Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Need Analysis for Android-Based Sharia English Learning Heru Saputra; Heru Prastyo
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 04 (2022): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.84 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i04.29

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan sumber belajar bahasa Inggris mana yang menurut siswa paling membantu saat belajar bahasa di perangkat Android. Untuk melakukan penelitian ini, peneliti mengadopsi metodologi penelitian kualitatif. Melalui wawancara dan kuesioner, data dikumpulkan. Pada semester pertama, sebanyak 35 mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga mengikuti penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner. Melalui prosedur kualitatif, data dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menurut data, 28% siswa mengatakan bahwa mereka paling tertarik mempelajari hukum umum ketika mempelajari bahasa Inggris. Sedangkan TOEFL 25% dan syariat Islam menjadi pilihan kedua. Selain itu, 22% responden memilih bahasa Inggris untuk kehidupan sehari-hari. Saat belajar bahasa Inggris, siswa lebih suka membaca teks naratif (74%), teks deskriptif (24%), dan artikel berita (2%). Menurut tanggapan dari fakultas syariah, 94% mahasiswa menginginkan percakapan yang lugas dan 6% menginginkan ekspresi sebagai input pembelajaran. Menurut responden, mereka lebih menyukai teks otentik (22%), teks bacaan sederhana (38%), dan definisi kosakata (40%) sebagai bahan input bacaan. Terkait dengan sumber belajar siswa, 80% siswa menginginkan cerita pendek, sedangkan 18% menginginkan buku. Hanya 2% responden menyatakan bahwa mereka ingin membaca novel untuk pembelajaran pada pilihan akhir.
Gender-Neutral Language in Societal Perception: Negotiating Inclusion and Controversy Heru Saputra
JALILA: Journal of Applied Linguistics and Literary Analysis Vol. 1 No. 2 (2025): JALILA: Journal of Applied Linguistics and Literary Analysis
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender identity and social impressions are greatly shaped by language, which also is crucial. Gender-neutral language's emergence seeks to support inclusivity and fit non-binary identities. This paper investigates society opinions, debates, and difficulties with gender-neutral terminology. It looks at how gender identity representation is shaped by language patterns and the elements causing acceptance or opposition. It also looks at how legislation and the media shape public perceptions and their contributions to either supporting or impeding language reform. This study examines scholarly literature, policy documents, and media reports using a library research approach. By means of case studies from many linguistic backgrounds, a qualitative study reveals recurrent themes in gender-neutral language acceptance and opposition, therefore evaluating the efficacy of media advocacy and policy implementation. The esults show that even if younger generations are embracing gender-neutral language more and more, institutional and cultural barriers cause opposition. The paper emphasises how media helps to normalise inclusive language and the influence of government actions in either supporting or hindering their acceptance. The study finds that reconciling inclusivity with cultural traditions depends on collaborative efforts among policymakers, educators, media, and language institutions.