This Author published in this journals
All Journal Gema Wiralodra
Nahdia Nur
Universitas Hasanudin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DI/TII DI Poleang: Awal Masuk, Pengaruh dan Berakhirnya Gerakan, 1953-1965 Diky Fikriansyah; Ilham Daeng Makkelo; Nahdia Nur
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v13i2.320

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan awal masuknya DI/TII di Poleang. (2) Menjelaskan struktur komando pada pasukan DI/TII selama di Poleang. (3) Menjelaskan gerakan yang dilakukan oleh DI/TII selama di Poleang. (4) Menjelaskan penyebab berakhirnya gerakan DI/TII di Poleang yang mulai terjadi pada tahun 1953 dan berakhir pada tahun 1965. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah yang terdiri dari lima tahap penelitian, yaitu: (a) Pemilihan topik, terbagi dua bagian yakni kedekatan emosional dan kedekatan intelektual, (b) Heuristik sumber, terdiri dari studi dokumen, studi kepustakaan, wawancara dan pengamatan, (c) Verifikasi sumber, yang dilakukan melalui kritik eksteren dan kritik interen, (d) Interpretasi sumber, yang dilakukan dengan analisis data dan sintesis, (e) Historiografi, yang dilakukan secara sistematis dan objektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Awal masuknya DI/TII di Poleang tidak terlepas dari masuknya DI/TII di Sulawesi Tenggara yang dimulai dengan masuknya gerakan ini di wilayah Tondonbasi, Kolaka Utara, hingga akhirnya tiba di Poleang. (2) Setelah DI/TII berhasil masuk di Poleang, langkah selanjutnya adalah membentuk struktur komando, yang bermarkas di daerah Poleang. (3) Gerakan yang dilakukan oleh DI/TII selama di Poleang adalah mendirikan markas sebagai pusat gerakan agar lebih tertata dan terarah serta mengembangkan bidang pendidikan agar membuat Gerakan DI/TII ini semakin berkualitas. (4) Gerakan DI/TII di Poleang resmi berakhir pada tahun 1965 ketika para pasukan DI/TII ini mendengar kabar kematian pemimpin mereka yakni Kahar Muzakkar. Terdapat dua versi tentang kejadian mati tertembaknya Kahar Muzakkar pada saat itu. Versi pertama menyatakan bahwa Kahar Muzakkar mati tertembak (versi pemerintah). Versi kedua meyakini bahwa Kahar Muzakkar pada saat itu tidak mati tertembak seperti yang dikatakan oleh pemerintah (versi para prajurit DI/TII dan kebanyakan masyarakat awam). Kata Kunci: DI/TII, Gerakan, Poleang