Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Evaluasi Kesuksesan dan Penerimaan Microsoft Teams Pendekatan Model UTAUT, Delone & Mclean, Hot Fit Zulpa; Erwin Setiawan Panjaitan
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 7 No. 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v7i1.11903

Abstract

Microsoft TEAMS menjadi salah satu aplikasi yang digunakan oleh para dosen di Universitas Mikroskil sebagai media pembelajaran secara virtual. Dengan diimplementasikanya pembelajaran secara elektronik menggunakan Microsoft TEAMS tersebut, tentunya perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesuksesan dan penerimaan pengguna terhadap penggunaan Microsoft TEAMS di kalangan dosen Universitas Mikroskil.  Oleh karena itu dibutuhkan model evaluasi yang sesuai untuk menilai kesuksesan dan penerimaan terhadap Microsoft TEAMS. Model yang digunakan untuk mengevaluasi kesuksesan dan penerimaan pengguna terhadap Microsoft TEAMS di kalangan dosen Universitas Mikroskil adalah model gabungan yang terdiri dari model UTAUT, model kesuksesan SI DeLone dan McLean, dan model kesesuaian Human-Organization-Technology Fit (HOT Fit). Populasi dalam penelitian ini adalah dosen Universitas Mikroskil yang masih aktif mengajar dan menggunakan Ms. Teams. Besarnya jumlah dosen yang mengisi koesioner dalam penelitian ini yaitu 95 orang. Hasil penelitian menggunakan gabungan ketiga model ini ialah faktor manusia, faktor teknologi mempengaruhi minat, minat menggunakan Microsoft TEAMS berpengaruh terhadap manfaat yang didapatkan dosen, faktor teknologi mempengaruhi kepuasan dosen dalam menggunakan Microsoft  TEAMS serta ada hubungan kesesuaian faktor manuasia, teknologi dan organisasi.  
LITERATURE REVIEW OF THE APPLICATION FRAMEWORK IN THE ENTERPRISE ARCHITECTURE OF SECONDARY SCHOOLS Rivaldi Lubis; Erwin Setiawan Panjaitan
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 10, No 3 (2024): Juni 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v10i3.3235

Abstract

Abstract: The widespread use of information and communication technology (ICT) has enhanced effectiveness and quality in management, research, and education at educational institutions. In this digital age, secondary schools are required to improve operational efficiency and educational strategies through the use of information technology. Therefore, the implementation of an enterprise architecture (EA) framework is crucial to ensure a strategic alignment between educational goals and technology. However, before implementing the framework, schools must evaluate various factors that influence the suitability and effectiveness of EA, including current technology needs, staff competencies, existing infrastructure conditions, and other factors. This study gathers and analyzes data from related studies, and the results indicate the importance of understanding EA principles to optimize academic and administrative processes. By considering variables in the selection of the EA framework, evaluating school readiness, and identifying existing challenges, this research aims to assist secondary schools in effectively implementing EA. The expected outcome of this research provides theoretical support for the adoption of EA, thus facilitating more efficient strategic and operational planning in secondary schools.      Keywords: enterprise architecture; framework; information and communication technology; secondary school.  Abstrak: Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara luas telah meningkatkan efektivitas dan kualitas dalam manajemen, penelitian, dan pendidikan di institusi pendidikan. Di era digital ini, sekolah menengah dituntut untuk meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, penerapan framework arsitektur enterprise (EA) menjadi penting untuk memastikan aliansi strategis antara tujuan pendidikan dan teknologi. Namun, sebelum penerapan framework dilakukan, sekolah harus mengevaluasi berbagai faktor yang mempengaruhi kesesuaian dan efektivitas EA, termasuk kebutuhan teknologi terkini, kompetensi staf, kondisi infrastruktur yang ada, dan faktor lainnya. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari studi terkait, hasilnya menunjukkan bahwa pentingnya pemahaman tentang prinsip-prinsip EA untuk mengoptimalkan proses akademik dan administratif. Dengan mempertimbangkan variabel-variabel dalam pemilihan framework EA, evaluasi kesiapan sekolah, dan identifikasi tantangan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah menengah dalam mengimplementasikan EA secara efektif. Diharapkan hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi teoretis yang mendukung pengadopsian EA, sehingga memfasilitasi perencanaan strategis dan operasional yang lebih efisien di sekolah menengah.Kata kunci:arsitektur enterprise; framework; sekolah menengah; teknologi informasi dan komunikasi. 
Peningkatan Kompotensi Siswa melalui Pelatihan Merakit PC Apriyanto Halim; Erwin Setiawan Panjaitan; Afen Prana Utama Sembiring; Tya Wildana Hapsari
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.985

Abstract

Perkembangan perangkat komputer saat ini semakin banyak digunakan dari berbagai kalangan yang ada termasuk ke dalam kalangan remaja. Perkembangan tersebut juga berkembang terhadap jenis, harga dan spesifikasi perangkat yang digunakan. Namun, hal ini memunculkan masalah baru seperti gimana cara memperbaikinya, gimana cara menyatukannya, dan jenis komponen perangkat yang diperlukan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan merakit Personal Computer (PC). Adapun proses pelatihan ini dilaksanakan terhadap siswa/i SMK Swasta Methodist Tanjung Morawa. Berdasarkan hasil pre-test awal yang diberikan terdapat sekitar 78% peserta masih belum mengetahui bagaimana cara merakit komputer yang baik. Setelah proses pembagian pre-test dilaksanakan, dilakukan proses penjelasan materi terkait komponen yang terdapat di dalam komputer. Setelah itu, dilanjutkan kepada proses merakit PC disertai dengan pemasangan sistem operasi. Pada akhir pelatihan diberikan kembali post-test untuk mengukur hasil pelatihan yang telah dilakukan. Dari hasil post-test tersebut terlihat terjadinya proses peningkatkan pemahaman peserta pelatihan yang diberikan.
Menguji Pengaruh Kualitas Integrasi dalam Model Kesuksesan Sistem Informasi Studi Kasus: Platform E-Commerce Rizky Damayanti Ritonga; Erwin Setiawan Panjaitan; Sofiana Nurjanah
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 April 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i2.14565

Abstract

E-commerce adalah proses transaksi jual beli yang dilakukan secara online menggunakan teknologi digital atau internet. Teknologi ini menghubungkan perusahaan, konsumen, dan masyarakat untuk memfasilitasi transaksi online, penjualan, dan pemasaran. Salah satu elemen penting dalam e-commerce adalah kualitas integrasi, yang memastikan berbagai subsistem atau komponen bekerja secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kualitas integrasi terhadap kesuksesan sistem informasi e-commerce di Medan, menggunakan model DeLone and McLean. Survei dilakukan terhadap 406 pengguna, dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan SmartPLS. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas informasi, kualitas sistem, dan kepuasan pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensitas penggunaan. Selain itu, kualitas layanan dan kualitas integrasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. Namun, kualitas layanan dan kualitas integrasi tidak mempengaruhi intensitas penggunaan, sementara kualitas informasi dan kualitas sistem tidak mempengaruhi kepuasan pengguna e-commerce di kota Medan.
The Role of Digital Resilience as a Moderator in Digital Banking Usage Behavior within the Modified UTAUT2 Model Anthony Anthony; Erwin Setiawan Panjaitan; Sofiana Nurjanah
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3696

Abstract

This study aims to analyze digital banking usage behavior by developing a Modified UTAUT2 model that integrates trust and digital resilience within the context of Medan City, Indonesia. A quantitative causal approach was employed using survey data collected from 316 active digital banking users selected through purposive sampling. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling with SmartPLS 4.1 to evaluate both measurement and structural models. The results indicate that performance expectancy, effort expectancy, social influence, and trust significantly influence behavioral intention, while behavioral intention and habit significantly influence use behavior, with habit emerging as the strongest predictor of actual usage. Facilitating conditions were not found to significantly affect use behavior. Digital resilience did not moderate the relationships between behavioral intention, facilitating conditions, habit, and use behavior in the main model; however, it demonstrated significant direct effects on both behavioral intention and use behavior in the exploratory model. Additionally, digital resilience negatively moderated the relationship between performance expectancy and behavioral intention, suggesting that highly resilient users rely less on instrumental performance perceptions in forming intention. The model exhibits moderate to high predictive power, explaining 47.6 percent of behavioral intention and 68.3 percent of use behavior. The findings extend UTAUT2 by highlighting the role of adaptive capacity in digital financial service adoption and provide practical implications for strengthening trust, usability, and habitual engagement in digital banking services.
Menguji Peran Kesadaran Pengguna dalam Model Penerimaan Aplikasi FinTech Menggunakan Pendekatan UTAUT2 Muhammad Arsyad Bin Asrul; Erwin Setiawan Panjaitan; Sofiana Nurjanah
Jurnal Sifo Mikroskil Vol. 27 No. 1 (2026): JSM VOLUME 27 NOMOR 1 TAHUN 2026
Publisher : Fakultas Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55601/jsm.v27i1.1646

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kesadaran pengguna dalam mempengaruhi niat penggunaan (Behavioral Intention) dan perilaku penggunaan (Use Behavior) aplikasi Financial Technology (FinTech) dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner daring kepada pengguna aplikasi FinTech di Kota Medan. Sebanyak 392 responden diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat penggunaan aplikasi FinTech. Selain itu, variabel kebiasaan penggunaan juga terbukti mempengaruhi niat dan perilaku penggunaan aplikasi FinTech. Niat penggunaan selanjutnya terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan aktual aplikasi FinTech. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui pengembangan model UTAUT2 dengan menambahkan variabel kesadaran pengguna dalam konteks adopsi FinTech serta memberikan implikasi praktis bagi penyedia layanan FinTech dalam meningkatkan literasi dan kesadaran pengguna terhadap penggunaan teknologi keuangan digital.
EVALUASI TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN FRAMEWORK COBIT 2019 PADA PT CAPELLA MEDAN Ramiro Gunady; Erwin Setiawan Panjaitan
Jurnal TIMES Vol 15 No 1 (2026): Jurnal TIMES
Publisher : STMIK TIME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51351/jtm.15.1.2026925

Abstract

Penelitian ini menggunakan COBIT 2019 sebagai kerangka kerja untuk mengevaluasi tata kelola TI pada PT Capella Medan. Proyek ini dimulai dengan melakukan identifikasi domain menggunakan design factor. Dari hasil identifikasi terdapat 4 domain yang perlu dilakukan evaluasi, yakni EDM.05,APO.06, BAI.09, dan MEA.03. Tahap selanjutnya adalah dengan melakukan penilaian level kapabilitas yang dimulai dengan menyebarkan kuesioner kepada kepala divisi TI perusahaan, dimana data hasil kuesioner digunakan untuk menilai level kapabilitas dengan hasil EDM.05 berada di level kapabilitas 3, APO.06 berada di level kapabilitas 2, BAI.09 berada di level kapabilitas 2, dan MEA.03 berada di level kapabilitas 2. Selanjutnya dilakukan analisis kesenjangan berdasarkan hasil penilaian level kapabilitas. Didapati kesenjangan untuk EDM.05 sebesar 1, APO.06 sebesar 3, BAI.09 sebesar 3, dan MEA.03 sebesar 3. Pemberian rekomendasi berdasarkan analisis kesenjangan, diberikan sebanyak 89 rekomendasi untuk mengatasi kesenjangan yang terjadi saat ini.
PREDIKSI POLUSI UDARA BERDASARKAN TINGKAT CURAH HUJAN MENGGUNAKAN MODEL LSTM, BILSTM DAN PROPHET Nuraina Nuraina; Erwin Setiawan Panjaitan; Sofiana Nurjanah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5764

Abstract

Abstract: The city of Jakarta, as the center of Indonesia's economic life and growth, continues to experience an astonishing population surge, reaching 11,248,839 people by 2024. However, this growth is inseparable from negative consequences, such as increased activity and modernization, which significantly affect air quality. Air pollution, as a direct impact of these changes, has exceeded national air quality standards, endangering human, animal, and plant health. Understanding the relationship between air pollution and weather conditions is crucial in determining future control measures. In this study, we used the LSTM, BiLSTM, and Prophet models on air pollution data. The results show that the single BiLSTM model and the BiLSTM-Prophet hybrid model provide the best performance, with accuracy levels reaching 99.32% and 99.31%, respectively. These findings provide a solid basis for forecasting and controlling potential future air pollution levels, as well as identifying key factors contributing to air quality in the capital city. . Keyword: Air Pollution, LSTM, BiLSTM, Prophet, Rainfall Abstrak: Kota Jakarta, sebagai pusat kehidupan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, terus mengalami lonjakan penduduk yang menakjubkan, mencapai 11.248.839 orang pada tahun 2024. Namun, pertumbuhan ini tidak terlepas dari konsekuensi negatif, seperti peningkatan aktivitas dan modernisasi, yang secara signifikan mempengaruhi kualitas udara. Polusi udara, sebagai dampak langsung dari perubahan ini, telah melampaui standar kualitas udara nasional, membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Memahami hubungan antara polusi udara dan kondisi cuaca sangat penting dalam menentukan langkah-langkah pengendalian di masa depan. Dalam penelitian ini, kami menggunakan model LSTM, BiLSTM, dan Prophet pada data polusi udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tunggal BiLSTM dan model hybrid BiLSTM-Prophet memberikan kinerja terbaik, dengan tingkat akurasi masing-masing mencapai 99,32% dan 99,31%. Temuan ini memberikan dasar yang kuat untuk memperkirakan dan mengendalikan potensi tingkat polusi udara di masa depan, serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap kualitas udara di ibu kota. Kata kunci: Polusi udara, LSTM, BiLSTM, Prophet, Curah hujan
PERBANDINGAN KESESUAIAN PENDAPAT MANUSIA DAN AI (CHATGPT, GEMINI, DEEPSEEK) MENGGUNAKAN PENDEKATAN GROUND TRUTH Kelvin Kelvin; Sunaryo Winardi; Handoko Handoko; Erwin Setiawan Panjaitan; Rivaldi Lubis
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6784

Abstract

Abstract: The rapid advancement of Large Language Models (LLMs) has significantly improved sentiment analysis capabilities. However, the extent to which these models produce sentiment classifications consistent with human judgment remains an important research question. This study aims to evaluate and compare the agreement of ChatGPT, Gemini, and DeepSeek with human-generated ground truth in sentiment analysis. A total of 1,497 product reviews were collected from the Sephora Products and Skincare Reviews dataset. Three independent annotators labeled each review as positive, neutral, or negative to establish the ground truth. The annotation reliability achieved a Fleiss' Kappa coefficient of 0.7053, indicating substantial agreement and confirming the reliability of the ground truth for evaluation purposes. Subsequently, the three LLMs performed sentiment classification using an Expectation–Role–Action (ERA) prompting strategy. Model performance was assessed using Cohen's Kappa to measure agreement with the ground truth and Spearman's rank correlation to evaluate the consistency of sentiment rankings. The results show that DeepSeek achieved the highest performance, with an average Cohen's Kappa of 0.753 and an average Spearman's correlation coefficient of 0.860, followed by Gemini (κ = 0.662; ρ = 0.834), while ChatGPT demonstrated the lowest agreement (κ = 0.223; ρ = 0.367). These findings indicate that the three LLMs exhibit significantly different levels of agreement with human judgment, with DeepSeek producing sentiment classifications that most closely align with the established ground truth.  Keywords: Large Language Models, Sentiment Analysis, Ground Truth, Cohen's Kappa, Spearman's Rank Correlation.   Abstrak: Perkembangan Large Language Models (LLMs) telah meningkatkan kemampuan analisis sentimen berbasis kecerdasan buatan. Namun, tingkat kesesuaian hasil klasifikasi sentimen yang dihasilkan oleh berbagai LLM terhadap penilaian manusia masih memerlukan evaluasi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat kesesuaian hasil analisis sentimen ChatGPT, Gemini, dan DeepSeek terhadap ground truth yang diperoleh melalui anotasi manusia. Penelitian menggunakan 1.497 ulasan produk dari dataset Sephora Products and Skincare Reviews. Sebanyak tiga anotator independen melakukan pelabelan sentimen ke dalam kategori positif, netral, dan negatif untuk membentuk ground truth. Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan nilai Fleiss' Kappa sebesar 0,7053, yang mengindikasikan tingkat kesepakatan Substantial Agreement, sehingga ground truth layak digunakan sebagai acuan evaluasi. Selanjutnya, ketiga model LLM melakukan klasifikasi sentimen menggunakan prompt berbasis Expectation–Role–Action (ERA). Tingkat kesesuaian hasil klasifikasi dievaluasi menggunakan Cohen's Kappa, sedangkan konsistensi hubungan dengan ground truth dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DeepSeek memberikan performa terbaik dengan rata-rata Cohen's Kappa sebesar 0,753 dan rata-rata korelasi Spearman sebesar 0,860, diikuti oleh Gemini (κ = 0,662; ρ = 0,834), sedangkan ChatGPT memperoleh tingkat kesesuaian terendah (κ = 0,223; ρ = 0,367). Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan interpretasi sentimen antar model LLM, dengan DeepSeek menghasilkan klasifikasi yang paling mendekati penilaian manusia pada dataset yang digunakan. Kata kunci: Large Language Model, Analisis Sentimen, Ground Truth, Cohen's Kappa, Spearman Correlation.