Heince Ruddy Nicky Wokas
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Camel Method Analysis on PT. Bank SulutGo Financial Statements for the Period 2017-2021 Fitria Ayu Lestari Niu; Heince Ruddy Nicky Wokas; Elda Roring
Kunuz: Journal of Islamic Banking and Finance Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Program Study Islamic Banking, Faculty of Economics and Bussiness Islam, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/kunuz.v2i2.393

Abstract

This study aims to analyze the level of health of the PT. Bank SulutGo in the period of 2017-2021 using the CAMEL method. The research used a quantitative descriptive method. The data display was in the form of documentation that is the data managed based on the financial statement of PT. Bank SulutGo during the period of 2017-2021. The data analysis technique using the CAMEL that is the capital adequacy ratio (CAR), asset quality (KAP), Management (NPM), Rentability (ROA and BOPO), and Liquidity (LDR) ratios. The results indicated the level of health of PT. Bank SulutGo, before the pandemic in 2017 to 2018, was predicated as healthy, with average CAMEL scores of 81% and 84%. Whereas in 2019, it decreased with a reasonably healthy predicate with a CAMEL score of 78%, which was influenced by the performance aspects of management and liquidity, which were unhealthy. However, in 2020 and 2021, during the covid-19 pandemic, it did not affect the level of health of PT. Bank SulutGo, this can be seen from the CAMEL scores of 86% and 82%, which means that predicated as healthy.
FENOMENOLOGI SHADOW ECONOMY DAN KEYAKINAN PELAKU EKONOMI INFORMAL TERHADAP SISTEM PERPAJAKAN Ika Wahyuni Dapi; David Paul Elia Saerang; Heince Ruddy Nicky Wokas
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/7vcrnw37

Abstract

Fenomena shadow economy dan rendahnya kepatuhan pajak di kalangan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencerminkan tantangan yang terus berlangsung dalam sistem perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman, persepsi dan makna yang dibangun oleh pelaku ekonomi informal terhadap sistem perpajakan, serta memahami keyakinan mereka terhadap sistem perpajakan di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 7 (tujuh) pelaku usaha di Kota Manado dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dengan bantuan software QDA Miner Lite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pelaku ekonomi informal terhadap sistem perpajakan didominasi oleh kurangnya pemahaman aturan perpajakan yang berlaku, dipengaruhi oleh minimnya sosialisasi dan pendampingan perpajakan. Disamping itu, pelaku ekonomi informal pada dasarnya memandang bahwa tarif pajak yang berlaku masih tergolong wajar dan dapat diterima sepanjang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi usaha, namun di sisi lain muncul skeptisisme terhadap pengelolaan dana pajak yang dirasakan tidak benar-benar kembali kepada masyarakat. Namun demikian, pelaku ekonomi informal memaknai pajak sebagai kewajiban warga negara yang harus dipenuhi sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara dan pemerintah. Keyakinan pelaku ekonomi informal terhadap sistem perpajakan cenderung rendah karena tidak adanya manfaat yang dirasakan dari pajak yang dibayarkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan transparansi, serta penguatan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha agar dapat meningkatkan pemahaman, kepercayaan dan partisipasi mereka dalam sistem perpajakan secara lebih berkelanjutan.