Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEIKUTSERTAAN VAKSINASI COVID-19 Dewi Ayu Ningsih; Rahmah Fitria; Risneni Risneni
Jurnal Medika Malahayati Vol 6, No 3 (2022): Volume 6 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v6i3.8667

Abstract

Perkembangan kasus Covid-19 menunjukkan bahwa wanita hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami peningkatan cukup signifikan. Vaksinasi Covid-19 dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit menular yang efektif dan efisien. Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat edaran melalui Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa vaksinasi Covid-19 saat ini sudah bisa dilaksanakan bagi ibu hamil dan menyusui. Pelaksanaan vaksinasi covid-19 pada ibu hamil di Indonesia saat ini masih dalam tahap implementasi pelayanan dan belum banyak hasil evaluasi terhadap capaian program vaksinasi Covid-19 di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik keikutsertaan ibu hamil dalam vaksinasi covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke puskesmas dan PMB wilayah kerja Kota Bandar Lampung periode Oktober-November 2022 dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan sampel diambil dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menujukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur kehamilan (0,424) dan paritas (ρ 0,043) dengan status keikutsertaan vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil sedangkan umur (ρ 0,513) dan pendidikan (ρ 0,638) tidak memiliki hubungan dengan status keikutsertaan vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil. Kesimpulan penelitian adalah umur kehamilan memiliki hubungan paling signifikan terhadap status keikutsertaan vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil.
Edukasi Manajeman Laktasi Pada Ibu Hamil dan Kader Kesehatan Desa Way Huwi Kecamatan Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Ranny Septiani; Nurchairina Nurchairina; Risneni Risneni; Nora Isa TN
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif adalah asupan gizi terbaik untuk bayi baru lahir hingga usia enam bulan. Berdasarkkan data di Indonesia bayi yang mendapat ASI ekslusif pada tahun 2018 adalah 68,7 % menurun di tahun 2019 menjadi 65,8% dan di tahun 2020 menurun kembali ke 53,9%. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kader kesehatan Desa Way Huwi tentang manajeman laktasi yaitu pemberian ASI Ekslusif dan teknik menyusui yang benar. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Desa Way Huwi wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan yang dilakukan pada tanggal 14 Juni 2022 berfokus pada ibu hamil dan kader Kesehatan di Desa Way Huwi. Ibu yang menyusui secara eksklusif kepada bayi dapat mencegah kematian terhadap ibu dan anak serta mengurangi risiko penyakit terhadap anak. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yaitu pemberian edukasi tentang ASI Ekslusif dan teknik menyusui yang tbenar  kepada ibu hamil dan kader kesehatan berjalan dengan baik dan lancar. Dengan meningkatnya pengetahuan kader mengenai ASI ekslusif dan pemberian ASI Ekslusif dan Teknik Menyusui yang tepat, diharapkan para kader kesehatan dapat menyebarluaskan pengetahuan yang dimilikinya, mendorong para ibu hamil untuk mensukseskan pemberian ASI ekslusif.
The role of breastfeeding practices as part of reproductive health in preventing stunting in toddlers aged >24 months Nelly Indrasari; Eva Berliana; Amrina Octaviana; Indah Trianingsih; Risneni Risneni
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 2 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i2.3299

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem that impacts child growth and development and is an important indicator of reproductive health. Optimal breastfeeding practices, such as Early Initiation of Breastfeeding (IMD), exclusive breastfeeding, and breastfeeding until two years of age, are part of reproductive health interventions that play a role in preventing stunting. Purpose: To analyze the role of breastfeeding practices as part of reproductive health in preventing stunting in toddlers aged 24-59 months. Method: This study used a correlational analytical design with a cross-sectional approach. The study population was 1,497 toddlers, with a sample of 94 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and anthropometric measurements, then analyzed using the chi-square test with a significance level of 0.05. Results: The study showed a significant association between breastfeeding practices and stunting, including early initiation of breastfeeding (IMD) (p=0.001; OR=0.175), exclusive breastfeeding (p=0.001; OR=0.023), and breastfeeding until 24 months of age (p=0.001; OR=0.089). Overall, successful breastfeeding practices as part of reproductive health were significantly associated with stunting (p=0.001; OR=0.019), with toddlers who received optimal breastfeeding practices having a 98.1% lower risk of stunting. Conclusion: Thus, breastfeeding practices are a crucial component in efforts to prevent stunting in toddlers, particularly within the framework of reproductive health interventions
Digital Premarital Health via KesCatin: Implementation Challenges in Pringsewu, Indonesia Nelly Indrasari; Risneni Risneni; Amrina Octaviana; Eva Berliana; Nurlaila Nurlaila; Roslina
Journal of Public Health Sciences Vol. 5 No. 01 (2026): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.001370

Abstract

Stunting remains a major public health concern in Indonesia. Prevention during the premarital period is essential, as risk factors such as anemia, undernutrition, and early pregnancy (<20 years) are often established before conception. To address this, the Ministry of Health developed the KesCatin application as a digital innovation to enhance premarital reproductive health education and screening. This study aimed to explore the implementation process, challenges, and opportunities of the KesCatin application in improving digital-based premarital health services as part of stunting prevention efforts in Pringsewu District. A descriptive qualitative design was employed. Data were collected through four Focus Group Discussions (FGDs) involving 35 cross-sector program managers and in-depth interviews with 26 brides-to-be who had used KesCatin. Data were analyzed thematically following Braun and Clarke’s six-step framework, supported by source triangulation and member checking for validation. All 5,818 prospective brides registered in January–June 2024 received digital health screening and counseling via KesCatin. However, 3.2% were anemic (Hb <12 g/dL) and 1.8% had chronic energy deficiency (MUAC <23.5 cm). Thematic analysis identified three main themes: (1) strong cross-sector collaboration, (2) improved access to reproductive health information, and (3) barriers including poor internet connectivity, limited digital literacy, and absence of offline features. KesCatin has significant potential to strengthen premarital health services and support stunting prevention. To optimize its impact, offline access, user training, and continuous monitoring are recommended.