Hadiono
Program Studi Ilmu Keolahragaan, Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Circulo Massage Terhadap Penurunan Perasaan Kelelahan Kerja Guru Wanita Taman Kanak-Kanak Negeri Danarstuti Utami; Priska Dyana Kristi; Hadiono; Andri Arif Kustiawan
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v1i1.4413

Abstract

Stressor psikososial terdiri dari bagian pekerjaan, bagian keluarga, dan bagian masyarakat. Pengajar guru TK sebagai pendidik awal, harus dapat memberikan ilmu dasar, dan menjadi pribadi yang tangguh pada anak didiknya. Hal tersebut menyebabkan tubuh mengalami penurunan perasaan pada kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari circulo massage terhadap penurunan perasaan kelelahan pada kerja guru wanita TK. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan one group pretest-posttest designs dengan perlakuan circulo massage terhadap subjek/respondan, sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan populasinya adalah para guru wanita TK. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 12 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t dengan bantuan program berupa SPSS (Statistical Program for Social Science). Hasil menunjukkan skor pada perasaan kelelahan kerja rata-rata didapat sebelum = 38,67 dan sesudah = 24,42 terdapat selisih = 14,25 dengan t hitung = 6,362 pada derajat kebebasan atau degree of freedom (DF) = 11 dan diperoleh t tabel sebesar 2,201. Data menunjukkan besarnya nilai t hitung lebih besar dari t table dari hasil diatas, artinya terdapat penurunan yang signifikan dari perbandingan t hitung dengan t tabel. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa circulo massage terbukti mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penurunan perasaan kelelahan pada kerja guru wanita TK. Kata kunci: : circulo massage, kelelahan, guru TK
ANALISIS KEMAMPUAN TEKNIK DASAR PASSING DITINJAU DARI KARAKTERISTIK USIA (STUDI KASUS PADA PEMAIN BOLA VOLI PADEPOKAN NGAWI JUNIOR) Prakosa Gempur Pamungkas; Eko Sudarmanto; Nurhidayat Nurhidayat; Nur Subekti Nur Subekti; hadiono hadiono
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v3i1.6017

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat Kemampuan Teknik Dasar Passing Atas ditinjau dari Karakteristik Usia 11-13 tahun pada Padepokan Bola Voli Junior Ngawi yang dikelompokkan pada beberapa Kategorisasi diantaranya Kategori Sangat Baik, Kategori Baik, Kategori Cukup, Kategori Kurang, dan Kategori Sangat Kurang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan keluaran hasil berupa persentase dari tiap-tiap kategori. Teknik yang dilakukan dalam melakukan penelitian dengan melakukan perhitungan kemampuan passing atas yang dilakukan oleh para Atlet secara menyeluruh (totally sampling) sebanyak 25 Atlet yang dilakukan selama 4 hari dan skor yang didapatkan mengacu pada sumber literatur yang ada. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah jumlah Atlet bola voli dari Padepokan Ngawi Junior di Kota Ngawi sesuai dengan kategorinya berdasarkan pada rentang usia para Atlet. Hasil penelitian didapatkan, untuk Atlet dengan usia kelahiran tahun 2010, terdapat 1 Atlet yang termasuk kedalam Kategori Sangat Baik, 3 Atlet yang termasuk kedalam Kategori Baik, 2 Atlet yang termasuk kedalam Kategori Cukup, dan 1 Atlet yang termasuk kedalam Kategori Kurang. Kemudian untuk Atlet dengan usia kelahiran tahun 2011, terdapat 2 Atlet yang termasuk kedalam Kategori Sangat Baik, 3 Atlet yang termasuk kedalam Kategori Baik, dan 4 Atlet yang termasuk kedalam Kategori Cukup. Selanjutnya Atlet dengan usia kelahiran tahun 2012, terdapat 1 Atlet yang termasuk kedalam Kategori Sangat Baik, dan 3 Atlet yang termasuk kedalam Kategori Cukup. Terakhir yaitu Atlet dengan usia kelahiran tahun 2013 dimana terdapat 3 Atlet yang termasuk dalam Kategori Cukup dan 2 Atlet yang termasuk kedalam Kategori Kurang.
The Effect of HIIT on Increasing VO2 Max in White Water Rafting Athletes Hadiono Hadiono; Nuril Huda; Andes Permadi; Ajeng Nur Khoirunnisa; Mirna Larasati
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 8 No 1 (2024): MARCH
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v8i1.33354

Abstract

This research was carried out to find out the effect of training using the High Intensity Interval Training (HIIT) model on increasing VO2 Max in white water rafting athletes. This research design is an experimental pre-post design. This research used 28 white water rafting athletes, consisting of 16 male athletes and 12 female athletes. The athlete's age range is 16-22 years. All research subjects were in healthy condition. All subjects were given the same treatment, namely training using the HIIT model. Intervention with HIIT cardio training. The HIIT training model uses an intensity of 90-100% of Maximal Heart Rate (MHR). HIIT is done with a ratio of 30 seconds of exercise then 3 minutes of rest. Exercise uses an intensity of 90% MHR in the first week and will be increased every week until it reaches 100% MHR. Exercises were carried out for 6 weeks with a frequency of 4x per week. VO2 Max measurements are carried out using a multistage test instrument. In this research, it can be seen that HIIT exercise carried out for 6 weeks with a frequency of 4 times per week can increase athletes' VO2 Max. There is a significant difference in VO2 Max between male and female athletes with a difference test result of P < 0.05. Exercise using the HIIT model which is carried out for 6 weeks with a frequency of 4x a week can increase the VO2 Max of white water rafting athletes. HIIT training can be used as a recommendation to increase VO2 Max for white water rafting athletes.
Athletica Pro Design: Perangkat Portabel untuk Pemantauan Denyut Jantung, Saturasi Oksigen, dan Pengatur Waktu dalam Aktivitas Olahraga Gema Kharismajati; Daviq Nariel Islamy; Ivan Dwi Setyawan; Hadiono Hadiono; Andryas Yuniarto
Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science Vol 5 No 2 (2025): Juni: Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ijpess.v5i2.1196

Abstract

Study purpose. Athletica Pro is an innovative portable device designed to provide a comprehensive solution for health monitoring during sports activities. Materials and methods. This device integrates advanced electronic components, including the Arduino Nano, MAX30102 sensor, OLED SSD1306 display, RTC DS3231 module, and LiPo battery, ensuring accurate and reliable monitoring of heart rate, oxygen saturation, and timer functions. Result. The results of the effectiveness test show that Athletica Pro delivers highly precise data under various sports conditions, making it an essential tool for athletes and coaches who require real-time and dependable health monitoring. With cutting-edge technology and an efficient design, this device not only aids in maintaining athletes' health but also can help improve athlete performance through better heart rate monitoring Conclusion. These findings suggest Athletica Pro is a viable alternative to commercial health monitors for athletes.
Bahasa Inggris Yona Bayu Prasetyo; Saddan Pramana Putra; Agung Dwi Darmawan; Hadiono Hadiono; Vega Mareta Sceisarriya; Achmad Furqon Bildhonny; Andryas Yuniarto
Jurnal Porkes Vol 9 No 2 (2026): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v9i2.30549

Abstract

Caffeine is a widely used ergogenic aid known to enhance both physical and cognitive performance. Its potential to influence lactate accumulation during high-intensity exercise, such as sprinting, remains an area of interest.This study aimed to investigate the effect of 100% Arabica caffeine consumption on blood lactate levels following sprint activity.Using a pretest-posttest control group design, 32 sprint athletes from KONI Madiun (divided into treatment and control groups) participated in a 30-meter sprint test repeated three times. The treatment group consumed 3–6 mg/kg body weight of caffeine in the form of an Americano one hour prior to testing. Blood lactate levels were measured post-sprint using a lactate analyzer. Independent t-tests were conducted with a significance level of p < 0.05. The treatment group consistently exhibited lower lactate levels compared to the control group across all sprint stages. Statistically significant differences were observed in Sprint 1, Sprint 2, and the total lactate accumulation while Sprint 3 showed no significant difference (p = 0.072). The findings suggest that caffeine consumption before sprinting may reduce lactate accumulation and improve metabolic efficiency. Caffeine intake in the form of 100% Arabica Americano has a significant effect in lowering blood lactate levels during repeated high-intensity sprint efforts. This supports its potential use as an ergogenic aid in anaerobic sports. However, variability in individual response highlights the need for tailored supplementation strategies and further investigation into long-term physiological adaptations.
Tingkat Keterampilan Motorik Kasar Siswa di Sekolah Sepak Bola Daerah Istimewa Yogyakarta Rafid Abiyyu Tridita; Priska Dyana Kristi; Andri Arif Kustiawan; Hadiono
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 7 No. 3 (2026): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v7i3.1333

Abstract

This study aims to analyze the gross motor skills level of 11-year-old students at Football Schools (SSB) in the Special Region of Yogyakarta (DIY). Gross motor skills are a fundamental basis for mastering basic football techniques, yet their mapping within non-formal coaching settings such as SSB remains rarely comprehensively studied. This study employed a descriptive quantitative method with a purposive sampling technique. The participants consisted of 47 students aged 11 years from four SSBs in DIY: SSB Matra FC (Sleman), SSB Organ (Kulon Progo), SSB Seta Muda FC (Yogyakarta City), and SSB Selabora FC (Bantul). Data collection was conducted in June 2026 using five test instruments: the 40-meter Sprint Test, Agility Run, Vertical Jump Test, Alternate Hand Wall Toss Test, and Flamingo Balance Test. Descriptive analysis proved that speed was predominantly in the Good category (44.68%), agility in the Very Good category (59.57%), leg muscle explosive power in the Very Good category (72.34%), and balance in the Very Good category (97.87%). In contrast, eye–hand coordination was predominantly in the Moderate category (74.47%). In conclusion, the gross motor skills of 11-year-old students at SSB DIY were classified as good to very good on most components, except eye–hand coordination, which requires further strengthening in training programs.
Perbandingan Akurasi Passing pada Piala Soeratin U-17 Tingkat Nasional 2025 Dian Ahmad Arjunanto; Hadiono; Andri Arif Kustiawan; Agus Pribadi
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.9824

Abstract

Keterampilan passing merupakan elemen fundamental penentu penguasaan bola, namun fluktuasi kematangan usia muda U-17 rentan memunculkan kesenjangan performa di lapangan. Penelitian ini bertujuan membandingkan secara objektif tingkat akurasi passing antara tim juara dan tim peringkat terbawah pada turnamen Piala Soeratin U-17 Tingkat Nasional 2025. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif komparatif (ex-post facto) melalui teknik purposive sampling pada satu pertandingan head-to-head di fase grup. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi berbasis Systematic Notational Analysis pada rekaman video, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis statistik menggunakan Independent Sample T-Test. Temuan deskriptif menunjukkan perbedaan pendekatan taktis; tim peringkat bawah tampil pragmatis mengandalkan aksi progresi, sementara tim juara menunjukkan efisiensi superior pada sirkulasi umpan horizontal dan regresif. Meskipun demikian, hasil uji statistik membuktikan secara empiris bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada performa total passing (p=0,802) maupun akurasinya (p=0,579) di antara kedua tim. Kesimpulannya, kemampuan teknis fundamental antarpemain di kompetisi elite nasional kelompok umur ini telah mencapai titik ekuilibrium yang setara. Implikasinya, pembeda prestasi tidak lagi bertumpu murni pada teknik dasar, sehingga fokus pembinaan keolahragaan harus dialihkan pada peningkatan efektivitas taktis, kecepatan pengambilan keputusan, dan ketangguhan mental pemain.
Analisis Komparatif Estimasi Vo2max antara Tes Multistage, Rockport, Cooper, dan Balke Nuril Huda; Hadiono; Priska Dyana Kristi; Andri Arif Kustiawan
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.9826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil estimasi VO2Max antara empat metode tes lapangan yang berbeda, yaitu Multistage Fitness Test (MFT), Tes Rockport, Tes Cooper, dan Tes Balke. Metode penelitian yang digunakan adalah (Quasi-Experimental) dengan desain One Group Repeated Measures Design. Subjek penelitian terdiri dari 14 atlet Tarung Derajat Kabupaten Bantul yang mengikuti seluruh rangkaian tes tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada rata-rata estimasi VO2Max di antara keempat metode yang diuji (p = 0,001). Analisis menunjukkan bahwa Tes Cooper memberikan hasil estimasi yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan ketiga metode lainnya karena faktor psikologis pacing mandiri. Simpulan dari penelitian ini adalah pemilihan instrumen tes lapangan memengaruhi nilai estimasi VO2Max yang dihasilkan. Praktisi olahraga disarankan untuk menggunakan instrumen yang konsisten dalam pemantauan fisik guna menghindari bias.