Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Level of Evidence Diagnosis Skabies Berdasarkan Oxford Centre for Evidence-Based Medicine Keiko Gunardi; Prof Saleha Sungkar; Sandra Widaty; Yudo Irawan
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 10, No. 3 - Desember 2022
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23886/ejki.10.224.276-83

Abstract

Abstrak Skabies merupakan masalah kesehatan komunitas di seluruh dunia dan penyakit ini menjadi infeksi tropis yang sering terabaikan di Indonesia. Manifestasi kulit pada skabies yang tidak khas, namun tetap digunakan sebagai dasar dalam mendiagnosis skabies dengan tambahan pemeriksaan mikroskopik langsung. Tinjauan pustaka ini membahas penegakan diagnostik skabies berdasarkan level of evidence dari berbagai pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dibahas adalah pemeriksaan langsung mikroskopik, pemeriksaan dermoskopi, dan pemeriksaan imunologi antara lain Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) yang mempunyai LoE 1B. Pemahaman yang tepat mengenai metode diagnosis skabies akan memberikan tata laksana serta mendukung eradikasi penyakit ini. Abstract Scabies become a public health burden worldwide and the most common neglected tropical skin diseases in Indonesia. However, atypical skin manifestations are frequent and the widely used diagnostic test based on microscopic examinations has limited sensitivity. This literature review discuss about diagnostic method in patient with scabies according to level of evidence. We compared the classical manifestation, the new diagnostic consensus criteria, microscopic examination, dermoscopy examination and immunological assay such as polymerase chain reaction (PCR) and Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) categorized in LoE 1B. The knowledge about the diagnostic method will give an effective treatment for scabies patient and will eradicate this disease.