Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DESAIN SEBAGAI PRODUK DAN PRAKTIK DAN RELASINYA DENGAN MEDIA DALAM INDONESIA 4.0 Surahman, Adi
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 6 No 1 (2018): Volume 6, No. 1, Oktober 2018
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v6i1.30

Abstract

ABSTRAK Komunikasi sebagai sebuah proses penyampaian pesan dari komunikator (penyampai pesan) pada komunikan (penerima pesan) untuk mencapai kesamaan makna merupakan salah satu kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial yang pada hakikatnya memerlukan berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Dalam proses komunikasi, interaksi ini dapat terjadi pada beragam tatanan. Beragam tatanan komunikasi sebagai bentuk interaksi manusia terdiri dari intrapersonal, interpersonal, kelompok kecil (small group), komunikasi publik, dan komunikasi massa. Klasifikasi tatanan komunikasi tersebut dilakukan berdasar pada jumlah orang yang terlibat dalam proses komunikasi; yang menempatkan komunikasi massa menjadi tatanan komunikasi yang melibatkan banyak orang, tersebar dan memiliki tingkat diferensiasi yang tinggi. Dalam komunikasi massa, secara konvensional, media yang lazim digunakan terklasifikasi dalam media cetak (surat kabar dan majalah) dan media elektronik (radio dan televisi). Artikel ini akan membahas kajian pustaka menggunakan Analisis Dokumentasi untuk mengidentifikasi potensi pengembangan Desain sebagai produk dan praktik dan relasinya dengan media di era Indonesia 4.0. Dalam hal ini, pendidikan tinggi desain berperan sebagai saluran pengayaan wawasan bagi mahasiswa untuk dapat memahami konsep yang kuat dan integratif dalam kaitannya menghadapi tuntutan kebutuhan Desain di Revolusi Industri 4.0. Kata kunci: Produk Desain, Praktik Desain, Media dalam Desain, Indonesia 4.0 ABSTRACT Communication as a process of delivering messages from the communicator (messenger) to the communicant (the recipient of the message) to achieve the same meaning is one of human needs as a social being which essentially requires interacting with one another. In the process of communication, this interaction can occur in a variety of settings. Various communication arrangements as a form of human interaction consist of intrapersonal, interpersonal, small groups (small groups), public communication, and mass communication. The classification of the communication order is carried out based on the number of people involved in the communication process; which puts mass communication into a communication system that involves many people, spreads and has a high degree of differentiation. In mass communication, conventionally, media commonly used are classified in print media (newspapers and magazines) and electronic media (radio and television). This article will discuss literature review using Documentation Analysis to identify potential development of Design as a product and practice and its relationship with the media in the Indonesian era 4.0. In this case, design higher education plays a role as an insight enrichment channel for students to be able to understand a strong and integrative concept in relation to the demands of design in the Industrial Revolution 4.0. Keyword: Product Design, Design Practices, Media in Design, Indonesia 4.0
PENTINGNYA LITERASI KEUANGAN BAGI REMAJA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF MENGHADAPI PASCA PANDEMI COVID19 MELALUI EDUTALKSHOW Agustina Kusuma Dewi; Levita Dwinaya; Agus Rahmat Mulyana; Mohammad Irsyad Maulana; Radiyansyah Hakim; Adi Surahman
Al-Khidmat Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v5i2.14843

Abstract

Abstrak Kecenderungan remaja menjadi impulsive buyer di masa pandemi dipengaruhi oleh screen time, menjamurnya situs/aplikasi belanja daring serta mudahnya melakukan transaksi menggunakan uang elektronik, menunjukkan rendahnya kesadaran mengelola keuangan untuk investasi masa depan. Oleh karena itu, pengabdian ini ditujukan untuk memberikan penyuluhan berupa edutalkshow literasi keuangan pada kelompok remaja dengan menghadirkan pemateri yang mengupas mengenai bagaimana desain, teknologi informasi dan gaya hidup mengalami perubahan di era digitisasi-pandemi, termasuk pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kondisi finansial pada pasca pandemi. Pengukuran keberhasilan kegiatan menggunakan instrument kuesioner berskala Likert, sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan. Hasil kuesioner mengindikasikan penyuluhan berbentuk edutalkshow ini meningkatkan kesadaran audiens, yang awalnya hanya 50% dengan kecenderungan jawaban Netral/Ragu-Ragu, namun setelah kegiatan, lebih dari 80% menyatakan Setuju/Sangat Setuju menyisihkan uang saku dengan misalnya menabung sebulan sekali secara berkala, termasuk juga pemanfaatan jasa lembaga keuangan dalam berinvestasi sejak dini; terutama pasca pandemi. Hal ini mengindikasikan adanya penyadaran pada segmen usia yang disasar, mengenai urgensi literasi keuangan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dari yang awalnya Less Literate, menjadi Sufficient Literate.  Meski demikian, terkait media edudigital yang ditawarkan sebagai salah satu solusi literasi keuangan bagi remaja, selain perlu untuk dikembangkan, juga memerlukan penyuluhan lanjutan berupa sosialiasi media tersebut ke segmen usia masyarakat yang lebih luas.  AbstractThe significant growth in the tendency of young adults to become impulsive buyers, especially after the onset of the Covid-19 pandemic, has led to the proliferation of online shopping and the ease of making transactions using electronic money. This community service aims to develop financial literacy among young adults through an edu-talk show that invites presenters to explore how design, information technology, and lifestyle have changed in the digital pandemic. To assess the change in participants' understanding, a Likert questionnaire was given before and after the talk show. The data indicate that the edu-talk show is successful in increasing the audience's awareness of the urgency of financial literacy in the targeted age group, moving them from being less literate to sufficiently literate. 50% of respondents who tended to answer 'Neutral/Unsure' increased to more than 80% who chose 'Agree/Strongly Agree' to the statement about setting aside pocket money by saving once a month on a regular basis, including the use of financial institution services for investing at a young age, especially after the pandemic era. However, in relation to edu-digital media as a solution for instilling financial literacy among young adults, it is necessary to continuously develop and disseminate it to a wider age group.
CARA WIMBA DAN TATA UNGKAPAN BAHASA RUPA DALAM PRINT-AD SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI Studi Kasus Iklan Pemenang The Cannes Lions International Festival of Creativity Kategori Print-Ad pada tahun 1992 Dewi, Agustina Kusuma; Surahman, Adi
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v4i2.5672

Abstract

There are many advertisements whose visual expressions are dominated by Western fine arts and graphic design techniques (which tend to be one of the patrons of graphic design scholarship in Indonesia, so it requires significant exploration and development of traditional art roots to be able to find ideas about Indonesian graphic design. Wimba Method and Visual Language Expression is a wealth of world visual language, in this research it is used as a reference for visual styles based on local Indonesian traditions. Using a descriptive qualitative approach with a digital survey as a research instrument, the research objects were 43 advertisements that were winners in the print-ads category in The Cannes Lions International Festival of Creativity in 1992 (the first year the Press and Outdoor Lions category appeared). From the research results, it was concluded that visual style has the impact of providing stimuli to the target audience to determine the priority of information to be accessed; where there is a tendency, determination This begins first from an affective point of view, rather than a cognitive one.