Hubungan manusia dengan alam sekitarnya tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Tidak hanya orang tua, anak-anak juga perlu mendapatkan pengajaran tentang bagaimana menjaga alam sekitarnya. Pengajaran yang dilakukan tidak hanya berbentuk narasi saja, akan tetap sebuah aksi nyata yang berkelanjutan untuk mengurangi krisis ekologi yang terjadi. Aksi nyata tersebut menjadi kegiatan yang diharapkan dapat membentuk karakter anak-anak. Lokasi kegiatan adalah di Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Griya Martubung. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah 20 orang. Kegiatan yang dilaksanakan dimulai dengan storytelling mengenai wacana rakyat yang dikaitkan dengan ayat-ayat Alkitab tentang menjaga dan melestarikan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak sekolah minggu sudah mengetahui tentang makna dari ayat Alkitab tentang menjaga lingkungan, memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya secara mandiri.