Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOSIALISASI BENCANA LONGSOR PADA PENDIDIKAN USIA DINI DESA MUNDING KABUPATEN SEMARANG Selvia Agustina; Boby Rahman; Lisa Fitriyana
Pondasi Vol 27, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v27i2.27535

Abstract

Indonesia sebagai negara yang memiliki tingkat kerawanan fisik alam terhadap bencana, harus bersiap memitigasi kondisi tersebut. Salah satu mitigasinya adalah dengan mempersiapkan generasi yang tangguh terhadap bencana. Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada anak-anak PAUD terkait bencana longsor. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan alat bantu adalah video kartun tentang bencana longsor, gaya penjelasan dan gestur mendongeng, serta depth interview melalui diskusi bersama anak-anaknya. Hasilnya walaupun tidak sepenuhnya namun secara makna fundamental longsor dapat ditangkap oleh mereka. Beberapa hal yang tidak dapat ditangkap walapun dengan bantuan visual, penjelasan dan gestur adalah substansi-substansi yang memang belum familiar ditingkat pendidikan mereka.
Pengaruh penambahan Fly Ash sebagai bahan stabilisasi Tanah Lempung terhadap daya dukung pondasi dangkal Lisa Fitriyana; Eko Muliawan Satrio
Pondasi Vol 27, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v27i2.28387

Abstract

ABSTRACTBlora-Purwodadi Provincial Road KM 4, Tamanrejo Village, Tunjungan District, Blora Regency is often found damage which indicates that the land is problematic so that the building on it will be at risk of damage. This study aims to determine the type of native soil and the effect of adding fly ash mixture to the bearing capacity of the soil. This research study is to find the optimum value of native soil and soil using the percentage of fly ash mixture of 8%, 13%, 18%, 23%, respectively. The tests carried out in the laboratory are water content, specific gravity, filter analysis, Atterberg Limit, Direct shear, Modified Proctor, and CBR. The results of laboratory testing will be analyzed for the bearing capacity of the soil and the bearing capacity of the shallow foundation. The hypothesis of this study explains that stabilization with fly ash added will increase the bearing capacity of the soil.Keywords: Stabilization, Fly Ash, soil bearing capacity, shallow foundation  ABSTRAKJalan Provinsi Blora-Purwodadi KM 4, Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora seringkali ditemukan kerusakan yang terindikasi tanah tersebut bermasalah sehingga bangunan di atasnya akan beresiko mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanah asli dan pengaruh penambahan campuran fly ash terhadap daya dukung tanah. Studi penelitian ini untuk mencari nilai optimum tanah asli dan tanah menggunakan prosentase campuran fly ash masing-masing sebesar 8%, 13%, 18%, 23%. Pengujian yang dilakukan di laboratorium yaitu uji kadar air, berat jenis, analisa saringan, Atterberg Limit, Direct shear, Proktor Modified, dan CBR. Hasil dari pengujian laboratorium akan dilakukan analisa daya dukung tanah dan daya dukung pondasi dangkal. Hipotesis penelitian ini menjelaskan stabilisasi dengan bahan tambah fly ash akan meningkatkan daya dukung tanah. Kata kunci: Stabilisasi, Fly Ash, daya dukung tanah, pondasi dangkal
Studi Kasus Perbaikan Tanah Lunak Pada Proyek Tol Semarang –Demak (STA 20+300 – STA 20+500) Nabila Zarkasih Anggrahini*; Pratikso .; Lisa Fitriyana
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022): September
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.965 KB)

Abstract

Jalan tol adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum dan merupakan bagian darisistem jaringan jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar. Pada ProyekPembangunan Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2 sta 20+300 – sta 20+500, akan dihitunganalisa waktu yang dibutuhkan agar tanah mencapai konsolidasi >90 % dengan menggunakanmetode kombinasi Prefabricated Vertical and Horizontal Drain (PVD & PHD), Tekanan airpori yang keluar dari dalam tanah tersebut, Faktor keamanan yang diperoleh dari akhirkonstruksi sampai konstruksi berumur 10 tahun. Tujuan dari analisa ini adalah untukmengetahui dan membandingkan penurunan tanah dengan timbunan antara tanpaPrefabricated Vertical and Horizontal Drain (PVD & PHD) dan dengan Prefabricated Verticaland Horizontal Drain (PVD & PHD) dengan menggunakan program Plaxis 8. 2 , mengetahuiwaktu yang dibutuhkan agar tanah mencapai konsolidasi >90% dengan menggunakan metodePrefabricated Vertical and Horizontal Drain (PVD & PHD). Berdasarkan hasil analisispermodelan timbunan dengan menggunakan Program Plaxis 8.6 diperoleh besar penurunantanah sebesar 1,08 m, dengan menggunakan Metode Terzaghi didapatkan besar penurunantanah sebesar 1,35 m setelah terkonsolidasi dalam waktu 1 tahun, 3 tahun dan 10 tahun.Didapatkan hasil yang hampir sama dengan di lapangan sebesar 1,2 m.
Analisis Potensi Likuifaksi dan Strategi Mitigasi Menggunakan Metode Rigid Inclusion Melalui Pendekatan Elemen Hingga Neila Nafilah; Ristianti Ristianti; Lisa Fitriyana; Abdul Rochim
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8843

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi karena letaknya di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Salah satu dampak dari gempa bumi adalah likuifaksi, yaitu fenomena di mana tanah kehilangan kekuatan geser akibat meningkatnya tekanan air pori akibat beban siklik, sehingga tanah yang semula solid berubah menjadi cair. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai Safety Factor dan penurunan tanah sebelum dan sesudah perkuatan Rigid Inclusion pada Sirkuit Mandalika. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan numerik dengan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) menggunakan Software Plaxis 2D V24 untuk memodelkan potensi likuifaksi serta mengevaluasi efektivitas mitigasi menggunakan Rigid Inclusion di area Sirkuit Mandalika. Pemodelan dilakukan dengan variasi diameter, jarak, dan ketebalan Load Transfer Platform (LTP), untuk memperoleh analisis yang lebih mendalam dan representatif terhadap perilaku tanah dan struktur. Untuk diameter yang digunakan sebesar 0,42 m; untuk jarak yang digunakan yaitu 2,5 m, 2 m, dan 1,26 m; sedangkan untuk tebal LTP yaitu 1,5 m, 1,2 m, dan 0,7 m. Percepatan gempa yang digunakan yaitu 0,5 g dengan durasi waktu 5 sekon. Berdasarkan analisis menggunakan Plaxis 2D V24, tanah asli di Sirkuit Mandalika memiliki nilai Safety Factor (SF) < 1 sehingga berpotensi likuifaksi, sedangkan perkuatan Rigid Inclusion terbukti meningkatkan SF dan menurunkan settlement, dengan Pemodelan 1 sebagai variasi paling optimal dan efektif secara teknis.
Pengaruh Siklus Beban Gempa Berulang terhadap Perilaku Tanah yang Diperkuat Geosintetik Muhammad Satria Pandu Justitia; Taufik Efendi Fadil; Pratikso Pratikso; Lisa Fitriyana
Journal of Engineering and Applied Technology Vol 2 No 1 (2026): : June: Scripta Technica: Journal of Engineering and Applied Technology
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/qgeje324

Abstract

This study aims to analyze the effect of repeated seismic loading cycles on the mechanical behavior of geosynthetic-reinforced soil using a numerical simulation approach based on the finite element method. Modeling was performed using PLAXIS 2D v22, representing a 10-meter-high soil embankment on soft subgrade based on Standard Penetration Test data from the Solo–Yogyakarta Toll Road project at STA 0+616. Reinforcement systems using woven and non-woven geotextiles were modeled under cyclic loading conditions in the form of a sinusoidal wave with a maximum ground acceleration of 0.4562 g, a frequency of 0.8 Hz, and 50 loading cycles. The analysis results show that the use of geosynthetics is capable of improving system stability and significantly reducing deformation compared to unreinforced soil. Woven geotextiles produced the most optimal response with a maximum deformation of 2.699 × 10⁻³ m and a safety factor of 1.488 due to their higher tensile stiffness capacity. Non-woven geotextiles still improved soil performance, but their effectiveness was lower under repeated dynamic loading. The mechanical response of the soil is influenced by soil–geosynthetic interaction, dynamic stress distribution, reinforcement layer configuration, and cyclic loading characteristics. The research findings underscore the importance of integrating dynamic analysis into geotechnical design in earthquake-prone regions to enhance the long-term stability and resilience of infrastructure.