Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Factors Related To The Health Complaints Of Farmers Using Pesticides In Ajinembah Village, Kecamatan Merek, Karo District, In 2022 Seri Asnawati Munthe Munthe; Yeyen Permata Sari; Lia Rosa Veronika Sinaga; Jasmen Manurung
TOUR HEALTH JOURNAL Vol. 1 No. 3 (2022): TOUR HEALTH JOURNAL
Publisher : Akupun Tour Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Farmers have long used pesticides in an effort to control pests in vegetable and fruit crops. The use of pesticides aims to increase production in the hope that plants will avoid pests and diseases. In the highlands the use of pesticides on vegetable and fruit plants is considered too intensive, because hams and plant diseases in cool climate conditions with high rainfall and humidity are good conditions for breeding. Purpose: This study aims to determine the relationship age, spraying technique, spraying time with health complaints to farmers spraying pesticides in the community in Ajinembah Village, Brand District, Karo Regency. Method: This type of research is descriptive and quantitative in nature and uses a cross-sectional approach. The research population consisted of 67 farmers who were interviewed. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with chi-square test statistics. Resutls: The results of statistical tests show that the relationship between age and health complaints in Ajinembah Village has a p-value of 0.039 where the value is <0.05 which means that there is a relationship between age and health complaints. The relationship between the time of spraying and health complaints in Ajinembah Village has a p-value of 0.013 where the value is <0.05 which means that there is a relationship between the time of spraying and health complaints. The relationship between spraying technique and health complaints has a p-value of 0.000 where the value is <0.05 which means that there is a relationship between spraying technique and health complaints. Discussion and Conclusion: It is hoped that farmers will spray according to the direction of the wind to reduce health complaints.
HUBUNGAN KUALITAS FISIK BIOLOGI AIR MINUM DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN BELAWAN II LINGKUNGAN 14 KECAMATAN MEDAN BELAWAN KOTA MEDAN TAHUN 2026 Seri Asnawati Munthe; Lia Rosa Veronika Sinaga; Jasmen Manurung; Yolanda Manullang
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v8i1.6367

Abstract

Latar belakang : Stunting adalah kondisi yang ditandai oleh kekurangan gizi pada anak, adanya infeksi yang berlangsung dalam jangka waktu lama, serta diidentifikasi melalui pengukuran tinggi badan menurut umur pada balita yang berada di bawah standar normal (Kemenkes RI, 2016). Kondisi ini mencerminkan masalah gizi kronis yang terjadi secara bertahap dan berkelanjutan. Di Kecamatan Medan Belawan angka stunting masih tergolong tinggi meskipun secara keseluruhan Kota Medan mengalami penurunan kasus dari 288 kasus pada tahun 2023 menjadi 188 kasus hingga Agustus 2024, dengan Kecamatan Medan Belawan tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi kasus tertinggi. Air minum yang terkontaminasi bakteri coliform berpotensi menimbulkan infeksi berulang seperti diare, sehingga mengganggu penyerapan zat gizi pada balita Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan kualitas fisik, biologi air minum yang dikonsumsi rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Belawan II, Lingkungan 14, Kecamatan Medan Belawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Keluarga yang memiliki balita usia 0–59 bulan yang berjumlah 50 orang sekaligus sebagai sampel. Selanjutnya dilakukananalisa analisa data yaitu dengan univariat dan bivariate. Bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan tingkat kepercayaan 95 % (α) = 0,05. pemilihan uji Chi-Square didasarkan pada skala data nominal dan tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh antara dua variabel kategorik (Lemeshow et al.,2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air minum yang memenuhi syarat kesehatan secara fisik 48 % dan syarat biologi 52 %. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum baik fisik maupun biologi dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan Kota Medan Tahun 2026. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas air minum, sanitasi lingkungan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk menurunkan kejadian stunting pada balita.