Amanda Putri Amalia
Universitas Muhammadiyah Buton

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stereotip, Prasangka Dan Diskriminasi Yang Terjadi Pada Komunitas Pengungsi Ambon Di Masyarakat Pulau Makasar Rosmawati T; Amanda Putri Amalia
Frame (Jurnal Ilmiah Mahasiswa) Vol. 3 No. 2 (2024): FRAME (Jurnal Ilmiah Mahasiswa)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/frame.v3i2.7156

Abstract

Stereotip, prasangka, dan diskriminasi merupakan fenomena sosial yang dapat berdampak negatif terhadap kelompok tertentu, termasuk komunitas Ambon di pulau Makasar (Puma) Kota Baubau. Stereotip terhadap masyarakat Ambon sering kali berkaitan dengan karakteristik budaya dan historis yang disederhanakan, seperti anggapan bahwa mereka memiliki sifat keras atau mudah terlibat dalam konflik. Stereotip ini kemudian memicu prasangka yang menyebabkan perlakuan tidak adil dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, dan interaksi sosial. Prasangka yang berakar kuat dapat berkembang menjadi diskriminasi, baik dalam bentuk eksplisit seperti pengucilan sosial dan ketidaksetaraan kesempatan, maupun dalam bentuk implisit seperti bias dalam pengambilan keputusan institusional. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana stereotip dan prasangka terhadap komunitas Ambon terbentuk serta dampaknya terhadap kehidupan sosial mereka. Dengan memahami mekanisme di balik fenomena ini, diharapkan dapat ditemukan langkah-langkah strategis untuk mengurangi diskriminasi dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa falsafah PO-5 menjadi dasar pegangan hidup masyarakat Pulau Makasar sehingga tercipta kondisi lingkungan Masyarakat yang harmonis, Aman, tentram serta jauh dari segala bentuk diskriminasi baik ras, agama, social-budaya dan sejenisnya.
Protective pathways against adolescent cyberbullying: democratic parenting, online risk behavior, and the mediating role of digital literacy Maria Ulfa Ulfa; Ria Safaria Sadif; Amanda Putri Amalia; Hartati S Mey Wally
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1194100

Abstract

Adolescents’ engagement in digital spaces has increased exposure to cyberbullying, while protective mechanisms linking family context, online risk behavior, and digital competence remain insufficiently explained. This study examined protective pathways against adolescent cyberbullying by testing the effects of democratic parenting and online risk behavior on cyberbullying vulnerability, with digital literacy as a mediator. A cross-sectional survey was conducted among 200 senior high school students from SMAN 1 Baubau, SMAN 2 Baubau, and SMAN 3 Baubau, selected through stratified purposive sampling. Data were analyzed using PLS-SEM with SmartPLS 3.0. The measurement model met validity and reliability criteria. The structural model explained 51.6% of the variance in digital literacy and 59.4% in cyberbullying vulnerability. Democratic parenting positively predicted digital literacy (β = 0.586, p < .001) and negatively predicted cyberbullying vulnerability (β = -0.251, p < .001). Online risk behavior negatively predicted digital literacy (β = -0.248, p < .001) and positively predicted cyberbullying vulnerability (β = 0.423, p < .001). Digital literacy negatively predicted cyberbullying vulnerability (β = -0.269, p < .001) and mediated both relationships. Findings imply that cyberbullying prevention should strengthen democratic parenting, reduce online risk behavior, and develop digital literacy through school counseling and family-based interventions.