Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Gadget Pada Psikomotorik Anak Usia Dini (3-5) Tahun Imam Sibroh Maulusi; Rasi Rahagia
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v3i2.4701

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gadget pada psikomotorik anak usia dini (3-5) tahun dalam tahap tumbuh kembang di TK Sabilul Ibad. Metode pada penelitian ini menggunakan metode survey analitik, dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik total sampling dan di dapatkan 30 responden. Data diambil dengan menggunakan kuesioner tertutup setelah ditabulasi data yang ada dan di analisis dengan menggunakan uji Chi Square yang didapatkan adalah p value 0,012 < 0,05. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan nilai Chi Square menunjukkan bahwa nilai signifikan Chi Square yang didapatkan adalah p value 0,012 < 0,05 sehingga ada hubungan yang signifikan intensitas penggunaan gadget dengan psikomotorik anak usia dini (3-5) tahun. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan psikomotorik anak usia dini (3-5) tahun di TK Sabilul Ibad sehingga H1 diterima dan H0 ditolak dengan p value 0,012 < 0,05. Sebagian besar anak yang mempunyai intensitas penggunaan gadget dengan kategori tinggi cenderung memiliki psikomotorik anak yang termasuk tidak bisa melakukan. Sedangkan keeratan hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan psikomotorik anak usia dini (3-5) tahun termasuk dalam kategori sedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gadget pada psikomotorik anak usia dini (3-5) tahun dalam tahap tumbuh kembang di TK Sabilul Ibad. Metode pada penelitian ini menggunakan metode survey analitik, dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik total sampling dan di dapatkan 30 responden. Data diambil dengan menggunakan kuesioner tertutup setelah ditabulasi data yang ada dan di analisis dengan menggunakan uji Chi Square yang didapatkan adalah p value 0,012 < 0,05. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan nilai Chi Square menunjukkan bahwa nilai signifikan Chi Square yang didapatkan adalah p value 0,012 < 0,05 sehingga ada hubungan yang signifikan intensitas penggunaan gadget dengan psikomotorik anak usia dini (3-5) tahun. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan psikomotorik anak usia dini (3-5) tahun di TK Sabilul Ibad sehingga H1 diterima dan H0 ditolak dengan p value 0,012 < 0,05. Sebagian besar anak yang mempunyai intensitas penggunaan gadget dengan kategori tinggi cenderung memiliki psikomotorik anak yang termasuk tidak bisa melakukan. Sedangkan keeratan hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan psikomotorik anak usia dini (3-5) tahun termasuk dalam kategori sedang.
Upaya Pencegahan Stunting Berbasis Edukasi dan Sosialisasi Rasi Rahagia; Sriyanah, Nour; Aris Tyarini, Indrawati; Lontaan, Anita; Yunus, Muh
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 2 No 1 (2023): Abdimas Polsaka
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v2i1.38

Abstract

Health problems should be particularly noted from infancy. The problem that occurs a lot in Indonesia today is stunting. Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growth disorders in children, namely lower or shorter child height. This activity aims to increase stunting prevention efforts based on education and socialization. The implementation method used in this activity is the follow-up review method with a participatory action program approach involving posyandu cadres. The results of observations in this activity were that active children followed the steps of washing their hands. Conclusion. Service activities were carried out well, and there was an increase in maternal knowledge about stunting prevention. The advice from this activity is for the community to actively obtain information about stunting prevention and the active role of cadres in educating the community about stunting in each posyandu activity.
Nutritious food education and the practice of providing complementary foods are appropriate in efforts to prevent stunting Risna Ayu Rahmadani; Prasetyowati; Indrawati Aris Tyarini; Rasi Rahagia; Matilda Martha Paseno
Abdimas Polsaka Vol. 4 No. 2 (2025): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.229

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that is still a public health challenge in Indonesia. One of the factors contributing to the high prevalence of stunting is the lack of knowledge of parents, especially mothers, about balanced nutritional intake and proper practices of feeding Complementary Breast Milk (MP-ASI). This community service activity aims to improve the knowledge and skills of mothers under five related to the importance of nutritious food and the practice of giving MP-ASI in accordance with the guidelines of WHO and the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. The methods used are education through interactive counseling, demonstrations of making local food-based MP-ASI, and question and answer sessions. The target of the activity was 40 mothers with children aged 6-24 months in the Posyandu in the assisted area. The evaluation results showed an increase in participants' knowledge by 65% after participating in educational activities. In addition, 80% of participants stated that they were motivated to implement MP-ASI feeding practices that are in accordance with the principles of balanced nutrition. This activity also encourages the use of affordable and nutritious local food resources. With the increase in mothers' knowledge and skills in compiling and delivering MP-ASI, it is hoped that the risk of stunting in early childhood can be minimized. This service activity proves that education-based interventions and direct practices can effectively support programs to accelerate stunting reduction at the community level. The recommendation for the future is to expand the scope of similar activities with cross-sectoral collaboration, especially among health workers and posyandu cadres