Moch. Kalam Mollah, Moch. Kalam
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEJARAH SOSIAL LITERASI DI INDONESIA;: DARI TRADISI ISLAM HINGGA PERUMUSAN KEBIJAKAN AR, Zaini Tamin; Mollah, Moch. Kalam
AL - IBRAH Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v6i1.120

Abstract

Beberapa penelitian menggambarkan tingkat literasi membaca siswa Indonesia termasuk rendah dibandingkan dengan siswa di beberapa negara di dunia. Padahal, dalam dalam perkembangan pendidikan, urgensi literasi tidak dapat dikesampingkan. Oleh sebab itu, penelitian ini berupaya menganalisis pendidikan literasi di Indonesia dalam konteks historis dan politis. Penelitian pustaka ini menyimpulkan bahwa literasi sejatinya merupakan tradisi kuat dalam sejarah Islam. Namun, sejarah ini baru dapat dikontekstualisasikan beberapa tahun ini melalui kebijakan pemerintah melalui gerakan literasi nasional dan internalisasi literasi pada kurikulum pendidikan nasional. Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk meningkatkan mutu pendidikan di ataranya: Pertama, membumikan makna iqra’ – yang sebenarnya merupakan tradisi Islam yang menyejarah – dalam membangun generasi literasi di Indonesia. Kedua, rumusan kebijakan literasi harus segera dimaksimalkan dan menjadi gerakan nasional.
Tuhfah Al Mawdud bi Ahkam al Mawlud: Seni Mendidik Anak ala Ibn Qayyim al Jauziyah AR, Zaini Tamin; Mollah, Moch. Kalam; Mo'tasim, Mo'tasim
JOIES (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 7 No. 2 (2022): JOIES (Journal of Islamic Education Studies), December
Publisher : Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam dan Program Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/joies.2022.7.2.143-158

Abstract

“Seni mendidik anak”, sebagai sebuah istilah, mewakili urgensi pendidikan di lingkungan keluarga yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak. Terbukti bahwa dalam lingkungan keluarga, anak memang memperoleh berbagai pengetahuan, pengalaman, aktivitas dan mendapatkan pengasuhan dari orang tua. Dalam tulisan ini akan dianalisis seni mendidik anak dalam pandangan Ibn al Qayyim al Jauziyah yang masih relevan dengan kehidupan saat ini. Penelitian pustaka ini menemukan bahwa, menurut Ibn al Qayyim, mendidik anak harus sejak dini, dimulai dengan memahami fitrah anak, pemberian ASI eksklusif, melatih berbicara, mengatur pola makan, hingga menanamkan pendidikan akhlak. Dari pendapat tersebut, dapat disarikan bahwa terdapat tiga pendekatan dalam mendidik anak: pertama, biologis, dilakukan dengan memandang anak sebagai untuk entitas yang tumbuh. Sehingga beberapa upaya dilakukan untuk menopang pertumbuhannya. Kedua, psikologis, meniscayakan bahwa anak adalah manusia yang berkembang. Itu sebabnya anak harus diberikan stimulus positif untuk perkembangannya. Ketiga, pendekatan teologis, yang merupakan pangkal dari dua pendekatan sebelumnya. Melalui pendekatan ini, setiap anak harus dikenalkan dengan tauhid, disinari dengan ajaran agama dan diajarkan nilai-nilai akhlak. Maka, mendidik anak tidaklah mudah, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Ia membutuhkan proses yang harus dilalui secara bertahap, sinergis dan berkelanjutan.