Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Keterampilan Komunikasi Intrapersonal Siswa Kelas X IPS SMA Negeri 2 Baubau Edison Edison; Unhaluddin T. Kurniawan; Rosmawati T
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11114

Abstract

Keterampilan komunikasi intrapersonal dipandang sangat penting bagi seorang siswa dimana komunikasi intrapersonal merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang mengenai berbagai kejadian-kejadian hidup yang meliputi aktivitas menerima informasi, mengolah, menyimpan dan menghasilkan kembali yang dapat dikenali dari perasaan, pemikiran, nilai-nilai prinsip yang dipegang, kegiatan mengkhayal dan sebagainya. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan komunikasi intrapersonal yang dimiliki oleh siswa SMA Negeri 2 Baubau sebagai kompetensi yang sangat diperlukan untuk mengintrospeksi diri serta adanya kecenderungan siswa yang sulit menyadari kekeliruan yang dilakukan di lingkungan sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survey pada 85 orang siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Baubau. Hasil penelitian menunjukan adanya tingkat keterampilan komunikasi intrapersonal siswa berdasarkan aspek monolog, aspek komunikasi lisan, dan aspek komunikasi tulisan yaitu dengan rincian kategori rendah terdapat 12 siswa (14,12 %), kategori sedang terdapat 62 siswa (72,94 %), dan kategori tinggi terdapat 11 siswa (12,94 %). Dengan demikian rata-rata keterampilan komunikasi intrapersonal siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Baubau masih berada pada kategori sedang.
Stereotip, Prasangka Dan Diskriminasi Yang Terjadi Pada Komunitas Pengungsi Ambon Di Masyarakat Pulau Makasar Rosmawati T; Amanda Putri Amalia
Frame (Jurnal Ilmiah Mahasiswa) Vol. 3 No. 2 (2024): FRAME (Jurnal Ilmiah Mahasiswa)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/frame.v3i2.7156

Abstract

Stereotip, prasangka, dan diskriminasi merupakan fenomena sosial yang dapat berdampak negatif terhadap kelompok tertentu, termasuk komunitas Ambon di pulau Makasar (Puma) Kota Baubau. Stereotip terhadap masyarakat Ambon sering kali berkaitan dengan karakteristik budaya dan historis yang disederhanakan, seperti anggapan bahwa mereka memiliki sifat keras atau mudah terlibat dalam konflik. Stereotip ini kemudian memicu prasangka yang menyebabkan perlakuan tidak adil dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, dan interaksi sosial. Prasangka yang berakar kuat dapat berkembang menjadi diskriminasi, baik dalam bentuk eksplisit seperti pengucilan sosial dan ketidaksetaraan kesempatan, maupun dalam bentuk implisit seperti bias dalam pengambilan keputusan institusional. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana stereotip dan prasangka terhadap komunitas Ambon terbentuk serta dampaknya terhadap kehidupan sosial mereka. Dengan memahami mekanisme di balik fenomena ini, diharapkan dapat ditemukan langkah-langkah strategis untuk mengurangi diskriminasi dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa falsafah PO-5 menjadi dasar pegangan hidup masyarakat Pulau Makasar sehingga tercipta kondisi lingkungan Masyarakat yang harmonis, Aman, tentram serta jauh dari segala bentuk diskriminasi baik ras, agama, social-budaya dan sejenisnya.