Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AL-HAMDULILLAH DALAM AL-QUR’AN (Kajian Terhadap Lafadz Al-Hamdulillah Dalam Fawatih dan Khawatim As-Suwar) Jurnal Semiotika Quran; Ardi .
Jurnal Semiotika Quran Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Semiotika-Q : Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.393 KB) | DOI: 10.19109/jsq.v1i1.8988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna intuitif lafadz hamdalah pada fawatih as-suwar dan khawatim as-suwar serta korelasi di antara ke-duanya. Kemudian metode penelitian yang disajikan dengan jenis penelitian kualitatif menggunakan lokasi datanya (library reasearch), yaitu tela’ah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka relevan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini terfokuskan pada penelusuran dan tela’ah dokumen atau sumber data tertulis, baik itu sumber data primer maupun sekunder yang berkaitan dengan pembahasan ini. Kemudian dalam hal ini penulis akan melakukan analisis terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang terfokuskan pembahasan penelitian. Adapun hasil dan pembahasannya lafadz hamdalah pada keseluruhan ayat-Nya baik itu pada fawatih maupun khawatim sangat memilki hubungan yang sangat kuat antara iman dan syukur kepada-Nya. Kemudian kesimpulan terkait topik permasalahan mengilustrasikan atau mendeskripsikan serta mempunyai tujuan mentranliterasi bahasa ke-Tuhanan kepada seorang hamba (`abdu) untuk selalu mensyukuri konsep syukur baik dalam ungkapan/ucapan maupun perintah bersyukur Iman diperoleh setelah seorang merenungi dan mentadabburi seluruh ciptaan Allah dan berimplikasi dengan rasa syukur dan pengamalannya pada kehidupan sehari-hari.
Socialisation of the Blue Economy Concept in the Development of Coastal Tourism Areas in Makassar City Taufiqur Rachman; Juswan .; Daeng Paroka; Muhammad Zubair Muis Alie; Bulan Purnama; Ardi .
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Community Development
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v7i1.453

Abstract

Indonesia is one of 193 countries committed to the sustainable development goals (SDGs). In this new paradigm of sustainable Indonesian development, the maritime sector is a priority for future development with the concept of blue economy, which is a sustainable ocean economy that produces economic and social benefits with the assurance of long-term environmental sustainability. The focus of the blue economy with this maritime economic strategy makes coastal communities the centre of blue economy growth. Makassar City has a coastal tourism area located in Tanjung Merdeka Village, Tamalate District Makassar, and is managed community-based by Non-Governmental Organizations (NGO) of Tanjung Merdeka. To maintain the sustainability process of coastal tourism area management, it is necessary to understand the concept of blue economy according to the maritime development strategy. Socialisation of the concept of blue economy in the development of coastal tourism areas in Makassar City has been carried out and achieved an increase in knowledge and understanding of participants by 50%. Understanding the concept of sustainable coastal and marine resource management, as well as how to participate in facing the challenges of environmental degradation and climate change, will complement the role of Tanjung Merdeka NGO as a tourism manager with the concept of blue economy. Assessment of the application of the concept of blue economy in coastal tourism areas has been carried out and fulfils the concept of blue economy according to Pauli's theory (2010).