Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

A REVIEW OF VARIOUS HEAT EXCHANGER ABOARD AUTONOMOUS SHIP Bintang Fikri; Barokah
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.631 KB)

Abstract

Heat exchanger is one of the important device aboard the ship to reduce heat and prevent the overheating as overheating in the ship could damage the machinery used in the ship. There are parameters to be considered in the design, and operating the heat exchanger, especially in the autonomous ship. In this paper, a general review is provided of developments and improvements on heat exchanger and its relevance in an autonomous ship. Based on the finding, the design and heat exchanger typing should be adapted well to the applications in which they are used. As the usage in an autonomous ship, an risk and reliability assessment of heat exchanger have to be analyzed. Lastly, the development of heat transfer usage in an autonomous ship is still in the stage of monitoring and measuring the operating parameter. The maintenace and correction of the failures still need human presence.
EVALUASI RISIKO KESELAMATAN PADA KERNEL CRUSHING PLANT DENGAN PENDEKATAN HIRARC DI PT ABC Nurdziky, Ikhsan; Barokah; Aminah, Siti; Linangsari, Titis; Jaya, Jaka Darma
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v11i2.197

Abstract

Crude Palm kernel Oil (CPKO) adalah minyak nabati yang diperoleh dari mesokarp buah kelapa sawit. Proses pengolahan CPKO pada Kernel Crushing Plant (KCP) mengenai risiko keamanan dan kesehatan pekerja serta lingkungan menjadi perhatian utama di PT.ABC. Potensi bahaya pada kasus kecelakaan kerja dan insiden lingkungan penting untuk dilakukan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam pengolahan CPKO di KCP pada PT. ABC dengan metode HIRARC untuk dapat mencegah dan meminimalisir tingkat kecelakaan kerja. Data primer didapatkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan personel terkait. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan bahaya, memberikan penilaian risiko, dan menerapkan upaya langkah-langkah pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan beberapa bahaya yang terjadi, seperti terjatuh, terpeleset, kebisingan tinggi, terjepit karena mengatasi masalah pada peralatan yang sedang beroperasi. Berdasarkan penilaian risiko, terdapat empat kategori tingkat risiko, yaitu risiko ekstrim, risiko sedang, risiko tinggi, dan risiko rendah. Upaya pengendalian risiko yang dilakukan adalah eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi dan alat pelindung diri. Metode HIRARC dapat membantu mengurangi tingkat risiko terhadap kesehatan dan keselamatan dilingkungan kerja.
EVALUASI RISIKO KESELAMATAN PADA KERNEL CRUSHING PLANT DENGAN PENDEKATAN HIRARC DI PT ABC Nurdziky, Ikhsan; Barokah; Aminah, Siti; Linangsari, Titis; Jaya, Jaka Darma
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v11i2.197

Abstract

Crude Palm kernel Oil (CPKO) adalah minyak nabati yang diperoleh dari mesokarp buah kelapa sawit. Proses pengolahan CPKO pada Kernel Crushing Plant (KCP) mengenai risiko keamanan dan kesehatan pekerja serta lingkungan menjadi perhatian utama di PT.ABC. Potensi bahaya pada kasus kecelakaan kerja dan insiden lingkungan penting untuk dilakukan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam pengolahan CPKO di KCP pada PT. ABC dengan metode HIRARC untuk dapat mencegah dan meminimalisir tingkat kecelakaan kerja. Data primer didapatkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan personel terkait. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan bahaya, memberikan penilaian risiko, dan menerapkan upaya langkah-langkah pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan beberapa bahaya yang terjadi, seperti terjatuh, terpeleset, kebisingan tinggi, terjepit karena mengatasi masalah pada peralatan yang sedang beroperasi. Berdasarkan penilaian risiko, terdapat empat kategori tingkat risiko, yaitu risiko ekstrim, risiko sedang, risiko tinggi, dan risiko rendah. Upaya pengendalian risiko yang dilakukan adalah eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi dan alat pelindung diri. Metode HIRARC dapat membantu mengurangi tingkat risiko terhadap kesehatan dan keselamatan dilingkungan kerja.
Aplikasi Teknologi Biogas Berbasis Limbah Perikanan Pada Masyarakat Di Desa Makalisung, Kecamatan Kema, Sulawesi Utara Nantan, Yurika; Pakaya*, Fahriadi; Tappy, Marinus S.; Barokah; Simanjuntak, Raman G.T.H; Huwae, Joshua Ch.; Yusuf, Fadli
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i1.14344

Abstract

Limbah perikanan di Kota Bitung banyak yang pada akhirnya di buang ke laut, baik limbah darah, kepala ikan maupun bagian perut ikan. Salah satu manfaat limbah perikanan adalah sebagai biogas. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilaksanakan di desa Makalisung, Sulawesi Utara dengan tema pemanfaatan limbah perikanan sebagai biogas. Kegiatan pengabdian diawali dengan penyiapan bahan dasar biogas berupa darah ikan, jeroan ikan, dan kotoran sapi pada perbandingan volume 1:1:1 yang dibuat satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Kemudian dilajutkan dengan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi uji nyala saat kegiatan pengabdian. Pada saat kegiatan pengabdian berlangsung, masyarakat sangat tertarik pada materi biogas. Hal ini dibuktikan dengan adanya tanya jawab yang interaktif antara tim pengabdian dengan masyarakat, keaktifan masyarakat dalam demonstrasi uji nyala, keinginan mengembangkan biogas menggunakan kotoran babi pengganti kotoran sapi, serta keinginan masyarakat untuk memasang instalasi biogas di rumah untuk kebutuhan primer rumah tangga seperti untuk memasak dan penerangan.