Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Resensi Buku: Kamus Preposisi Bahasa Indonesia Ekarina
Linguistik Indonesia Vol. 42 No. 1 (2024): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MIXING OF INDONESIAN ADDRESSING TERMS IN THE LOCAL ENGLISH: MOTIVATIONS AND IDENTITY EXPRESSIONS Chandra, Patricia Cynthia; Bhimasena, Harya; Ekarina
Linguistik Indonesia Vol. 42 No. 2 (2024): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v42i2.634

Abstract

This study is concerned with the effect of globalization on language usage, especially in the context of the Indonesian workplace. Within the context of international workplaces where employees often use English to communicate with their foreign colleagues, the researchers found that Indonesian addressing terms such as Pak or Bu are often mixed in with English. This study considers this phenomenon typical in high language contact situations; and sees the mixing of some Indonesian in the English spoken in Indonesia as a distinct characteristic of the localized English used in the country. Specific patterns and motivations for such mixing of the Indonesian addressing terms in the local English may uncover certain identity expressions by Indonesians as a reaction to globalization. To explore these issues, interviews were conducted with employees of international workplaces in Indonesia to determine: (i) different motivations for mixing Indonesian addressing terms in the local English, and (ii) what the different motivations may reveal about the identities of different Indonesian speakers. Results from the interview reveal that the use of Indonesian addressing terms and the related speakers’ identities are largely dependent on social class.
Development of interactive multimedia based on cultural literacy for Pancasila education in elementary schools Agustian, Murniati; Jerica; Ernestya, Teresa Gita; Ekarina
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i3.5349

Abstract

One of the main objectives of the Merdeka Curriculum is to cultivate students who practice Pancasila values, including an appreciation of diverse cultures. Currently, teachers rely mostly on textbooks and YouTube videos, highlighting the urgent need for contextual, culturally literate interactive media. This study aimed to develop such media for Grade 3 elementary students using the ADDIE model. In the Analyze stage, a needs analysis was conducted with 20 teachers and 20 students from three elementary schools through interviews and a review of materials. The prototype was validated by media, content, and language experts, followed by one-on-one testing with three students and a broader implementation with 46 students using feasibility questionnaires. This evaluation of the multimedia yielded positive results, with respondents scoring it 85.65%, 81.85%, and 82.17% for presentation, content, and navigation, respectively, all in the excellent category. This shows that the designed interactive multimedia is suitable to be used for both classroom and independent learning. This study addresses a gap in the previous research, which primarily focused on interactive multimedia for STEM classes. Thus, we recommend a wider adoption of such contextual, interactive multimedia for a diverse range of subjects, as well as further research on its impact on students’ cultural literacy.
Bahasa dan Budaya Jawa di Gereja Katolik: Pemertahanan dan Identitas Ekarina; Apriyani, Monica
Linguistik Indonesia Vol. 44 No. 1 (2026): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v44i1.951

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran gereja, Romo (imam Katolik) dan umat Katolik dalam pemertahanan bahasa dan budaya Jawa dalam ranah kegerejaan, dengan menempatkan misa berbahasa Jawa sebagai ranah penggunaan bahasa (Fishman, 1965) dan wadah pembentukan register atau ‘enregisterment’ kombinasi semiotik yang mengindeks identitas Katolik Jawa (Agha, 2003). Tujuan utama riset ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana misa berbahasa Jawa dipertahankan dan mengapa hal ini terus dilakukan di tengah penurunan penggunaan bahasa Jawa, khususnya untuk generasi muda. Data penelitian diperoleh dari wawancara dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) bersama beberapa Romo serta umat di beberapa paroki urban di Yogyakarta. Temuan menunjukkan bahwa keberlangsungan misa berbahasa Jawa merupakan hasil investasi berbagai pihak – baik dari segi administratif, pelatihan, maupun penyediaan teks. Hal ini didasari kebijakan kelembagaan gereja yang didukung oleh komitmen filosofis untuk nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa dari berbagai pemangku kepentingan di lingkungan gereja. Kedua hal ini menegaskan pentingnya peran penutur bahasa dalam memelihara praktik kebahasaan yang mendukung pembentukan identitas kultural mereka.
Video Edukasi KBBI Daring untuk Usulan Kata Baru Ekarina, Ekarina; Engliana, Engliana; Yanti, Yanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan infrastruktur kebahasaan adalah salah satu pilar pengembangan suatu masyarakat dan budaya. Salah satu usaha penguatan infrastruktur ini adalah pengembangan kosakata melalui salah satu sarana digital dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring. Badan Bahasa memerlukan perluasan basis kontributor dari masyarakat luas, namun calon kontributor pemula seperti masyarakat awam dan mahasiswa masih menghadapi hambatan literasi perkamusan. Calon kontributor memerlukan konsep pemahaman awal untuk pengusulan kata turunan secara sistematis berbasis bukti pemakaian oleh publik dalam berbagai media. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengisi kerumpangan tersebut dengan mendukung perluasan partisipasi calon kontributor pemula dan mahasiswa melalui penyediaan panduan praktis berbentuk video edukasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kontribusi publik di KBBI daring melalui pembuatan video tutorial dalam empat tahap: (1) analisis kebutuhan dan persiapan, (2) desain konten dan produksi, (3) evaluasi, (4) implementasi. Hasil kegiatan berupa video edukasi “Sumbang Kata untuk Negeri” yang dipublikasikan pada kanal YouTube universitas dan telah memperoleh sertifikat Hak Cipta; hingga 29 Januari 2026 video telah ditonton sebanyak 237 kali sebagai indikator jangkauan awal terhadap audiens sasaran. Luaran ini menyediakan materi tutorial ringkas bagi pemula yang relevan untuk konteks pembelajaran dan berpotensi memperluas jangkauan edukasi pengusulan kosakata di KBBI daring.