Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

TEORI KONSUMSI, PRODUKSI DAN DISTRIBUSI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Mohammad Habibi
JPSDa: Jurnal Perbankan Syariah Darussalam Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.443 KB) | DOI: 10.30739/jpsda.v2i1.1277

Abstract

The most fundamental reason why economics arises and is needed by humans, is because human needs are unlimited while the resources to meet those needs are limited. To overcome this, there are two main things that become the orientation of economics, namely choosing and creating. Choosing related to consumption and distribution, and creating related to production. Thus, the three activities (production, distribution, and consumption) have a very important role in solving economic problems. Islam in its universal and comprehensive teaching also discusses how production, distribution and consumption should be done. Consumption patterns and production behavior determine the wheels of the economy. The Qur'an as a source of teachings, has teachings on consumption, production and distribution in addition to other economic activities. In the context of production, of course, Muslim producers should not be tempted at all by the habits and behaviors of economists who are committing sins, consuming illicit property, spreading hostility, contradicting the sunnatullah, and causing damage on earth. However, as sophisticated as a tool for calculating the blessings of Allah certainly will not count. In conceptual consumption there are several principles that must be obeyed by Muslim consumers, which include: the principle of halal and good, the principle of absence following the passions, the principle of gratitude. Islamic economic systems offer a system economic distribution which prioritizes the value of freedom of action and action based on religious teachings and the value of justice in ownership which is based on two joints, namely freedom and justice
PERAN INKUBATOR BISNIS DALAM PENGEMBANGKAN STARTUP PADA PERGURUAN TINGGI Mohammad Habibi
ICO EDUSHA Vol. 3 No. 1 (2022): ICO EDUSHA : The 3rd ICO EDUSHA 2022 The Muslim Research Community
Publisher : STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Startups are sufficiently growth in Indonesia to become a trend in business incubators that include college or university students. This is due to the incubationconcept and program offered to prospective entrepreneurs who have potential ideas inbusiness. Thus, research was conducted to determine the role of business incubators indeveloping startups in universities. But there are obstacles in developing startups,limited technology, leadership and management. The study was conducted at thePPKIB Incubator of STAINIM with a qualitative approach. The research method usedis the method of observation and literature review by collecting data that aims tosimplify the process. It can be seen how the government encourages businessincubators in developing startups and introducing business through technology. Theresearch objective is to increase innovation or creativity in developing successful newstartups in higher education. Seen from students utilizing the facilities at the AlphabetIncubator to develop small businesses in the digital industry to increase the workforce. Keywords: Business Incubator; Startup; Innovation or Creativity References Alimudin, Arasy. “Strategi Pengembangan Minat Wirausaha Melalui Proses Pembelajaran.” E-Jurnal Manajemen Kinerja 1, no. 1 (2015): 1–13. Baskoro, M Lahandi, and Maulidian Maulidian. “Pelatihan Instagram Marketing Untuk Tenant Inkubator Bisnis Trilogi.” Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal 2, no. 1 (2019): 19–26. Bismala, L, and S Handayani. “Core Competency Factors and Sme’s Competitive Strategy.” International Journal of Recent Scientific Research 8, no. 9 (2017): 20257–20261. Budiyanto, Hery, Agus Suprapto, and Dina Poerwoningsih. “Program Pengembangan Kewirausahaan Dalam Bentuk Inkubator Bisnis Di Perguruan Tinggi Bagi Mahasiswa Pemilik Usaha Pemula.” In Seminar Nasional Sistem Informasi (Senasif), 1:385–394, 2017. Elmansori, E, and Leslie Arthur. “Entrepreneurship and SMEs through Business Incubators in the Arab World: Case Study of Jordan.” Journal of Business and Economics 6, no. 10 (2015): 1791–1800. Hamdan, Hamdan. “Model Inkubator Bisnis Untuk Menumbuhkan Kompetensi Kewirausahaan.” Jurnal Penelitian Pendidikan 13, no. 1 (2013). Jaya, Mardi Arya, Ridi Ferdiana, and Silmi Fauziati. “Analisis Faktor Keberhasilan Startup Digital Di Yogyakarta.” Prosiding Snatif (2017): 167–173. KUKM, Kementerian. “Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah” (2012). Kurniasari, Fita, and Eka Wira Putra. “Model Pembelajaran Industrial Incubator Based Learning (IIBL) Untuk Mengembangkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak.” Pena Kreatif: Jurnal Pendidikan 7, no. 2 (2018): 53–59. Mahani, Septiana Ayu Estri. “Tinjauan Model Inkubator Bisnis Rintisan (Bisnis Start up) Di Indonesia.” Jurnal Manajemen dan Bisnis (Performa) 12, no. 1 (2015): 76–95. Nurdianto, Alifian Bayu. “Optimalisasi Wakaf Untuk Inkubator Bisnis Dan Teknologi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Sidoarjo.” ISTISMAR 1 (2018): 43–49. Putra, Ryan Aditya, and Herminanto Sofyan. “Partisipasi Industri Otomotif Dalam Implementasi Work Based Learning Di SMK Daerah Istimewa Yogyakarta.” E-Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif-S1 19, no. 1 (2017). Rofieq, Mochammad, Ditya Permatasari, and Lailatul Farida. “Model Pendampingan Umkm Bidang Kerajinan Menjadi Start-Up Sukses Di Kota Malang.” Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang 3, no. 2 (2018): 1–8. Saleh, Amiruddin, and Ujang Sehabudin. “Pengembangan Program Inkubator Wirausaha Sosial Di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.” Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat 1, no. 2 (2015): 88–95. Siregar, Gustina, Dewi Andriany, and Lila Bismala. “Program Inkubasi Bagi Tenant Inwall Di Pusat Kewirausahaan, Inovasi Dan Inkubator Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.” In Prosiding Seminar Nasional Kewirausahaan, 1:45–51, 2019.
A E-COMMERCE DAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI TANTANGAN PEMASARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS : UMKM MARTABAK MR.JENGGOT): Mohammad Habibi Mohammad Habibi
Maqasiduna: Journal of Education, Humanities, and Social Sciences Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Maqasiduna
Publisher : Mukhlisina Revolution Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59174/mqs.v1i01.3

Abstract

Dalam situasi pandemi Covid-19, masyarakat pengusaha kecil, mikro, dan ultramikro paling terkena dampak kelesuan ekonomi. Usaha makanan paling menanggung beban terberatnya selama pandemi ini yang penyebab utamanya lantaran tidak semua pemilik usaha memahami pemasaran dengan memanfaatkan platform online. Pandemi ini memaksa pemilik usaha untuk beralih strategi pemasaran, promosi dan transaksi yang semula konvensional menjadi digital. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pengusaha kecil, khususnya UMKM Martabak Mr.Jenggot guna menjawab tantangan pemasaran selama masa Pandemi Covid-19. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan observasi partisipatif. Hasil dari penelitian adalah pembuatan logo, stiker, akun google, akun WhatsApp Business, Instagram dan Akun Grabfood. Harapan besarnya adalah pemilik usaha Martabak Jenggot mengalami peningkatan penjualan pada masa pandemi Covid-19
Membangun Generasi Muda Yang Kreatif Dan Bertakwa Dengan Optimalisasi Masjid Dalam Upaya Mewujudkan Masyarakat Madani Di Desa Wonocolo Sepanjang Sidoarjo Mohammad Habibi; Mukhlis Lubis
Nasyatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL NASYATUNA
Publisher : Mukhlisina Revolution Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59174/nst.v2i1.44

Abstract

Pembangunan kaum muda dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Wonocolo Kota Sidoarjo melalui program pendampingan pendidikan berbasis masjid merupakan layanan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan. Masjid Besar Baiturrochim yang berlokasi di Desa Wonocolo Kelurahan Sepanjang Kota Sidoarjo tidak hanya sebagai tempat ibadah namun telah difungsikan sebagai pusat kegiatan sosial dan program Pendidikan bagi warga sekitar mengingat mayoritas mereka adalah kaum muslim. Bentuk-bentuk program pendampingan antara lain: (1) Program Mengajar Mengaji Anak-anak, (2) Program Kajian Remaja, (3) Program Jumat Berkah, (4) Program Pengajian Jamaah Masjid (5) Pusat Pengobatan Islami; hizamah gratis (6) Program Tebar Al Quran, (7) Program Santunan Anak Yatim. Dengan demikian, keberadaan Masjid Baiturrochim berfungsi sebagai sentral dan merupakan pusat aspirasi kaum muslimin. Masjid Besar Baiturrochim yang berlokasi di di Desa Wonocolo Kelurahan Sepanjang Kota Sidoarjo melalui peran Dewan Kemakmuran Masjid-nya telah mampu menanamkan pendidikan Islam bagi jamaah semua usia dan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Sepanjang melalui program pendampingan pendidikan berbasis masjid telah membuahkan perubahan perilaku positif pada penerima manfaatnya dan berimplikasi pada meningkatnya kesejahteraan dan kesehatan warga di Desa Wonocolo Kelurahan Sepanjang Kota Sidoarjo.
Quality Oriented Management Mohammad Habibi
International Journal of Management and Business Intelligence Vol. 1 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijmbi.v1i2.243

Abstract

Quality management is a phenomenon. Advanced culture that supports arts and crafts allows shoppers to choose goods with higher quality standards compared to the normal stuff. In a society that appreciates the arts and crafts, one of the tasks of the management company or owner of the company is the head of the workshop, as well as train and supervise employees and interns. The company sets the standard, assesses the work of the employees and orders rework or repair is necessary. Jobs in crafts have a limitation that is only capable of producing little other products, but has the advantage that each product can be made independently in accordance with the wishes of the customer. Craft work approach towards quality score is the primary input when the initial establishment of quality management as a part of management science.
SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI MAKRO ISLAM Mohammad Habibi; Silvia Wana Sasanti; Fara Amelia; Nur laili Fajrin
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran ekonomi Islam telah berkembang sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga era kontemporer. Kajian terhadap sejarah pemikiran ekonomi makroIslammemberikanpemahamanmenyeluruhmengenai bagaimana prinsip-prinsip syariah diterapkan dalam konteks makroekonomi seperti kebijakan fiskal, moneter, distribusi pendapatan,danpertumbuhanekonomi.Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi perjalanan sejarah pemikiran ekonomi makro Islam, mulai dari masa klasik (zaman Nabi dan Khulafaur Rasyidin), masa pertengahan (pemikiran ulama seperti Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun), hingga masa modern. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekonomi Islam memiliki fondasi yang kuat dalam prinsip keadilan, keseimbangan, dan distribusi kekayaan yang merata. Gagasan-gagasan klasik yang telah berkembang sejak abad pertengahan menjadi dasar pengembangan teori ekonomi makro Islam kontemporer.
A, Analisis Analisis Kualitatif Dan Tinjauan Literatur Tentang Motivasi Organisasi Dalam Mengadopsi Teknologi Blockchain Mohammad Habibi
Mumtaz: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/mumtaz.v5i1.1542

Abstract

Dalam revolusi digital yang membentuk kembali paradigma bisnis, organisasi menghadapi tantangan dalam memahami dan mengadopsi teknologi blockchain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong adopsi blockchain dan dampaknya terhadap operasi bisnis. Sebanyak 310 makalah ditinjau, dengan 40 dipilih untuk analisis mendalam mengenai penggunaan dan efek blockchain dalam bisnis. Metode analisis kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi motivasi organisasi untuk mengadopsi blockchain dan dampaknya. Temuan ini mengungkapkan fokus yang kuat pada mekanisme operasional blockchain dan potensi manfaatnya bagi bisnis. Namun, masih ada kesenjangan dalam memahami motivasi spesifik di balik adopsi teknologi ini oleh organisasi. Studi ini menyoroti pentingnya motivasi organisasi dalam mengadopsi blockchain dan dampak signifikan yang dihasilkannya. Wawasan ini sangat berharga bagi akademisi dan praktisi industri, memberikan panduan untuk adopsi blockchain dan strategi implementasi yang lebih efektif. Selain itu, penelitian ini menekankan perlunya pendekatan multidisiplin, mengintegrasikan perspektif teknis, bisnis, dan sosial untuk lebih memahami dinamika dan implikasi teknologi blockchain dalam konteks bisnis yang lebih luas. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi adopsi blockchain dan menyarankan arah untuk penelitian di masa depan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan praktis blockchain dalam bisnis.
REFORMING THE BUREAUCRACY: A STUDY OF PUBLIC ADMINISTRATION REFORMS AND THEIR IMPACT ON CORRUPTION AND SERVICE QUALITY Mohammad Habibi; John Ngirabong; Monica Kintomw; Timothy Rechab
Cognitionis Civitatis et Politicae Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/politicae.v2i5.3140

Abstract

Pervasive issues of corruption and inadequate service delivery remain significant challenges in public administration globally, undermining public trust and hindering development. While many nations have initiated comprehensive bureaucratic reforms, their efficacy requires rigorous empirical assessment. This study aims to analyze the impact of specific public administration reforms focusing on transparency, accountability, and performance management on levels of corruption and the quality of public service delivery. A mixed-methods approach was employed, combining quantitative analysis of panel data from 20 countries over a 10-year period with in-depth qualitative case studies of two reformed public agencies. The findings indicate that reforms implementing e-governance and open data policies have a statistically significant negative correlation with corruption. Performance-based management systems were strongly associated with improved service quality metrics. However, the case studies revealed that the success of these reforms is significantly mediated by strong political leadership and the capacity to overcome institutional resistance. The study concludes that while structural reforms are effective tools, their success is contingent upon a supportive political and institutional environment, suggesting a need for context-sensitive implementation.
ANALISIS  PENGARUH  INFLASI,  PEMBIAYAAN  MUDHARABAH,  DANA  PIHAK  KETIGA  (DPK)  TERHADAP  PERTUMBUHAN  BANK  SYARIAH  INDONESIA  (BSI) imam syafi'i; Mohammad Habibi
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 3 No 1 (2026): New Tren in Islamic Religious Educatoin
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, pembiayaan mudharabah, dan dana pihak ketiga (DPK) terhadap pertumbuhan Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank Syariah Indonesia yang  terbentuk pada 1 Februari 2021 sebagai hasil penggabungan tiga bank syariah BUMN mengalami pertumbuhan aset yang signifikan, dari Rp. 24.230.247 juta pada tahun 2015 menjadi Rp. 408.613.432 juta pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan, serta menerapkan analisis regresi linier berganda dengan berbagai uji validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel inflasi, pembiayaan mudharabah, dan DPK berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan BSI dengan nilai Adjusted R Square sebesar 87,5%. Namun, secara parsial, Dengan demikian, hanya inflasi dan DPK yang secara parsial terbukti menjadi faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan Bank Syariah Indonesia, sementara pembiayaan mudharabah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa DPK merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan bank syariah Indonesia (BSI), sebagai sumber modal utama untuk ekspansi pembiayaan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen BSI untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan DPK melalui peningkatan kepercayaan nasabah, literasi keuangan, dan efisiensi operasional. Meskipun pembiayaan mudharabah belum menunjukkan dampak signifikan, evaluasi terhadap pelaksanaan dan manajemen risikonya tetap penting untuk memaksimalkan kontribusinya di masa depan.
Perspektif Maqashid Syariah Di Era Digital: Membawa Perubahan Radikal Dalam Regulasi Etis Kecerdasan Buatan Di Perbankan Islam Ahmad Harun Daulay; Mohammad Habibi
JES (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jes.v11i1.1240

Abstract

Abstract: Artificial intelligence's (AI) quick development has drastically changed the financial services industry, especially Islamic banks. AI implementation creates ethical and regulatory issues, especially with regard to compliance with Islamic legal norms, even while it offers increased efficiency and operational precision. This research examines the evolution of ethical regulation in AI adoption within the Islamic banking sector through a systematic literature review (SLR) of thirty scholarly sources published between 2015 and 2025. The results show that existing regulatory frameworks, especially in areas like algorithmic fairness, data privacy, transparency, and human accountability, are still broad and lack explicit standards in conformity with maqashid shariah. Moreover, sharia supervisory boards' (SSBs') ability to react to new AI technology is still restricted. By suggesting the incorporation of maqashid shariah principles—justice, public benefit, and protection of individual rights—into the ethical governance of AI, this work adds to the expanding conversation on Islamic digital ethics. Practically speaking, the study emphasizes the critical need for cooperative frameworks integrating technologists, Islamic scholars, and regulators to develop AI governance models that are both technologically flexible and compliant with sharia. The study concludes that in order to protect Islamic integrity in the digital age, ethical regulation in Islamic banking needs to go beyond legal formalism and toward a dynamic, value-based methodology.