Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS BATAHAN KECAMATAN BATAHAN KABUPATEN MANDAILING NATAL Julina Br Sembiring
Gaster Vol 17 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.631 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v17i1.328

Abstract

Pendahuluan : Kotrasepsi suntik merupakan kontrasepsi hormonal yang efek sampingnya memicu nafsu makan dan meningkatkan berat badan, data kependudukan dan KB tahun 2017, persentase pemakaian kontrasepsi suntik 29,0%. Tujuan untuk mengetahui Hubungan umur, pola makan, aktivitas fisik, dukungan suami dan lama pemakaian dengan peningkatan berat badan pada akseptor kontrasepsi suntik di Puskesmas Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal. Metode : Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal. Populasi yaitu  seluruh ibu pengguna kontrasepsi Suntik sebanyak 761 ibu dan sampel 88 ibu. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil : Hasil penelitian menggunakan uji chi- square menunjukkan ada hubungan umur dengan nilai p value 0,000, pola makan dengan nilai p value 0,049, aktivitas fisik dengan nilai p value 0,007, dukungan suami dengan nilai p value 0,036, lama pemakaian dengan nilai p value 0,000 dengan peningkatan berat badan pada akseptor kontrasepsi suntik. Kesimpulan : Ada hubungan antara umur, pola makan, aktivitas fisik, dukungan suami, lama pemakaian dengan peningkatan berat badan pada akseptor kontrasepsi suntik di Puskesmas Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan dan mempertahankan pelayanan kesehatan.
PERBANDINGAN PENGARUH MINYAK ZAITUN (Olive oil) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) DALAM PENGURANGAN STRIAE GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Jitasari Tarigan Sibero; Julina Br Sembiring; Andini Mentari Tarigan; Raudah Raudah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12770

Abstract

Striae gravidarum adalah guratan putih pada kulit yang umum terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester III, akibat peregangan kulit yang berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan psikologis pada ibu hamil. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi striae gravidarum adalah dengan terapi herbal menggunakan bahan alami seperti minyak zaitun dan gel lidah buaya. Tujuan dalam penelitian ini untuk membandingkan pengaruh penggunaan minyak zaitun dan gel lidah buaya terhadap pengurangan striae gravidarum pada ibu hamil trimester III di PMB Lista Purnamasari Klambir V Medan Tahun 2025. Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan desain two group pretest and posttest without control design. Sampel terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok minyak zaitun dan kelompok gel lidah buaya, yang masing-masing dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian diperoleh melalui analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Pada kelompok minyak zaitun terjadi peningkatan skor striae dari 0,20 (SD 0,316) menjadi 0,80 (SD 0,422) dengan nilai p = 0,008, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Sedangkan pada kelompok gel lidah buaya, skor meningkat dari 0,20 (SD 0,422) menjadi 0,90 (SD 0,316) dengan nilai p = 0,008, yang juga signifikan. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa gel lidah buaya lebih berpengaruh dibandingkan minyak zaitun dalam mengurangi striae gravidarum pada ibu hamil trimester III. Saran dalam penelitian ini adalah disarankan dilakukan penelitian lanjutan dengan desain eksperimental yang lebih besar, jangka waktu intervensi yang lebih panjang, serta melibatkan variabel lain seperti pola makan, tingkat hidrasi, elastisitas kulit, dan faktor hormonal untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif