Ismah
Universitas PGRI Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KENDALA-KENDALA PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK DARING DENGAN MENGGUNAKAN GROUP WHATSAPP PADA SISWA KELAS XI SMK N 3 SEMARANG Rais Nur Halim Kurniawan; M.Th.S.R.Retnaningdyastuti; Ismah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v7i01.4383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala pelaksanaan konseling kelompok daring dengan menggunakan group WhatsApp pada siswa Kelas XI SMK N 3 Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI SMK N 3 Semarang sebanyak 6 orang dan 3 guru BK SMK N 3 Semarang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan analisis data kualitatif Miles and Huberman. Berdasarkan hasil analisis data kendala-kendala dalam pelaksanaan konseling kelompok daring dengan menggunakan group WhatsApp pada siswa Kelas XI SMK N 3 Semarang berdasarkan frekuensi dari yang terbanyak sampai dengan yang paling sedikit secara berturut-turut adalah keterbatasan waktu pemberian layanan (30), kontak psikologis (25), jaringan internet (21) dan metode layanan (12). Kesimpulan dari penelitian yaitu kendala-kendala dalam pelaksanaan konseling kelompok daring dengan menggunakan group WhatsApp pada siswa Kelas XI SMK N 3 Semarang diantaranya kendala keterbatasan waktu pemberian layanan, kendala kontak psikologis, kendala jaringan internet dan kendala keterbatasan metode layanan. Saran penelitian adalah siswa dapat lebih terbuka dan Guru BK dapat menggunakan metode dan teknik konseling yang bervariasi. Penelitian selanjutnya diharapkan tidak hanya dilakukan pada siswa Kelas XI SMK N 3 Semarang.
Reasons, Commitments, and Meanings: A Phenomenological Exploration of Grandparents’ Parenting of a Child with Autism Spectrum Disorder Evan Jovianto Pratama; Chr. Argo Widiharto; Ismah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8255

Abstract

This study aimed to explore the reasons, commitment and meaning of grandparenting in families caring for grandchildren with ASD aged 2-6 years. This study used a qualitative, phenomenological approach. Data were collected through semi-structured interviews with seven primary caregivers of children with ASD. They were analysed using content analysis and therapeutic and occupational science frameworks to reveal patterns of caregiving, adaptation, and subjective meaning. This study resulted in three main themes being identified: 1) motivational reasons for becoming the primary caregiver, which included a sense of responsibility to the family and concern for the child’s safety and well-being; 2) the forms of caregiving work commitments undertaken by grandparents, including time management, adjustments to parenting strategies, and handling behaviours typical of ASD; and 3) the meaning of the emotional dimension of this role, which was characterised by long-term commitment, a sense of moral responsibility, and a deep bond of affection. Keywords: grandparenting, autism spectrum disorder, parenting, phenomenology
Peran Pola Pengasuhan Orang Tua dalam Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Yuniar Fitria; Chr. Argo Widiharto; Ismah
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/x5t25491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai pola asuh orang tua terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di tengah sistem sekolah yang non-kompetitif. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 89 siswa SMP Negeri 32 Semarang melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian peran pola asuh sebagai factor penyemibang motivasi belajar yang hilang akibat kebijakan sekolah yang setara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh secara simultan berkontribusi sebesar 45,6% terhadap kemampuan berpikir kritis (Ϝ (3, 85) = 25.578, р < .001). Secara parsial, pola asuh demokratis menjadi satu-satunya prediktor positif yang signifikan (Β = 1.824, p < .001), sementara pola asuh permisif berpengaruh negatif secara signifikan, dan pola asuh otoriter tidak menunjukkan pengaruh bermakna. Kontribusi penelitian ini menegaskan bahwa dalam ekosistem pendidikan yang kurang kompetitif, dukungan rumah melalui pola asuh demokratis menjadi penentu utama dalam menjaga nalar kritis siswa. Implikasi praktisnya, sekolah melalui unit Bimbingan Konseling (BK) perlu menginisiasi program edukasi pola asuh bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan diskusi yang suportif guna mengimbangi metode pembelajaran konvensional di sekolah.
Hubungan antara Keterampilan Adaptasi dan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas X SMA Muhammad Baidlowi Ridlo Ridlo; M. A. Primaningrum Dian; Ismah
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/5sj1zr59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan adaptasi dan komunikasi interpersonal serta menguji hubungan antara kedua variabel tersebut pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sayung Demak tahun ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 153 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala keterampilan adaptasi dan skala komunikasi interpersonal dengan model Likert empat pilihan. Kualitas instrumen diuji melalui validitas dan reliabilitas, sedangkan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan adaptasi dan komunikasi interpersonal siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keterampilan adaptasi dan komunikasi interpersonal (r = 0,634; p < 0,001). Koefisien determinasi sebesar 40,2% menunjukkan adanya keterkaitan statistik antara variasi keterampilan adaptasi dan komunikasi interpersonal dalam sampel penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa dengan keterampilan adaptasi yang lebih baik cenderung memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang lebih baik. Hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan layanan pribadi-sosial yang mengintegrasikan penguatan kemampuan adaptasi dan komunikasi interpersonal siswa.