RF energy harvesting merupakan salah satu teknologi yang bertujuan untuk mengonversi sinyal gelombang radio menjadi energi listrik dalam jumlah kecil, yang kemudian dapat digunakan untuk mengoperasikan perangkat elektronik berdaya ultra-rendah seperti sensor nirkabel, perangkat IoT, dan sistem monitoring jarak jauh. Tantangan utama dalam proses ini adalah rendahnya daya input yang dapat ditangkap oleh antena, terutama ketika sumber sinyal RF berada pada jarak jauh. Untuk meningkatkan efisiensi konversi daya, digunakan metode DC combination dalam topologi rangkaian penyearah. Topologi DC Combiner ini dirancang untuk menggabungkan output dari beberapa jalur penyearah secara paralel untuk memaksimalkan tegangan output yang dihasilkan. Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan unit pengelola daya (Power Management Unit/PMU) yang berfungsi untuk mengatur distribusi daya secara optimal agar sesuai dengan kebutuhan beban. Proses pengujian dilakukan dengan variasi jarak antara antena pemancar dan penerima, serta dalam kondisi Line of Sight (LOS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan tegangan output maksimum sebesar 2,22 mV pada jarak 5 cm. Meskipun terjadi penurunan seiring bertambahnya jarak, sistem masih mampu menghasilkan tegangan sebesar -0,17 mV pada jarak 25 cm. Performa sistem juga dipengaruhi oleh orientasi antena dan nilai beban keluaran. Dengan hasil ini, sistem RF energy harvesting yang dirancang diharapkan dapat menjadi solusi potensial untuk mendukung aplikasi perangkat elektronik berdaya sangat rendah secara berkelanjutan tanpa ketergantungan pada sumber daya eksternal konvensional.