Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Edutech

PERCEPTIONS OF ELEMENTARY SPECIAL SCHOOL TEACHERS ON ICT BASED INSTRUCTIONAL MEDIA IN FACILITATING CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS IN LEARNING IN MAJALAYA DISCTRICT BANDUNG REGENCY Sidiq, Zulkifli
EDUTECH Vol 14, No 2 (2015): INOVASI DAN APLIKASI PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i2.1374

Abstract

Abstract. The efforts to overcome the limitations and services of children with special needs at Elementary Special School (SDLB) level has been carried out up through regular debriefing given to SDLB teachers, especially in designing, developing and utilizing ICT based instructional media. The debriefing was carried out through the process of ICT based instructional media training at district level of Bandung Regency. The analysis of SDLB teachers’ perceptions on the ease of improving services to SDLB children conducted in this study found that the use of ICT based instructional media is highly needed in the learning process. Out of 46 SDLB teachers participating as samples in multimedia workshop, they gave their opinion that training on ICT based instructional media was a positive effort to better improve services to children with special needs. This study recommended that the training could be given in a regular basis in order to improve the competency of SDLB teachers in developing ICT based instructional media.Keywords: instructional media, Information Technology, Elementary Special School, trainingAbstrak. Upaya mengatasai keterbatasan dan pelayanan anak berkebutuhan khusus pada jenjang Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) telah dilakukan hingga melalui upaya pembekalan secara rutin kepada sejumlah guru SDLB, khususnya dalam mendesian, mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran Teknologi Informasi (TI). Pembekalan dilakukan melalui proses pelatihan pengembnagan media pembelajaran berbasis TI pada tingkat kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung. Dari proses penelitian yang dilakukan terhadap analisis persepsi guru SDLB terhadap kemudahan meningkatkan layanan kepada anak SDLB maka diperoleh data yang menunjukkan bahwa penggunaannya media pembelajaran berbasis (TI) dalam proses pembelajaran dinyatakan sangat dibutuhkan. Dari 46 guru SDLB yang berpartisipasi sebagai sampel penelitian dalam pelatihan multimedia, mereka memberikan pendapatnya bahwa pelatihan tentang media pembelajaran berbasis TI sangat positif terhadap upaya meningkatkan layanan pembelajaran anak berkebutuhan khusus secara lebih baik. Sebagai rekomendasi dari studi ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan dapat secara rutin diberikan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru SDLB dalam bidang pengembangan media pembelajaran berbasis TI.Kata kunci : Media Pembelajaran , Teknologi Informai, SDLB, Pelatihan.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DEPARTEMEN PENDIDIKAN KHUSUS FIP UPI PADA TOPIK PENGEMBANGAN KONSEP DALAM ORIENTASI DAN MOBILITAS MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN MODEL LEARNING CYCLE Sidiq, Zulkifli
EDUTECH Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v18i2.15032

Abstract

This study aims to: (1) improve student learning outcomes in introductory orientation and mobility courses by applying the learning cycle model learning model to obtain an average value of at least 80% as instructional effects created by lecturers, (2) increase learning motivation which includes: relations of cooperation, participation, passion and enthusiasm for student learning in introductory orientation and mobility courses as part of the (nurturant effects). This research method uses classroom action research. The research subjects were 41 regular 3B students. The variables studied included learning completeness, motivation, and learning outcomes that were successfully achieved by students after the learning scenario for 2 (two) cycles was carried out. Data about learning events are taken using the observation sheet instrument, display data using student worksheets, and learning outcome data taken with the test instrument. Analysis of research data using quantitative and qualitative data analysis with descriptive statistical techniques. The results showed an increase, in which students showed an average post test score of 89.87, a number that was completed by 41 students. While the results of observations amounted to 100% of the aspects implemented. Student learning motivation shows an average of 87.89 (very high). The results of the correlation between learning outcomes and learning motivation show sufficient correlation. With the results of these studies it can be interpreted that improvement in learning can be said to be successful because it has exceeded the limit of 80% learning completeness criteria.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah pengantar orientasi dan mobilitas dengan menerapkan model pembelajaran model learning cycle hingga memperoleh nilai rerata minimal 80% sebagai efek pembelajaran (instructional effects) yang diciptakan dosen, (2) meningkatkan motivasi belajar yang meliputi: hubungan kerjasama, partisipasi, gairah dan semangat belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar orientasi dan mobilitas sebagai sertaan (nurturant effects). Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) Subyek penelitian berjumlah 41 mahasiswa reguler 3B. Variabel yang diteliti meliputi ketuntasan belajar, motivasi, dan hasil belajar yang berhasil dicapai oleh mahasiswa setelah skenario pembelajaran selama 2 (dua) siklus dilaksanakan. Data tentang peristiwa pembelajaran diambil dengan menggunakan instrumen lembar observasi, data tampilan menggunakan lembar kerja mahasiswa, dan data hasil belajar diambil dengan instrumen tes. Analisis data penelitian menggunakan analisis data kuantitaif dan kualitatif dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan, dimana mahasiswa menunjukkan nilai rata-rata post test 89,87, jumlah yang tuntas 41 mahasiswa. Sedangkan hasil observasi sebesar 100% aspek yang dilaksanakan. Motivasi belajar mahasiswa menunjukkan rata-rata 87,89 (sangat tinggi). Hasil korelasi antara hasil belajar dan motivasi belajar menunjukkan korelasi yang cukup. Dengan hasil penelitian tersebut maka dapat ditafsirkan bahwa perbaikan pembelajaran dapat dikatakan berhasil karena telah melebihi batas dari kriteria ketuntasan belajar 80%. 
THE UTILIZATION OF INFORMATION TECHNOLOGY BASED LEARNING MEDIA IN LEARNING Sidiq, Zulkifli
EDUTECH Vol 15, No 1 (2016): MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN TERBARU
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i1.2234

Abstract

Abstract, The development of information technology has supported the learning process so that it can be conducted whenever and wherever. Thus, teacher does no longer become the central figure and school is no longer the only learning environment for students. Teacher and school are only facilitator and mediator in learning. IT based learning media makes learning process multidimensional and multi purposes. This research aims to find out teachers' perceptions on the utilization of IT based learning media. This research used survey method. The population was all primary school teachers in Cisaat district Sukabumi regency. The subjects were 45 teachers randomly chosen from schools in Cisaat district. The results showed that teachers' perception on the utilization of IT based learning media in increasing the learning quality was very positive with the percentage of 80.67%; teachers' perceptions on the utilization of IT based learning media in expanding and improving access in learning was about 73.56%; teachers' perceptions on the development of IT based learning media in improving teachers' professionalism was 78%; and teachers' perceptions  on the tendency of the utilization of IT based learning media in distance education model was about 71.41%. Hence, it can be concluded that IT based learning program has an opportunity to be implemented in Cisaat district because the teachers already have good understanding about the function of IT based media in learning.Keywords: media, information technology, teacher perception, learning Abstrak, Perkembangan dunia saat ini menunjukkan kecenderungan bahwa dalam konteks pendidikan masa depan, setiap individu  akan dihadapkan pada tantangan dan kebutuhan yang tidak akan sepenuhnya dapat terpenuhi melalui sistem pendidikan konvensional. Dalam konteks ini, dukungan perkembangan IT memungkinkan proses pembelajaran terjadi kapanpun dan dimanapun. Dengan demikian, guru tidak lagi menjadi figur sentral dan sekolah tidak lagi menjadi satu-satunya lingkungan belajar bagi peserta didik. Guru dan sekolah hanyalah fasilitator dan mediator pembelajaran. Media pembelajaran berbasis IT membuat proses pembelajaran bersifat multi dimensi dan multi purposes. Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi guru terhadap pemanfaatan media pembelajaran berbasis IT dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh Guru Sekolah Dasar  di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Dalam penelitian ini subyek penelitian ditetapkan adalah sebagian Guru yang dijadikan sampel penelitian yang mewakili wilayah Kecamatan Cisaat. Dalam hal ini, subyek penelitian ini terdiri dari 45 guru yang dipilih secara acak dari Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Kecamatan Cisaat. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa skor persepsi media pembelajaran berbasis IT pada bagi guru Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi menunjukkan persepsi guru terhadap media pembelajaran berbasis IT dalam meningkatkan mutu pembelajaran menunjukkan persepsi sangat positif dengan nilai persentase sebesar 80.67%, persepsi guru terhadap media pembelajaran berbasis IT dalam memperluas dan mempermudah akses terhadap pembelajaran dengan nilai persentase sebesar 73.56%, persepsi guru terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis IT meningkatkan profesionalisme guru dengan nilai persentase sebesar 78.00%, dan persepsi guru terhadap kecenderungan penggunaan media pembelajaran berbasis IT dalam model pembelajaran jarak jauh dengan nilai persentase sebesar 71.41%. Dengan demikian, program pembelajaran berbasis IT memiliki peluang untuk diimplementasikan di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi karena guru telah memiliki pemahaman yang baik mengenai fungsi media berbasis IT dalam pembelajaran. Kata Kunci : Media, Teknologi infomasi, persepsi, pembelajaran