Sabrida M Ilyas
Institut Agama Islam Negeri Langsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepuasan Siswa dan Kesesuai Pelayanan Bimbingan dan Konseling Wan Chalidaziah; Sabrida M Ilyas; Fatia Akla
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 9, No 2 (2022): July-December 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/consilium.v9i2.13232

Abstract

Tujuan Penelitian: Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan siswa dan kesesuaian pelayanan bimbingan dan konseling (BK) dengan menggunakan metode Importance Perfomance Analysis (IPA).Metode Penelitian: Kajian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan metode IPA. Kajian ini memiliki populasi sebanyak 454 siswa yang berasal dari sekolah SMKN 1 Langsa dengan besaran sampel 213 siswa yang diproleh melalui teknik cluster random sampling. Adapun instrument yang digunakan ialah kuesioner kepuasan pelayanan konseling yang di adaptasi dari IPA dengan r sebesar 0,92 pada 18 item pernyataan. Selanjutnya data dianalisis dengan rujukan metode IPA.Hasil Penelitian: Kajian ini menggambarkan bahwa tingkat kepuasan siswa pada pelayanan BK berada dalam kategori cukup memuaskan apabila dibandingkan dengan kesesuaian pelayanan bimbingan dan konseling yang diselengggarakan oleh guru BK di sekolah. Kesimpulan: kepuasan siswa berada dalam kategori cukup sehingga berbanding lurus dengan pelayanan BK yang diselenggarakan oleh guru BK di SMKN 1 Kota Langsa, yang artinya siswa memperoleh rasa senang, ketenangan dan mendapatkan perasaan bahagia setelah mendapat pelayanan konseling yang diberikan oleh setiap guru BK disekolah.Implikasi: Guru BK disekolah selayaknya melaksanakan pelayanan BK dengan memprioritas kebutuhan, kewajiban dan hak siswa sebagai konseli, sehingga siswa merasakan kebahagiaan dan kepuasan terhadap pelayanan yang diterimanya
Forgiveness in Muslim Indonesia: A Cross-Sectional Study of Emotional Intelligence and Social Integration during Halal Bihalal Marimbun Marimbun; Azizah Abdullah; Rizky Andana Pohan; Nengsih Nengsih; Sabrida M Ilyas; Wan Chalidaziah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8735

Abstract

Forgiveness is a vital component of interpersonal harmony and community resilience, particularly within religious and cultural contexts. In Indonesia, the halal bihalal tradition, an Islamic communal ritual of mutual forgiveness following Eid al-Fitr, represents a unique socio-religious practice of reconciliation. This study aims to examine the psychosocial predictors of forgiveness within this ritual context using a quantitative cross-sectional design involving 512 Indonesian Muslim respondents across five provinces. A structured online questionnaire was administered to assess emotional intelligence, social integration, and dispositional forgiveness. Multiple linear regression analysis revealed that emotional intelligence (β = 0.412, p < 0.001) and social integration (β = 0.192, p < 0.001) significantly predicted forgiveness, accounting for 39.1% of its variance. The findings affirm that forgiveness is a socially embedded and emotionally regulated process, reinforced by spiritual rituals, particularly during Ramadan and post-Eid gatherings. This study extends forgiveness theories by incorporating collectivist, spiritual, and ritualized dimensions, highlighting the role of halal bihalal as a culturally grounded mechanism for emotional repair and social cohesion. Limitations include the regional scope and reliance on self-report measures. Future research is recommended to explore forgiveness as a ritualized practice across diverse religious and ethnic contexts. Keywords: halal bihalal ritual, emotional intelligence, social integration, forgiveness, emotional well-being, religious-based psychoeducation