Budiyono, Anugerah Satria Pradana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Sistem Kadaster Multiguna (Studi Kasus Kecamatan Serengan, Kota Surakarta) Anugerah Satria Pradana Budiyono; Trias Aditya
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.75657

Abstract

Tanah merupakan sumber daya yang terbatas, kebutuhan akan kepemilikan dan penggunaan tanah semakin meningkat tiap waktu. Sistem administrasi pertanahan hadir untuk menjawab permasalahan tersebut. Layanan administrasi pertanahan yang meliputi pendaftaran, perpajakan, penatagunaan tanah dan pembangunan tanah di Indonesia masih disimpan dan dikelola secara terpisah oleh instansi yang berbeda yang mengakibatkan satu objek bidang tanah yang sama, dapat diartikan berbeda pada setiap instansi. Permasalahan tersebut dapat ditangani dengan sistem administrasi pertanahan di mana satu data objek tanah dapat digunakan untuk berbagai macam layanan. Sistem kadaster multiguna merupakan sistem kadaster yang tidak hanya mencakup layanan kepemilikan tanah, ataupun hanya perpajakan, tetapi layanan yang lebih luas seperti penatagunaan tanah, pembangunan dan lain sebagainya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan setiap instansi untuk mewujudkan kadaster multiguna dan membuat purwarupa sistem kadaster multiguna yang dapat digunakan untuk instansi pengguna data pertanahan. Pembentukan sistem kadaster multiguna, dibagi menjadi beberapa tahapan. Identifikasi dan pengolahan data, analisis data, pembangunan basis data kadaster multiguna, dan pembuatan sistem kadaster multiguna. Hasil yang diperoleh bahwa diperlukan standar data yang sama agar dapat digunakan untuk setiap instansi. Selain itu, diperlukan pengindeksan data spasial bidang tanah agar sinkron data antar instansi dapat dilakukan dengan baik. Hal ini sangat diperlukan dalam pembentukan basis data sistem kadaster multiguna dapat dijalankan secara optimal. Hasil akhir yang diperoleh adalah web map kadaster multiguna yang memfasilitasi ketersediaan dan akses data spasial terkait pertanahan. Data yang dalam web map terdapat berbagai macam fasilitas yaitu fasilitas tambah data, fasilitas hapus data, fasilitas ubah data, fasilitas ubah bentuk dan fasilitas lihat data. Untuk mendukung fasilitas tersebut, web map kadaster multiguna menggunakan fungsi Create Read Update and Delete (CRUD) ke basis data.
Analisis Perubahan Volume Lahan Pasca Kegiatan Galian Berbasis UAV dengan Evaluasi DEMNAS sebagai Permukaan Awal Budiyono, Anugerah Satria Pradana
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 5 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v5i2.14913

Abstract

Permukaan bumi terus berubah akibat aktivitas alam dan manusia seperti penambangan, pembangunan, reklamasi, longsor, dan erosi. Perubahan ini meninggalkan jejak berupa material yang tergali, berpindah, atau tertimbun, sehingga perhitungan volume perubahan permukaan penting untuk menilai dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model elevasi dan ortofoto berketelitian tinggi melalui integrasi metode GNSS statik dan fotogrametri udara berbasis Structure from Motion (SfM), serta mengevaluasi penggunaan DEMNAS sebagai acuan permukaan dasar dalam estimasi volume perubahan lahan. Empat titik kontrol tanah ditentukan dengan metode GNSS statik selama 1 jam (interval 1 Hz) dengan ketelitian rata-rata 8 mm (Northing), 10 mm (Easting), dan 3,7 mm (Elevasi). Titik-titik tersebut menjadi acuan pengukuran Ground Control Point (GCP) dan Independent Check Point (ICP). Foto udara diolah menggunakan Agisoft Metashape dengan algoritma Cloth Simulation Filtering (CSF) untuk pemisahan permukaan tanah. Hasilnya berupa ortofoto beresolusi 2,05 cm/pixel dengan ketelitian horizontal CE90 sebesar 0,027 m dan DTM beresolusi 3,39 cm/pixel dengan ketelitian vertikal LE90 sebesar 0,030 m. Estimasi volume pada area 3.670 m² memiliki ketelitian ±110,1 m³, sedangkan perbandingan DTM UAV terhadap DEMNAS menunjukkan selisih 13.355,72 m³ (ketelitian relatif 0,82%).