Farrah Vauzia
Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH BENDING PADA ANTENA MIKROSTRIP FLEKSIBEL UNTUK APLIKASI IOT Farrah Vauzia; Nurista Wahyu Kirana
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3.4880

Abstract

Penggunaan antena fleksibel pada aplikasi Internet of Things (IoT) semakin diminati untuk mengatasi keterbatasan antena mikrostrip konvensional yang berbahan kaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk merealisasikan antena fleksibel yang bekerja pada frekuensi IoT 2.4 GHz dan menganalisis pengaruh bending pada antena tersebut. Pemilihan material antena mikrostrip harus mempertimbangkan karakteristik elektris dan mekanis. Material FR9111 dipilih karena memiliki permitivitas relatif yang hampir sama dengan material fleksibel lainnya namun lebih kuat secara mekanis. Sebelum disimulasikan, dimensi patch antena dan feedline terlebih dahulu dihitung secara matematis. Berdasarkan hasil simulasi, antena memiliki dua frekuensi kerja yaitu 0.885 MHz dengan return loss -16.81 dB dan 2.4 GHz return loss -14 dB. Antena mikrostrip kemudian difabrikasi dan diukur dengan kondisi awal 0° atau datar. Selanjutnya antena dilekukkan (bending) dengan sudut 30°, 60°, dan 90° untuk diukur kembali. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa antena mikrostrip memiliki dua frekuensi kerja yang berbeda tergantung sudut bending. Bending pada antena juga berpengaruh terhadap return loss dan bandwidth.  
2.4 GHz Energy Harvester for Ultra-Low Power IoT Sensor Applications Farrah Vauzia; Enceng Sulaeman; Yana Taryana
Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jet.679

Abstract

IoT is a technology that integrates various devices and can be controlled remotely via the internet. Currently, IoT is rapidly developing in sectors such as health, agriculture, housing, and more. Sensors play an essential role in IoT devices to collect information from the surrounding environment. The sensors rely on batteries as a power source, which affects their performance. Recent technologies have developed ultra-low power sensors to extend the battery life. However, using batteries for IoT devices over a long period is not cost-effective and efficient in terms of installation. To address this issue, an Energy Harvester system has been developed. This system collects energy from the surrounding environment and converts it into electrical energy. The focus of this research is to design and implement an energy harvester powered by Radio Frequency (RF), specifically in the 2.4 GHz frequency band for ultra-low power IoT sensor applications. The RF energy harvester (RFEH) was designed and simulated using ADS 2011.11 software. The RFEH was fabricated on FR4 epoxy PCB and the measurement was conducted in two conditions: directly connected to the signal generator and in a far-field area. The harvester achieved a maximum output current of 32.6µA under a received power of -3 dBm, satisfying the requirements for ultra-low power IoT sensors.
Optimalisasi penyearah daya RF ultra-rendah dengan metode kombinasi DC Wildan Anugrah Pratama; Farrah Vauzia; Enceng Sulaeman
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 5 No. 2: Special Issue on 16th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v5.i2.2025.111-122

Abstract

RF energy harvesting merupakan salah satu teknologi yang bertujuan untuk mengonversi sinyal gelombang radio menjadi energi listrik dalam jumlah kecil, yang kemudian dapat digunakan untuk mengoperasikan perangkat elektronik berdaya ultra-rendah seperti sensor nirkabel, perangkat IoT, dan sistem monitoring jarak jauh. Tantangan utama dalam proses ini adalah rendahnya daya input yang dapat ditangkap oleh antena, terutama ketika sumber sinyal RF berada pada jarak jauh. Untuk meningkatkan efisiensi konversi daya, digunakan metode DC combination dalam topologi rangkaian penyearah. Topologi DC Combiner ini dirancang untuk menggabungkan output dari beberapa jalur penyearah secara paralel untuk memaksimalkan tegangan output yang dihasilkan. Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan unit pengelola daya (Power Management Unit/PMU) yang berfungsi untuk mengatur distribusi daya secara optimal agar sesuai dengan kebutuhan beban. Proses pengujian dilakukan dengan variasi jarak antara antena pemancar dan penerima, serta dalam kondisi Line of Sight (LOS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan tegangan output maksimum sebesar 2,22 mV pada jarak 5 cm. Meskipun terjadi penurunan seiring bertambahnya jarak, sistem masih mampu menghasilkan tegangan sebesar -0,17 mV pada jarak 25 cm. Performa sistem juga dipengaruhi oleh orientasi antena dan nilai beban keluaran. Dengan hasil ini, sistem RF energy harvesting yang dirancang diharapkan dapat menjadi solusi potensial untuk mendukung aplikasi perangkat elektronik berdaya sangat rendah secara berkelanjutan tanpa ketergantungan pada sumber daya eksternal konvensional.