Latar belakang : Stunting adalah kondisi yang ditandai oleh kekurangan gizi pada anak, adanya infeksi yang berlangsung dalam jangka waktu lama, serta diidentifikasi melalui pengukuran tinggi badan menurut umur pada balita yang berada di bawah standar normal (Kemenkes RI, 2016). Kondisi ini mencerminkan masalah gizi kronis yang terjadi secara bertahap dan berkelanjutan. Di Kecamatan Medan Belawan angka stunting masih tergolong tinggi meskipun secara keseluruhan Kota Medan mengalami penurunan kasus dari 288 kasus pada tahun 2023 menjadi 188 kasus hingga Agustus 2024, dengan Kecamatan Medan Belawan tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi kasus tertinggi. Air minum yang terkontaminasi bakteri coliform berpotensi menimbulkan infeksi berulang seperti diare, sehingga mengganggu penyerapan zat gizi pada balita Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan kualitas fisik, biologi air minum yang dikonsumsi rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Belawan II, Lingkungan 14, Kecamatan Medan Belawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Keluarga yang memiliki balita usia 0–59 bulan yang berjumlah 50 orang sekaligus sebagai sampel. Selanjutnya dilakukananalisa analisa data yaitu dengan univariat dan bivariate. Bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan tingkat kepercayaan 95 % (α) = 0,05. pemilihan uji Chi-Square didasarkan pada skala data nominal dan tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh antara dua variabel kategorik (Lemeshow et al.,2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air minum yang memenuhi syarat kesehatan secara fisik 48 % dan syarat biologi 52 %. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum baik fisik maupun biologi dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan Kota Medan Tahun 2026. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas air minum, sanitasi lingkungan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk menurunkan kejadian stunting pada balita.