Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Pada Kelompok Ibu Pengajian RW 002 Pulogadung Dengan Pemeriksaan Kesehatan Dian Anggraini
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v2i2.177

Abstract

Penyakit Tidak Menular atau PTM bukan hanya ditemui kasusnya pada usia lanjut, tetapi juga ditemukan pada usia produktif. Pola hidup yang tidak sehat menjadi faktor utama terjadinya PTM. Tujuan kegiatan ini adalah terdeteksi risiko terjadinya PTM pada ibu pengajian RT 002 RW 003 Pulogadung. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, Indeks Masa Tubuh (IMT), dan pemeriksaan gula darah. Adapun hasil yang didapatkan, peserta kegiatan yang hadir berjumlah 15 orang. Karakteristik peserta berjenis kelamin perempuan, rerata usia 56,93 tahun. Adapun hasil pemeriksaan: 47 % tekanan darah normal , 20 % pra hipertensi, 26 % Hipertensi derajat 1, 7 % hipertensi derajat 2. Hasil penghitungan IMT; 33 % normal, 33 % gemuk , dan 33 % obesitas. Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu, 93 % belum pasti DM, dan 7 % DM. Pola hidup sehat sangat penting dilakukan agar tidak terjadi PTM. Dengan mempertahankan pola hidup sehat seperti cek kesehatan secara berkala, hindari asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres. Promosi dan edukasi kesehatan tentang pola hidup sehat diperlukan , agar termotivasi berperilaku hidup sehat
Penguatan Kader Paliatif Yayasan Kanker Indonesia Wilayah DKI Jakarta tentang Pencegahan dan Perawatan Luka Tekan dengan Pemberian Edukasi Kesehatan Dian Anggraini
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): JIPPM - Desember 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.071 KB) | DOI: 10.54082/jippm.30

Abstract

Kondisi terbaring dalam waktu yang lama akan berisiko terjadinya luka tekan. Pengetahuan seorang kader tentang pencegahan dan perawatan luka tekan secara sederhana diperlukan, untuk mencegah terjadinya komplikasi pada pasien kanker akibat minimal pergerakan karena penurunan kondisi kesehatan. Peningkatan pengetahuan kader paliatif diberikan agar kader mendapatkan tambahan pengetahuan tentang pencegahan dan perawatan pada luka tekan. Materi dan video edukasi diberikan secara online, mengingat kondisi pandemi yang belum berakhir. Kegiatan diikuti oleh tiga puluh peserta, dimana hasil yang didapat 75 % kader mampu menjelaskan kembali materi yang diberikan tentang pencegahan dan perawatan sederhana pada luka tekan. Pentingnya peran kader dalam pendampingan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan diperlukan, sehingga perlu di tingkatkan pengetahuan dan kemampuan memahami masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan kader, agar meminimalisir kejadian luka tekan, dengan melakukan evaluasi berkala dan kegiatan sejenis dengan memberikan pelatihan kader secara langsung tentang cara pencegahan dan perawatan sederhana pada luka tekan.
Skrining Kesehatan Siswa SMK “X” di Wilayah Jakarta Selatan dengan Penilaian Status Gizi Dian Anggraini; Stepanus Maman Hermawan; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v3i1.231

Abstract

Masalah kesehatan yang terjadi pada remaja salah satunya adalah penurunan kualitas hidup akibat dari remaja yang kurang melakukan aktivitas fisik, sehingga muncul masalah kesehatan, yaitu terjadi gangguan mental, terjadinya berbagai penyakit infeksi akibat dari pola hidup remaja yang berisiko, seperti merokok dan mulai mengenal alcoholisme akibat dari pergaulan bebas. Tujuan dari kegiatan yaitu teridentifikasi status gizi remaja SMK ”X” di wilayah Jakarta Selatan. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan. Tahapan pertama persiapan, melakukan studi pendahuluan dan perizinan. Tahapan kedua, pelaksanaan skrining kesehatan melalui pemeriksaan status gizi dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan, serta perhitungan IMT. Ketiga, evaluasi dan tindak lanjut kegiatan. Hasil yang didapatkan, yaitu siswa yang bersedia mengikuti skrining kesehatan berjumlah 103 siswa. Terbagi dalam tiga ruang kelas sesuai jurusan. Karakteristik siswa mayoritas berjenis kelamin perempuan (73%). Hasil perhitungan status gizi, sebagian besar memiliki status gizi normal 67 %, status gizi lebih 17%, status gizi kurang 13% dan obesitas 3% (n=103). Pola hidup sehat perlu ditingkatkan dan dimotivasi dengan edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkala, guna mencegah terjadinya masalah kesehatan pada remaja.
Hambatan Penerapan Telenursing Bagi Perawatan Paliatif Pasien Kanker dalam Keluarga Mariam Dasat; Dian Anggraini
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2669

Abstract

Telenursing merupakan metode perawatan jarak jauh yang menggunakan teknologi telekomunikasi yang digunakan dalam pendekatan kepada keluarga dan pasien selama pandemi Covid-19, agar pasien dan keluarga terhindar dari infeksi Covid-19. Namun pada pelaksanannya ada beberapa hambatan yang dialami keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang hambatan metode telenursing yang dilakukan keluarga dalam menjalani program pelayanan paliatif pasien kanker. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan model pendekatan studi fenomenologi. Pengumpulan data digunakan dengan tehnik wawancara mendalam terhadap enam partisipan. Pengambilan data dilakukan dengan snowball sampling. Teknik analisis data menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian menemukan hambatan penggunaan telenursing dalam perawatan paliatif. Beberapa tema yang ditemukan adalah: (1) tidak dapat menggunakan aplikasi online, (2) kurang dapat memahami apa yang disampaikan tenaga Kesehatan, dan (3) tidak memiliki telepon genggam. Hambatan tersebut disebabkan karena keluarga lebih menyukai metode tatap muka dan ada juga yang mengatakan kalau datang langsung itu lebih dahulu diberikan pelayanan. Selain itu kemampuan berkomunikasi pasien dan keluarga juga kurang, sehingga tidak dapat memahami apa yang dijelaskan tenaga kesehatan. Simpulan dari penelitian ini adalah Keluarga dan pasien harus meningkatkan penguasaan aplikasi online dan kemampuan memahami informasi yang dijelaskan tenaga kesehatan secara online.