Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Pengetahuan Tentang Cara Penularan HIV/AIDS Pada Wanita Usia Subur di Indonesia Tahun 2017 (Analisis Lanjut Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017) Agustina; Dian Ayu Irhamna; Basri Aramico
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i3.244

Abstract

Banyak perempuan yang terjebak dalam pergaulan bebas dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya sehingga rentan tertular HIV/AIDS. kurangnya pengetahuan tentang cara penularan HIV/AIDS akan meningkatkan risiko penularan dan berdampak pada peningkatan jumlah kejadian dan kasus baru yang ditemukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan pengetahuan tentang cara penularan HIV/AIDS pada WUS. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan memanfaatkan data SDKI 2017 dengan desain cross sectional, dengan populasi seluruh WUS dari 34 provinsi di Indonesia yang diikutsertakan dalam survei SDKI 2017. Pemilihan sampel didasarkan pada rasio menggunakan stratifikasi dan multistage random sampling. Sampelnya adalah seluruh WUS yang pernah mendengar tentang HIV/AIDS di Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi data dan dokumen SDKI 2017, kemudian diolah menggunakan STRATA 12. Ada pengaruh yang signifikan antara usia dengan OR = 0,92, p-value 0,057, status pekerjaan dengan OR = 4,87, p-value 0,000 , aktivitas seksual terakhir dengan OR = 0,84, p-value 0,086, sikap bernegosiasi terhadap hubungan seksual yang aman dengan suami OR = 1,35, p-value 0,094 dan sumber informasi tentang HIV/AIDS dengan OR = 0,90, p-value 0,016) dengan pengetahuan tentang Penularan HIV/AIDS di WUS. Kepada pemerintah dan instansi terkait yang berwenang merumuskan kebijakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS secara komprehensif, terstruktur dan efektif melalui surveilans di Puskesmas di WUS.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Kerja Tenaga Kesehatan Non PNS di Puskesmas Aceh Selatan Muhammad Zaki Aurian; Agustina; Hanifah Hasnur
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7632

Abstract

Job satisfaction among non-civil servant (non-PNS) health workers plays a crucial role in determining the quality of primary health services at community health centers. However, various challenges such as inadequate salary, dual workload, work fatigue, interpersonal relationships, and career uncertainty may influence job satisfaction levels. This study aimed to analyze factors associated with job satisfaction among non-PNS health workers at Primary Health Centers in Aceh Selatan in 2025. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 86 respondents selected through total sampling from six health centers. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using Chi-Square and Fisher’s Exact Test at a 95% confidence level. The results showed that most respondents reported inadequate salary, high dual workload, work fatigue, and high career uncertainty. More than half of respondents were dissatisfied with their jobs. Statistical analysis indicated that salary, dual workload, work fatigue, and career uncertainty were significantly associated with job satisfaction (p<0.05), while interpersonal relationships were not significantly related. These findings highlight the importance of improving compensation systems, workload management, fatigue prevention, and career clarity to enhance job satisfaction and health service quality.