Siti Istianingsih
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Membangun Budaya Literasi (Budaya Membaca) pada Anak SD di Era Digital Alpiana Puji Astuti; Siti Istianingsih; Arif Widodo
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i122022p1184-1189

Abstract

Abstract: The sophistication of the development of digital technology has an influence on the literacy culture which has begun to erode, especially in the reading culture of the community, especially in elementary school-aged children. Excessive use of gadgets in addition to having an impact on physical health, this can also affect the level of motivation or interest in reading children. Therefore, it is necessary to increase the literacy culture in children accompanied by support from various parties such as parents, teachers and the government. This research uses the literature study method by reviewing and collecting various sources of information from several scientific articles. The purpose of writing this article is to find out the literacy culture of the digital era, find out the importance of growing a reading literacy culture in elementary school children, and efforts to grow a literacy culture. The results presented in this study are cultural literacy has an important role for the growth of characteristics and development of children both in knowledge and in life. Abstrak: Canggihnya perkembangan teknologi digital memiliki pengaruh terhadap budaya literasi yang sudah mulai terkikis khususnya pada budaya membaca masyarakat terutama pada anak usia sekolah dasar. Penggunaan gadget yang berlebihan selain berdampak pada kesehatan fisik, hal ini juga dapat mempengaruhi tingkat motivasi atau minat baca anak. Oleh karena itu,perlu adanya peningkatan budaya literasi pada anak disertai dukungan dari berbagai pihak seperti,orang tua,guru dan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji serta mengumpulkan berbagai sumber informasi dari beberapa artikel ilmiah. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui budaya literasi era digital, mengetahui pentingnya penumbuhan budaya literasi membaca pada anak sekolah dasar, dan upaya penumbuhan budaya literasi. Hasil yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah budaya literasi memiliki peranan penting bagi penumbuhan karakteristik serta perkembangan anak baik dalam pengetahuan maupun kehidupannya.
Pengembangan Media Permainan Ular Tangga Berbasis Kearifan Lokal Berorientasi Pada Kemampuan Berhitung Peserta Didik Kelas II SD Negeri 1 Krama Jaya Dian Pazira; Siti Istianingsih; Asri Fauzi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3921

Abstract

Media pembelajaran yang digunakan guru kurang efektif sehingga membuat peserta didik jenuh dan tidak fokus, hal tersebut membuat kemampuan berhitung peserta didik berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk permainan ular tangga berbasis kearifan lokal suku Sasak yang berorientasi pada kemampuan berhitung peserta didik kelas II SD Negeri 1 Krama Jaya. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik non-tes berupa angket dan teknik tes berupa soal kemampuan berhitung. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, angket respon guru, angket respon peserta didik, dan instrumen tes. Pengembangan media melibatkan validasi oleh ahli media, ahli materi, serta guru kelas. Hasil validasi menunjukkan media berada pada kategori sangat valid dengan persentase penilaian dari ahli media sebesar 93,3%, ahli materi dosen sebesar 87,14%, dan ahli materi guru sebesar 88,57%. Sesuai dengan pendapat Arikunto (2013), skor penilaian yang memenuhi syarat kevalidan dapat dikategorikan sangat valid jika mendapat persentase 81-100%. Kepraktisan media dinilai melalui uji coba kelompok kecil (9 siswa) dan uji coba kelompok besar (20 siswa), masing-masing memperoleh skor kepraktisan 95,78% dan 96,6%, sedangkan respon guru mencapai 100%, yang menandakan bahwa media ini sangat praktis. Sesuai dengan pendapat Arikunto (2013), skor penilaian yang memenuhi syarat kepraktisan untuk media dapat dikategorikan sangat praktis jika mendapat persentase 81-100%.  Efektivitas media ditunjukkan dari hasil tes kemampuan berhitung peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar klasikal 100% pada kedua uji coba. Sesuai dengan kriteria keefektifan yang ditetapkan oleh Depdiknas (2006) yaitu persentase ketumtasan klasikal sebesar 80% dari jumlah peserta didik. Temuan ini membuktikan bahwa media permainan ular tangga berbasis kearifan lokal tidak hanya meningkatkan kemampuan berhitung peserta didik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual. Media ini diharapkan dapat dijadikan referensi oleh guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif serta melestarikan kearifan lokal.