Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perubahan Sosial dalam Perkembangan Pariwisata Desa Cibodas Kecamatan Lembang Nugraha, Hilman; Budimansyah, Dasim; Alya, Mirna Nur
SOSIETAS Vol 5, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.018 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v5i1.1517

Abstract

Perkembangan parwisata mengakibatkan perubahan sosial pada masyarakat Desa Cibodas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui, mendeskrifsikan dan menganalisis perubahan sosial yang terjadi pada anggota-anggota masyarakat di Desa Cibodas Kecamatan Lembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perkembangan pariwisata diterima baik oleh warga masyarakat di Desa Cibodas. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial yaitu adanya penerimaan terhadap unsur-unsur yang baru, menerima adanya akulturasi, adanya migrasi, menerima adanya perubahan kebiasaan hidup dari tradisional ke semi modern,adanya sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju.  Kata kunci: Perubahan sosial, Pariwisata, Masyarakat
Key Drivers for Building School Effectiveness: An Analysis of Leadership and Organizational Behaviour Dynamics Yumarni, Asmara; Kristiawan, Muhammad; Anwar, Khairul; Firmansyah, Leppe; Nugraha, Hilman; Wati, Retno Ambar
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 8 No. 2 (2024): Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v8i2.2739

Abstract

This study aims to investigate the impact of servant leadership, organizational commitment, social skills, work autonomy, organizational behavior, and organizational legitimacy on organizational effectiveness. Employing a quantitative approach, data were collected from 78 teachers at SMPS 1 Medan via a 5-point Likert scale questionnaire and analyzed using Pearson correlation and regression analyses. The findings indicate that servant leadership (r=0.566, p<0.001), organizational commitment (r=0.676, p<0.001), social skills (B=0.196, p<0.05), work autonomy (r=0.870, p<0.001), organizational behavior (r=0.652, p<0.001), and organizational legitimacy (B=0.255, p<0.001) all have a statistically significant positive effect on organizational effectiveness. The primary novelty lies in the empirical validation of these relationships within the madrasah setting, highlighting the exceptionally strong influence of work autonomy and the dominant contribution of organizational legitimacy (67.9%). These results extend existing organizational theories by providing contextual empirical evidence and offer practical implications for school administrators and policymakers to strategically enhance organizational effectiveness through fostering social skills and, critically, securing organizational legitimacy.
Birokrasi dan Kebijakan Pendidikan Islam Yola Septia Utami; Febrianto, Reindo; Sari , Nurpuspa; Nugraha, Hilman; Saputra, Hendra; Yumarni, Asmara
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/ytfhwc89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisishubungan antara birokrasi dan kebijakan pendidikan Islam dan untuk mengkaji sejauh mana nilai-nilai etika Islam berkontribusi pada implementasi kebijakan pendidikan yang efektif. Dalam konteks negara modern, birokrasi merupakaninstrumen penting dalam mengatur tata kelola lembagapendidikan melalui struktur administrasi hukum dan prosedural. Namun, realitas penerapan kebijakan pendidikanIslam di Indonesia menunjukkan kesenjangan yang terus-menerus antara cita-cita kebijakan dan kondisi aktual di lapangan, yang ditandai dengan tumpang tindih regulasi, hierarki yang panjang, kompetensi PNS yang lemah, transparansi minimal, dan integritas birokrasi yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan, meninjau literatur ilmiah yang relevan untuk mengeksplorasikonsep birokrasi modern, birokrasi dari perspektif Islam, dan temuan penelitian sebelumnya tentang praktik kebijakanpendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwaefektivitas kebijakan pendidikan Islam sangat bergantung pada kualitas birokrasi sebagai perumus, pelaksana, dan pemantaukebijakan. Birokrasi yang profesional, responsif, dan terintegrasi mampu menerjemahkan kebijakan ke dalampraktik pendidikan yang efektif. Sebaliknya, birokrasi yang lemah secara etis dan struktural merupakan hambatan utamabagi keberhasilan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwareformasi birokrasi dalam pendidikan Islam harus diarahkantidak hanya pada perbaikan teknis-administrasi, tetapi juga pada penguatan kesejahteraan moral dan spiritual aparatusmelalui internalisasi nilai-nilai Islam seperti kepercayaan, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab. Dengan demikian, tata kelola pendidikan Islam diharapkan dapat menciptakansistem yang lebih bersih, lebih akuntabel, lebih efektif, dan lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Birokrasi dan Kebijakan Pendidikan Islam Yola Septia Utami; Febrianto, Reindo; Sari , Nurpuspa; Nugraha, Hilman; Saputra, Hendra; Yumarni, Asmara
Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Vol 9 No 1 (2026): Februari
Publisher : STAI Muhammadiyah Paciran Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62750/ytfhwc89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisishubungan antara birokrasi dan kebijakan pendidikan Islam dan untuk mengkaji sejauh mana nilai-nilai etika Islam berkontribusi pada implementasi kebijakan pendidikan yang efektif. Dalam konteks negara modern, birokrasi merupakaninstrumen penting dalam mengatur tata kelola lembagapendidikan melalui struktur administrasi hukum dan prosedural. Namun, realitas penerapan kebijakan pendidikanIslam di Indonesia menunjukkan kesenjangan yang terus-menerus antara cita-cita kebijakan dan kondisi aktual di lapangan, yang ditandai dengan tumpang tindih regulasi, hierarki yang panjang, kompetensi PNS yang lemah, transparansi minimal, dan integritas birokrasi yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan, meninjau literatur ilmiah yang relevan untuk mengeksplorasikonsep birokrasi modern, birokrasi dari perspektif Islam, dan temuan penelitian sebelumnya tentang praktik kebijakanpendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwaefektivitas kebijakan pendidikan Islam sangat bergantung pada kualitas birokrasi sebagai perumus, pelaksana, dan pemantaukebijakan. Birokrasi yang profesional, responsif, dan terintegrasi mampu menerjemahkan kebijakan ke dalampraktik pendidikan yang efektif. Sebaliknya, birokrasi yang lemah secara etis dan struktural merupakan hambatan utamabagi keberhasilan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwareformasi birokrasi dalam pendidikan Islam harus diarahkantidak hanya pada perbaikan teknis-administrasi, tetapi juga pada penguatan kesejahteraan moral dan spiritual aparatusmelalui internalisasi nilai-nilai Islam seperti kepercayaan, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab. Dengan demikian, tata kelola pendidikan Islam diharapkan dapat menciptakansistem yang lebih bersih, lebih akuntabel, lebih efektif, dan lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.