluarga Berencana (KB). Salah satu metode yang banyak digunakan adalah kontrasepsi suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA). Meskipun efektif dalam mencegah kehamilan, kontrasepsi ini sering menimbulkan gangguan siklus menstruasi, seperti perdarahan tidak teratur, spotting, atau amenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan gangguan siklus menstruasi pada akseptor di Klinik Sutra Lindangan Kecamatan Tompasobaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 40 orang dan sampel sebanyak 36 responden yang diambil dengan accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berisi tiga pertanyaan yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (86,1%) menggunakan kontrasepsi suntik tiga bulan dan mengalami gangguan siklus menstruasi. Nilai p = 0,000 (p < 0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan gangguan siklus menstruasi.
Hubungan Dukungan Suami Dan Bidan Dengan Kelancaran Proses Persalinan Kala I Fase Aktif Di Puskesmas Ulugalung Reskiawati Azis Azis; Besse Aismaria; Muliyana Muliyana; Suhartini Suhartini
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 4 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i1.1767

Abstract

Pendampingan suami sangat bermanfaat dalam pengendalian seseorang terhadap tingkat kecemasan. Dukungan yang terus menerus dari suami kepada ibu selama proses persalinan dan melahirkan dapat mempermudah proses persalinan dan melahirkan. Dukungan tersebut berupa memberikan rasa nyaman, semangat, meningkatkan rasa percaya diri ibu, serta mengurangi kebutuhan tindakan medis. Dukungan yang didapatkan dari suami berkaitan dengan pembentukan keseimbangan mental dan kepuasan psikologis. Penelitian dilaksanakan bulan November 2022. Jenis penelitian ini adalah metode Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian adalah sebagian ibu bersalin yang di damping oleh suami yang berada di Puskesmas Ulugalung Kabupaten Bantaeng sebanyak 30 orang menggunakan tehnik Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan suami dengan kelancaran proses persalinan kala I fase aktif dengan nilai p=0,004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan suami dengan kelancaran proses persalinan kala I fase aktif dengan nilai p=0,002. Disarankan kepada Puskesmas dapat membuat kebijakan tersendiri mengenai pendampingan suami terhadap ibu yang bersalin, atau memberikan pendidikan kesehatan pada suami sebelum ibu melakukan persalinan dengan menyebar leaflet
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 6–7 Bulan Muliyana Muliyana; Reskiawati Azis
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 4 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i1.1774

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang anak-anak di seluruh dunia. Kondisi ini ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi tinja encer atau cair, dengan atau tanpa darah maupun lendir. Pada bayi, diare dapat menyebabkan dehidrasi berat yang berpotensi mengancam jiwa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada bayi usia 6–7 bulan di RSUD Sinjai tahun 2020. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah 40 ibu yang memiliki bayi usia 6–7 bulan dan dirawat di Ruang Anak RSUD Sinjai. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup pengetahuan dan sikap ibu tentang diare serta riwayat pemberian ASI eksklusif. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya (70,27%), memiliki pengetahuan dalam kategori cukup (48,65%), dan bersikap positif terhadap pencegahan diare (67,57%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare (p = 0,002), pengetahuan ibu dengan kejadian diare (p = 0,011), serta sikap ibu dengan kejadian diare (p = 0,026). Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif, tingkat pengetahuan, dan sikap ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada bayi usia 6–7 bulan. Upaya peningkatan pengetahuan dan promosi ASI eksklusif perlu ditingkatkan untuk mencegah kejadian diare pada bayi.