Lanny D. K. Manaroinsong, Lanny D. K.
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

RESPON SPEKTRA PADA JEMBATAN IR. SOEKARNO MANADO Talumepa, Julian Robin; Manoppo, Fabian J.; Manaroinsong, Lanny D. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa terjadi secara terus-menerus dan tidak dapat diprediksi kapan dan dimana episenter gempa akan terjadi. Akibatnya kondisi dan parameter kegempaan suatu daerah  ikut berubah-ubah seiring dengan kejadian-kejadian gempa. Parameter kegempaan seperti percepatan tanah  maksimum dan respon spektra suatu daerah merupakan parameter yang digunakan untuk syarat desain gedung sesuai  ketentuan Standar Nasional Indonesia 1726:2012 mengenai perencanaan gedung tahan gempa. Jembatan Ir. Soekarno merupakan salah satu  infrastruktur lalu lintas yang terdapat di kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Daerah ini merupakan salah satu daerah dengan keaktifan seismik tinggi, sehingga parameter-parameter kegempaan yang digunakan pada perhitungan beban gempa struktur harus sesuai dengan keadaan terbaru lokasi tersebut. Parameter kegempaan ini perlu dilakukan pemutakhiran secara berkelanjutan agar dapat mengetahui beban gempa yang dihasilkan pada struktur jembatan. Parameter-parameter kegempaan terbaru termuat pada Peta Gempa Indonesia 2017. Berdasarkan parameter-parameter yang tersedia dilakukan analisis resiko gempa dengan metode probabilitas. Analisis dilakukan dengan bantuan EZ-FRISK menghasilkan  percepatan tanah maksimum dengan probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun dimana  gedung di desain untuk menghindari keruntuhan pada Maximum Considered Earthquake  (MCE) sesuai ASCE 7-10. Kemudian penentuan respon spektra lokasi berdasarkan pada SNI 1726:2012. Hasil klasifikasi data tanah mendapatkan lapisan tanah lokasi termasuk pada klasifikasi tanah sedang. Hasil analisis resiko gempa pada periode ulang gempa 2500 tahun mendapatkan percepatan tanah maksimum lokasi penelitian  = 0.732 g dan respon spektra desain = 1.139 g. Kata Kunci: Respon Spektra, Gempa Bumi, PSHA, ZMAP, EZ-FRISK 7.52
ANALISIS KELELAHAN STRUKTUR ANTAR TIANG PANCANG PADA ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE STS DI SELAT MAKASSAR DENGAN METODE FRACTURE MECHANICS Arung, Asyer; Balamba, Sjachrul; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol 14, No 65 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan sturktur merupakan suatu proses dari kumulatif kerusakan yang disebabkan oleh pengulangan fluktuasi beban yang dapat mengakibatkan keruntuhan meskipun beban yang diterima tidak melebihi batas  maksimum untuk beban statikBeban gelombang lebih kecil dibanding dengan beban yang direncanakan pada bebarapa tipe bangunan offshore, namun beban gelombang sebagai beban berulang berpotensi untuk menimbulkan retakan kecil khususnya pada sambungan baja. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan struktur sambungan antar tiang pancang pada anjungan lepas pantai tipe STS diselat Makassar. Analisis kelelahan (fatigue) dilakukan dengan metode fracture mechanics yang kemuadian hasilnya digunakan dalam menghitung umur kelelahan (fatigue life) akibat beban berulang (beban gelombang), sehingga diperoleh umur kelelahan (fatigue life) untuk tinggi gelombang H = 1,642 m dengan umur bangunan adalah 97.465 tahun. Kata kunci : offshore, fatigue, gelombang, pondasi
Analisis Fondasi Tiang Bor Dengan PLAXIS 3D (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Fakultas Teknik Unsrat Jurusan Sipil) Prilia, Ribka; Manoppo, Fabian J.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan fondasi dalam pembangunan merupakan hal yang sangat diperlukan guna menopang beban struktur yang diatasnya. Fondasi dalam jenis tiang bor menjadi pilihan pada Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Fakultas Teknik Unsrat Jurusan Sipil.  Adapun dalam hal menganalisis fondasi yang ada baik dari segi daya dukung maupun sampai pada penurunan dan defleksi, digunakan beberapa metode statis dan juga program (software) yang dapat digunakan, salah satunya PLAXIS 3D yang merupakan program metode elemen hingga bertujuan khusus untuk menganlisis masalah-masalah di bidang geoteknik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapat untuk pemodelan kelompok tiang 3-pile dan 4-pile dengan menggunakan metode statis dan pemograman yaitu, untuk metode statis Qu = 13304,4 kN dan 15294,5 kN lalu Hg = 130,721 kN dan 162,274 kN (analitis), dan y0 = 0,002769 m dan 0,003437 m (analitis), kemudian Sg = 0,10266 (metode Vesic 3-pile dan 4-pile) dan Sg = 0,03021 m dan 0,03473 m (metode Meyerhof). Dan pada pemograman dengan PLAXIS 3D didapat Qu = 11496,7 kN dan 15089,9 kN, lalu Hg = 135 kN dan 165 kN, kemudian y0 = 0,000508 m dan 0,000460 m, dan Sg = 0,025 m bagi masing-masing kelompok tiang. Kata kunci – PLAXIS 3D, tiang bor, SPT, daya dukung
Analisis Kestabilan Turap PVC (Polyvinyl Chloride) Sebagai Alternatif Konstruksi Pengendali Banjir Pada Sungai Pulisan Di Desa Pulisan Kecamatan Likupang Timur Rogaga, Mikhael O.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas turap dari material PVC (Polyvinyl Chloride) sebagai alternatif konstruksi pengendali banjir pada Sungai Pulisan di Desa Pulisan. Analisis ini meliputi analisis terhadap kestabilan guling, kapasitas penampang, deformasi, kestabilan lereng dan kestabilan pada dasar galian. Beban yang bekerja pada turap adalah akibat tekanan tanah lateral aktif dan pasif, tekanan hidrostatis dan beban konstruksi permukiman di sisi sungai yang dianalogikan sebagi beban permukaan merata. Data yang digunakan dalam analisis adalah data sekunder berupa data hasil penyelidikan tanah CPT/sondir yang dikorelasikan untuk mendapatkan parameter-parameter tanah yang digunakan dalam analisis dan penampang melintang Sungai Pulisan yang melintas di area permukiman Desa Pulisan. Analisis kestabilan mengacu pada kode SNI 8460:2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik. Perangkat lunak Finesoftware GEO5 dan Rocscience SLIDE digunakan untuk membantu proses analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk desain optimum menggunakan PVC tipe VPA VNZ–324 menghasilkan panjang turap teoritis sebesar 3.68 m, dengan momen lentur maksimum 5.98 kN.m/m yang menghasilkan defleksi sebesar 6.5 mm. Faktor keamanan lereng minimun yang dihasilkan adalah 5.53 (statis) dan 1.87 (gempa). Faktor keamanan pada kestabilan terhadap piping adalah 3.86 dan terhadap heave adalah 7.37. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa turap PVC tipe VPA VNZ-324 dapat digunakan sebagai konstruksi pengendali banjir pada Sungai Pulisan. Kata kunci: turap PVC (Polyvinyl Chloride), kestabilan, Sungai Pulisan
Analisis Daya Dukung Fondasi Sumuran Pada Perencanaan Gedung Balai Latihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Di Minahasa Utara Tumimomor, Injili D.; Ticoh, Jack. H.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60634

Abstract

Gedung Balai Latihan Kerja Dinas Ketengakerjaan di Minahasa Utara pada perencanaan pembangunannya menggunakan fondasi sumuran. Pada penelitian ini menganalisis daya dukung aksial, daya dukung lateral serta penurunan pada fondasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data hasil penyelidikan tanah atau Cone Penetration Test (CPT). Tahap analisis menggunakan metode analitik yang dimana panjang fondasi sumuran adalah 3 m dengan variasi diameter 0,8 m dan 1 m. Daya dukung aksial untuk tahanan selimut lapisan lempung menggunakan metode λ, tahanan selimut lapisan pasir menggunakan persamaan dari Coyle dan Castello dan tahanan ujung lapisan lempung dan pasir menggunakan metode Meyerhof; daya dukung lateral menggunakan metode Brooms, penurunan menggunakan metode Vesic; dan defleksi menggunakan metode Matlock dan Reese. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung aksial ultimit sebesar 4496.65 kN dan 5854.92 kN: juga daya dukung aksial izin sebesar 1798.66 kN dan 2341.97 kN. Daya dukung lateral ultimate fondasi sumuran sebesar 397.531 kN dan 496.914 kN; daya dukung lateral izin yang didapat sebesar 159.012 kN dan 198.766 kN; momen lateral maksimum sebesar 795.062 kNm dan 993.828 kNm. Fondasi sumuran mengalami delfeksi yang berkisar 0.0073 m – 0.0084 m. Untuk penurunan fondasi sumuran didapat hasil sebesar 12.815 mm dan 5.065 mm. Kata kunci: fondasi sumuran, daya dukung, penurunan
Performa Dinding Penahan Tanah Tipe GRS Akibat Konstruksi Fondasi Dangkal Pada Pembebanan Statis Mangare, Jenofer Y.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66161

Abstract

Dinding penahan tanah tipe Geosynthetic Reinforced Soil (GRS) merupakan sistem rekayasa geoteknik yang memanfaatkan interaksi antara tanah dan material geosintetik untuk meningkatkan stabilitas dan kapasitas dukung massa tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dinding GRS akibat keberadaan fondasi dangkal yang dibebani secara statis, dengan fokus pada respons deformasi, stabilitas sistem, serta perubahan kapasitas dukung fondasi. Analisis dilakukan melalui pemodelan numerik berbasis metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jarak fondasi terhadap dinding, yang direpresentasikan melalui rasio D/B, memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan, pergeseran lateral, dan kapasitas dukung fondasi. Pada rasio D/B kecil (0,5–1,5), deformasi mencapai nilai maksimum akibat interaksi intensif antara fondasi dan dinding. Kondisi optimum dicapai pada rasio D/B sekitar 2–3, di mana fondasi berada dalam zona perkuatan yang paling efektif sehingga deformasi minimum dan kapasitas dukung maksimum. Pada rasio D/B > 3, performa sistem menurun karena fondasi berada di luar area perkuatan. Temuan ini menegaskan pentingnya penentuan posisi fondasi terhadap dinding GRS dalam perencanaan geoteknik. Kata kunci: dinding GRS, fondasi dangkal, metode elemen hingga, penurunan, pergeseran lateral, kapasitas dukung
Analisis Rembesan Terhadap Kestabilan Lereng Pada Tanggul Kolam Retensi Tirayoh, Gabriel K.; Legrans, Roski R. I.; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66374

Abstract

Banjir bandang yang melanda Kota Manado pada tahun 2020 mendorong pemerintah merencanakan pembangunan kolam retensi di kawasan Kleak, dekat Stadion Klabat, sebagai upaya mitigasi struktural untuk mengendalikan limpasan air perkotaan. Kolam retensi tersebut dirancang dengan tanggul tanah setinggi 5 meter dan muka air rencana 4 meter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng tanggul pada berbagai kondisi kritis, meliputi kondisi tanpa air, steady state, rapid drawdown, serta pengaruh beban gempa. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas penanganan struktural berupa toe drain dan filter drain dalam meningkatkan faktor keamanan lereng. Analisis kestabilan dilakukan menggunakan Metode Bishop Simplified secara manual dan diverifikasi dengan perangkat lunak Geostudio (modul SLOPE/W). Garis freatik pada kondisi steady state ditentukan melalui metode Kozeny untuk menghasilkan flownet, sedangkan analisis rapid drawdown dan gempa dilakukan berdasarkan prinsip tegangan efektif. Geometri tanggul memiliki kemiringan lereng hulu 1:3 dan hilir 1:2,5, serta dilengkapi dengan filter drain dan toe drain sebagai elemen perkuatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan faktor keamanan antara perhitungan manual Bishop Simplified (FK = 2,28) dan Geostudio (FK = 2,53) sebesar 0,3. Pada kondisi steady state, faktor keamanan tertinggi sebesar 2,04 diperoleh dengan penggunaan filter drain. Pada kondisi rapid drawdown, faktor keamanan tertinggi sebesar 3,48 dicapai dengan toe drain. Sementara itu, pada kondisi gempa steady state, faktor keamanan sebesar 1,21 masih memenuhi kriteria minimum stabilitas. Kesimpulannya, tanggul kolam retensi dengan penanganan struktural filter drain memenuhi seluruh kriteria stabilitas pada kondisi statis, rapid drawdown, maupun gempa. Oleh karena itu, filter drain direkomendasikan sebagai penanganan struktural utama untuk menjamin kestabilan dan keamanan tanggul kolam retensi di lokasi penelitian. Kata kunci: kestabilan lereng tanggul, Geostudio, filter drain, toe drain, rapid drawdown, steady state