This Author published in this journals
All Journal Potret Pemikiran
Adetya Perdanaraya
Universitas Muhammadiyah Jakarta, Banten, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Politik Kepala Daerah di Media Sosial (Studi pada Akun Facebook Anies Baswedan, Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo) Mulkan Habibi; Nani Nurani Muksin; Donny Kurniawan; Adetya Perdanaraya
Potret Pemikiran Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v26i2.2059

Abstract

Penggunaan media sosial sebagai media komunikasi politik bagi kepala daerah sangat penting, karena media sosial memiliki jangkauan yang meliputi skala khalayak kecil dan khalayak global. Media sosial relatif lebih mudah digunakan karena tidak memerlukan keterampilan dan pelatihan khusus. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ini cukup aktif menggunakan media sosial facebook. Hal tersebut dapat dilihat dari keaktifan membagikan pesan komunikasi politik pada postingan akun facebook. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan komunikasi politik yang dimunculkan dan gaya komunikasi politik ketiga kepala daerah pada postingan akun facebook masing-masing. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe deskriptif dengan metode analisis isi. Analisis ini untuk membuat generalisasi dari pesan dan memberikan gambaran umum karakteristik dari suatu isi atau pesan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketiga kepala daerah ini sangat aktif menggunakan media sosial facebook, terdapat 2 hingga 3 kali postingan yang dibagikan setiap hari nya. Pesan yang dibagikan diantaranya, kebijakan daerah, fasilitas publik milik daerah, aktifitas bersama dengan tokoh politik dalam dan luar negeri. Masing-masing kepala daerah memiliki gaya komunikasi politik yang berbeda, Anies Baswedan memiliki Bahasa yang formal dengan narasi yang panjang, Ridwan Kamil menggunakan gaya bahasa non formal dan disertai dengan campuran bahasa khas sunda dan bahasa pantun serta video yang menghibur. Ganjar Pranowo memiliki gaya komunikasi politik yang khas bahasa masyarakat Jawa dengan narasi yang sederhana dan singkat, namun aktifitas Ganjar Pranowo dikemas dengan video yang diedit dengan durasi yang singkat, lucu, menghibur dan terlihat ada kebersamaan dan hiburan yang dimunculkan.