Syamsul Bahri Mamonto
IAIN MANADO

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paradigma Kurikulum di SD Islam Terpadu Harapan Bunda Manado Syamsul Bahri Mamonto
Journal of Elementary Educational Research Vol 2 No 2 (2022): 2022 Volume 2 No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jeer.v2i2.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang paradigma kurikulum di Sekolah Dasar Islam terpadu harapan bunda Manado, dengan menggunakan metode kualitatif, dalam mengumpulkan data penulis menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Dari data tersebut penulis kemudian melakukan tahapan analisis data. Paradigma kurikulum di SDIT Harapan Bunda Manado dapat disimpulkan bahwa paradigma kurkulum yang digunakan oleh SDIT harapan bunda Manado merupakan paradigma integralis dan islamisasi ilmu yang mana konsep kurikulumnya menyusun beberapa mata pelajaran dan memadukanya baik pendidikan umum dan pendidikan agama dengan menyelaraskan model pembelajaran yang ada di sekolah dengan model pembelajaran di rumah. Kurikulum sekolah ini berlandasakan al-qur’an, as-sunnah dan yuridis. Problematika penerapan kurikulum adalah pertama masalah tenaga kependidikan, kedua yaitu dari peserta didik, ketiga adalah keadaan orang tua daan keempat adalah lingkungan masyarakat.
Revitalisasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Konstruktivisme di Museum Provinsi Sulawesi Utara Gina Nurvina Darise; Rahmawaty Alkatiri; Syamsul Bahri Mamonto
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i1.4450

Abstract

This study aims to describe the implementation of constructivism-based Islamic Cultural History learning through the utilization of the North Sulawesi Provincial Museum as a learning laboratory. A descriptive qualitative approach was employed. Data analysis involved data reduction, data display, and conclusion drawing through source triangulation. The findings indicate that museum-based learning creates interactive and contextual learning experiences, enabling students to construct their own understanding through direct interaction with Islamic historical artifacts, particularly the legacies of Imam Bonjol and Kyai Modjo. This learning activity enhances students’ critical and analytical thinking skills as well as their cultural awareness of Islamic civilization in North Sulawesi. In conclusion, the constructivist approach in Islamic Cultural History learning is able to revitalize the learning process, making it more meaningful and relevant to the demands of 21st-century education.