Lati Nurliana Wati Fajzrina
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Detection of Growth and Development In Gross Motor Toddlers (Case Study of Babies Aged 6 Months Cannot Pronning, Roll and Crooked) Lati Nurliana Wati Fajzrina; Nur Cahyati Ngaisah; Ira Pratamasari
JOYCED: Journal of Early Childhood Education Vol. 2 No. 2 (2022): JOYCED : Journal of Early Childhood Education
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD) FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/joyced.2022.22-10

Abstract

The analytical method of detecting growth and development carried out on children is not solely without reasons and benefits, apart from detecting whether there is a disturbance in their growth and development or not, as well as early prevention in children so that parents are able to minimize the occurrence of problems and obstacles to the growth and development of the baby. The number of respondents used is one, because this research is in the form of a field case study of toddlers aged 6 months who were conducted at AMC Metro Hospital with sources from the child development polyclinic doctor, and the baby's parents. Data obtained through direct observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out to limit matters outside the subject matter of the study so that it focuses on the main topic. The results of the research showed that toddlers experienced gross motoric problems, namely not being able to lie on their stomach, rolling over (turning over and then lying on their backs), and tilting caused by several factors including the birth process by cesarean section, breastfeeding was replaced with formula milk, and lack of stimulus from other people. old. The solution that can be given is to carry out routine checks on child growth and development polyclinics and independent stimulation at home using the KIA, KPSP, DDTK/SDIDTK guide books, as a reference in an effort to overcome problems that occur in these babies.
Permainan Tradisional Kelereng dan Perannya dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak Nur Cahyati Ngaisah; Muhammad Al Ayyubi; Lati Nurliana Wati Fajzrina; Reza Aulia; Munawarah Munawarah; Chairun Nisa Fadillah; Nailul Padhil Zohro
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.1.103-113

Abstract

Kebebasan anak dalam bermain gadget berdampak buruk dalam kamampuan anak bersosial. Permaian di dalam gadget dianggap sangat canggih dan menarik untuk dimainkan. Hal ini menjadi pengaruh punahnya permainan tradisional yang ada di Indonesia salah satunya permaian tradisional kelereng. Tujuan penelitian ini adalah mengingatkan dalam eksistensi permainan tradisional kelereng dari masa ke masa dan membantu anak mengembangakan kemampuan sosial dalam lingkungan keluarga ataupun masyarakat sekitar secara optimal. Penelitian menggunakan jenis kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara dan studi literatur terkait permainan kelereng dalam mengembangkan kemampuan sosial anak. Analisis hasil penelitian menunjukan bahwa 1) permainan tradisional kelereng mengalami kelangkaan di salah satu desa Beran Ngawi Jawa Timur, anak usia 4-7 tahun yang terdiri dari 6 orang yang dapat menguasai skill permainan kelereng hanya satu anak laki-laki saja. 2) Peran permainan tradisonal kelereng dapat mengembangkan kemampuan sosial anak yang awalnya bergantung dengan gadget dan mengabaikan lingkungan sekitarnya. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa anak memiliki ketertarikan memainkan permainan tradisional kelereng namun tidak mengetahui cara permainannya sehingga perlu adanya pengenalan permainan tradisional kelereng pada anak yang berpengaruh besar dalam kemampuan sosial anak terhadap kerjasama, menyesuaikan diri, berinteraksi, mengontrol diri, empati, menaati aturan dan menghargai orang lain.