Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Geologi dan Studi Kasus Kuat Tekan Breksi Andesit Sebagai Agregat Material Beton di Desa Kadaleman dan Sekitarna, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Anjas Alby Riant; Dianto Isnawan; M Rizqy Mahbub
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian terletak di Daerah Kadaleman dan Sekitarnya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan andesit berdasarkan sifat fisik dan mekanik batuan. Penelitian dilakukan dengan cara pengambilan data primer serta pengambilan sampel. Analisa petrografi dilakukan untuk mengetahui sifat optis mineral penyusun batuan sedangkan analisa kuat tekan uniaksial dilakukan untuk mengetahui sifat keteknikan batuan. Hasil analisis petrografi breksi andesit di daerah penelitian memiliki komposisi mineral berupa plagioklas, mineral opak, kuarsa, hornblend, glass dan massa dasar berupa glass vulkanik yang memiliki tingkat resistensi yang baik. Hasil kuat tekan breksi andesit pada sampel LP-101 memiliki nilai 720,813 kg/cm2 dan sampel LP-25 memiliki nilai 245,694 kg/cm2. Perbedaan nilai dikarenakan faktor tingkat pelapukan dan porositas batuan yang berbeda. Berdasarkan uji kuat tekan batuan tersebut masuk dalam klasifikasi medium strong. Berdasarkan Syarat Mutu Batu Alam untuk Bahan Bangunan (SII 0378-80), breksi andesit di daerah penelitian dapat diperuntukkan untuk material batu bias atau batu tempel, material penutup lantai trotoar, tonggak bata tepi jalan dan konstriksi berat beton kelas I. Berdasarkan Standar Direktoral Jendral Bina Marga (1979), pemanfaatan breksi andesit di lapangan dapat digunakan sebagai material beton bangunan rumah, material beton jalan raya dan material beton tiang pancang
Formasi Semilir Fasies Formasi Semilir di Daerah Prambanan dan Sekitarnya: fasies formasi semilir Astuti, Bernadeta Subandini; Isnawan, Dianto
Retii 2024: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-19 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regionally, the Semilir Formation is composed of volcanic products. That are dominated by tuff and lapilli, deposited in shallow marine to non-marine environments in the early Miocene to Middle Miocene, the deposition continued until the end of the Miocene. Based on outcrops in the Wukirharjo area, Prambanan, the Semilir Formation, is found to have debris flows and slumps, there is no information about these outcrops regionally, and this is the background to the research. The purpose of the study was to describe the character and facies of the Semilir Formation. The method used was stratigraphic measurement accompanied by paleontological analysis. The results of the study, the Semilir Formation can be divided into 2 facies classes, namely facies F (debris flow) and facies C (turbidity current). The lower facies of the debris flow product is 95 meters thick, composed of dominant lapilli-andesite breccia with a sandstone base mass, with a northwest-southeast paleocurrent direction; facies C is a product of current turbidity in the upper part composed of dominant tuff and sandstone-mudstone repetitions, with a west-east paleocurrent direction. The presence of debris flows and slump as the boundary between the two facies, or the beginning of the deposition of turbidity lithology products at this time.The age of the Semilir Formation in the research area using primary data is N6-N9, with a time gap of N7-N8. The overall age from both primary and secondary data, the Semilir Formation is N4-N16, with a time gap of N7-N8.
ESTIMASI SUMBERDAYA BATUBARA SEAM S3 DAN SEAM S4 MENGGUNAKAN METODE POLIGON DONAT PADA DAERAH SERONGGA, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Maynardi, Dharma Ikhsan Mahendra; Pratiwi, Dhea Ameila; Trianda, Obrin; Isnawan, Dianto
KURVATEK Vol 10 No 2 (2025): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v10i2.6405

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya alam salah satunya batubara. Batubara merupakan salah satu sumber energi yang masih memiliki peranan penting dalam mendukung kebutuhan energi nasional. Kegiatan eksplorasi dan estimasi sumberdaya batubara diperlukan untuk mengetahui potensi dan kelayakan tambang secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sumberdaya batubara pada daerah penelitian yang berlokasi di daerah Serongga, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan menggunakan metode poligon donat. Data yang digunakan berupa data pemboran dan data geofisika logging. Tahapan penelitian meliputi korelasi seam antar titik bor, penentuan batas sebaran seam batubara, pembuatan poligon donat untuk setiap kategori sumberdaya dan melakukan perhitungan tonase, dan ketebalan rata – rata. Dilakukan korelasi 15 titik bor dan dijumpai 2 seam utama yang digunakan untuk menghitung estimasi sumberdaya daerah penelitian yaitu Seam S3, dan Seam S4. Hasil dari penelitian menunjukkan ketebalan rata-rata Seam S3 adalah 1.5 m, dan Seam S4 adalah 1.45 m. Hasil total perhitungan sumberdaya batubara pada Seam S3 sebesar 2.254.679,08 ton, Seam S4 sebesar 3.455.205,60 ton, dengan total sumberdaya batubara sebesar 5.709.884,68 ton.