Asep Mustofa Kamal
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLIKASI KERAGAMAN QIRA'AT AL-QUR'AN TERHADAP TAFSIR DAN ISTINBAT HUKUM Asep Mustofa Kamal; royu nahriya
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2022): Al-Bayan : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Qur’anic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-bayan.v7i1.17922

Abstract

Artikel ini membahas tentang implikasi keragaman qira’at terhadap tafsir dan Istinbat hukum. Al-Qur’an dianggap sebagai wahyu yang berasal dari Allah secara substansi dan secara redaksi berasal dari Nabi Muhammad Saw. Kitab suci otentik dan original yang tidak dapat dipisahkan dari aspek bacaan atau cara baca (qira’at). Secara historis, proses penyalinan mushaf Al-Qur’an terjadi pada masa Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan dilatarbelakangi adanya perbedaan cara baca (qira’at) yang bersumber dari perbedaan dialek yang berakibat perselisihan di antara kaum Muslim. Sejarah mencatat bahwa qira’at al-Qur’an yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. kepada para sahabatnya dengan beragam versi qira’at. Para Ulama bersepakat bahwa qira’at yang diriwayatkan secara mutawatir bersumber dari Rasulullah adalah qira’at sab’ah. Beredarnya versi qira’at sab’ah yang mutawatir,mashur, dan shadz. Keragaman versi qira’at ini tidak bisa dihindari sehingga berimplikasi terhadap kualitas sebuah tafsir sehingga berimplikasi besar terhadap Istinbat hukum. Misalnya sebagai hasil Istinbat hukum yang terkandung dalam surat al-Ma’idah  [5]: 89, al-Shafi’i  dan  Malik berpendapat, bahwa pelaksanaan puasa selama tiga hari sebagai kifarat sumpah tidak disyaratkan harus berturut-turut, akan tetapi boleh dilaksanakan secara berturut-turut ataupun secara terpisah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan.
Studi Kritis Terhadap Konsep Etos Kerja dalam Tafsir Al-Misbah dan Tantangannya di Era Globalisasi Abdul Wahid Al Mukarom; Asep Mustofa Kamal; Lena Ishelmiani Ziarahah; Jujun Jamaludin
ISLAMICA Vol 7 No 2 (2023): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v7i2.116

Abstract

Etos kerja dalam Islam merupakan aspek fundamental dalam membangun peradaban yang produktif dan berkelanjutan. Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab menawarkan perspektif unik mengenai etos kerja berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep etos kerja dalam Tafsir Al-Misbah dan tantangan penerapannya di era globalisasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Misbah menekankan pentingnya kerja keras (ijtihad), tanggung jawab (amanah), keadilan (‘adalah), dan keseimbangan (tawazun) dalam bekerja. Namun, di era globalisasi, tantangan seperti disrupsi teknologi, degradasi moral, dan kapitalisme berlebihan dapat menghambat implementasi etos kerja Islam. Kebaharuan dari penelitian ini terletak pada analisis kritis terhadap relevansi konsep etos kerja dalam Tafsir Al-Misbah dengan dinamika modern. Studi ini berkontribusi dalam menawarkan solusi berbasis nilai Islam dalam menghadapi tantangan kerja di era digital.