Wiwid Nur Sulistiani
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peradaban Islam Pertumbuhan Awal Hingga Masa Kejayaan Abad (1/7-13) Nanda Amalia; Nur Aulia Alfitrah; Tiara Rahmadhani Lubis; Wiwid Nur Sulistiani; Mardinal Tarigan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11318

Abstract

Kajian ini dapat dibahas melalui perkembangan awal peradaban Islam hingga puncak abad (1-13 Juli). Dapat dilihat dari sejarahnya, pendidikan Islam akan dicapai melalui puncaknya. Dikarenakan pada suatu masa keemasan pendiidikan Islam ialah suatu masa yang dapat berkembang pesat, dapat terlihat dengan pertumbuhannya bahwasanya lembaga pendidikan Islam formal ataupun madrasah bahkan perguruan tinggi pada suatu pusat kebudayaan Islam. Penelitian ini dapat menggunakan kualitatif dengan memakai jenis penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data dapat dipakai melalui buku seperti peradaban Isla, Pertumbuhan Awal Hingga Masa Kejayaan Abad (1/7-13). Data akan dikumpul melalui analisis pada suatu metode deskriptif. Kajian penulis dapat digunakan ialah metode yang efektif ataupun efisien supaya dapat menganalisis peradaban Islam pertumbuhan awal hingga masa kejayaan abad (1/7-13). Dalam masa perkembangan bahwasanya islam dapat menyebar ke seluruh daerah dunia, termasuk indonesia Islam masuk ke Indonesia pada orang pedagang Muslim dari Arab dan India sekitar abad ke-7 Masehi. Para pedagang Muslim dapat digunakan untuk melaksanakan aktivitas perdagangan untuk menyebarkan Islam. Dengan adanya kehadiran Islam pada abad ke-6 M akan membawa suatu kemajuan dalam peradaban di Jazirah Arab ataupun pada sekitarnya. Perdaban dunia Arab pada dahulu kala akan melatarbelakangi akan terjadinya suatu peradaban yang akan maju untuk meningkatkan suatu perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan seiringnya perkembangan dunia Islam yaitu pada suatu wilayah untuk kepemerintahan Islam yang akan memperluas sampai kepada benua Eropa
Development of a Role-Playing Model in the Material of Indonesia's Struggle for Independence History Wiwid Nur Sulistiani; Eka Yusnaldi
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.1093

Abstract

Social Studies (IPS) learning, particularly the material on Indonesia's Struggle for Independence, plays an important role in fostering historical awareness, nationalism, and students' character. However, IPS learning in Madrasah Tsanawiyah still tends to be teacher-centred and rote, thereby involving students less actively and not yet fully internalising the values of the struggle. This study aims to develop a role-playing learning model integrated with the Integrated IPS textbook on the History of Indonesia's Struggle for Independence for grade IX students at MTs Yanbu'ul Ulum Kandis, and to test its feasibility and effectiveness. This study uses a Research and Development (R&D) approach with stages including preliminary study, planning, product development, expert validation, limited trials, and model refinement. Data collection techniques include observation, interviews, learning outcomes tests, questionnaires, and documentation. The research results indicate that the developed role-playing learning model is valid and feasible, as assessed by material experts, learning model experts, and practitioners. In addition, the implementation of the model has been proven effective in improving cognitive learning outcomes, learning activities, nationalism attitudes, social skills, and students' learning motivation, as well as facilitating teachers in managing learning. Therefore, the role-playing learning model based on the Integrated Social Studies (IPS) textbook can serve as an innovative alternative for teaching history-related IPS in Madrasah Tsanawiyah, fostering more meaningful, contextual, and character-oriented learning.