Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KEPERCAYAAN DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT BELI PAKAIAN ONLINE SHOPEE Titi Mora Agatha Gultom; Herta Manurung; Nurlinawati Simanjuntak
Jurnal Darma Agung Vol 30 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i3.2272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan dan persepsi risiko terhadap minat beli baju online shopee (Studi Kasus pada Mahasiswa Angkatan 2017 Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen XII Universitas Tapanuli Sisingamangaraja). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi berganda, analisis determinasi r^2, regresi linier berganda, uji t dan uji F. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas XII Sisingamangaraja Tapanuli sebanyak 72 orang. Kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli baju online Shopee (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas XII Sisingamangaraja XII Tapanuli Tahun 2017). Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel (5,937 > 1,669), dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (signifikan 0,05). Menurut kriteria pengujian, hipotesis diterima. Persepsi risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli baju online Shopee (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas XII Sisingamangaraja XII Tapanuli Tahun 2017). Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel (1,366 < 1,669), dan nilai signifikan sebesar 0,000 (signifikan 0,05). Menurut kriteria pengujian, hipotesis ditolak. Nilai rhitung untuk variabel Confidence (X1) adalah 0,400 dengan nilai sig. 0,000. Artinya tingkat hubungan antara kepercayaan dengan minat beli adalah positif dan signifikan. Hal ini juga akan menghasilkan hasil yang sama jika dibandingkan dengan rtabel dengan rhitung (df= n-2 = 64, = 0,05 yaitu: 0,400). Dengan demikian, rhitung > rtabel hasilnya sama dengan tingkat hubungan positif dan signifikan. Jadi rhitung (0,400) > rtabel (0,315). Berdasarkan tabel 3.3 pedoman interpretasi koefisien korelasi, koefisien yang ditemukan sebesar 0,400 dikategorikan cukup kuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan kategori cukup kuat terhadap minat beli. Persamaan regresi berganda diperoleh sebagai berikut: Y = 4,433 + 0,837X1 + 0,238X2
Revitalisasi Kerajinan Dari Bahan Baku Baion (Pandamus Tectorius) Sebagai Warisan Budaya Lokal Menuju Produk Unggulan Umkm Rosalinda Septiani Sitompul; Talenta Marbun; Nurlinawati Simanjuntak; Niarita Bukit; David Yanto Daniel Mahulae; Rendi Hatorangan Manik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2929

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi pemanfaatan baion (Pandanus tectorius) sebagai warisan budaya lokal yang bernilai ekonomi melalui pelatihan kerajinan kepada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Gurgur Aek Raja, Kabupaten Toba. Baion merupakan tanaman lokal yang sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan tikar dan kerajinan tradisional. Namun, seiring perkembangan zaman, pemanfaatannya mulai terabaikan. Oleh karena itu, pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah baion menjadi produk kerajinan tas yang memiliki nilai jual dan daya saing, sekaligus mendorong terbentuknya UMKM berbasis desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif melalui kegiatan demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung yang didampingi oleh dosen dan mahasiswa. Materi pelatihan mencakup pengenalan tanaman baion, teknik pengolahan daun, desain dan produksi tas, serta strategi pemasaran dan branding produk. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu menghasilkan produk tas sederhana secara mandiri. Pelatihan ini tidak hanya memperkuat keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan potensi lokal dan peluang ekonomi berbasis kearifan budaya. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pelestarian budaya lokal serta pemberdayaan ekonomi keluarga penerima PKH. Diharapkan kegiatan ini dapat dilanjutkan melalui kolaborasi lintas sektor dan pendampingan berkelanjutan menuju pengembangan usaha mikro yang mandiri dan berdaya saing.