Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pentingnya Kepemimpinan dan Kemampuan Manajerial untuk Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Putu Sanjaya
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 2 No 02 (2016)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.204 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v2i2.78

Abstract

An institution or organization can never be separated from management and leadership style. a leader whose leadership style is certainly different one with the other leaders even though it was likely to be no similarity between the leadership styles are applied in addition to the managerial skills of a leader will determine the course of an institution or organization.
INTERNALIZING THE MORAL PRINCIPLES OF RAMAYANA’S SCRIPTURE TO PREVENT THE POP CULTURE’S IMPACT I Made Arsa Wiguna; Putu Sanjaya; I Gusti Made Widya Sena
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/vidyottama.v9i1.4490

Abstract

This research is a text study of the Ramayana’s scripture to identify and analyze the moral principles in it in regards to prevent the pop culture’s impact. The method used in this paper is close reading and content analysis. Popular culture influences the mindset, habits and moral behavior of society. Pragmatic, hedonistic, consumerist behaviors, and fear of missing out are symptoms of addiction to popular culture. The trend of self-destruction seems more interesting than the trend of building self-quality. The massive spread of popular culture through social media and other social platforms needs to be anticipated, one of which can be done through the integration of moral values as a learning materials in school sourced from religious teachings. Ramayana’s scripture, which contains many moral teachings, can be a universal reference in preventing the negative impacts of popular culture. The moral principles in question are the principles of good attitudes, justice and respect for ourself. Apart from that, strong moral personality attitudes include honesty, authentic values, willingness to take responsibility, moral independence, moral courage, humility, being realistic and critical. These moral principles are found in most of the kanda, and should be actualize as a filtration of popular culture's impact.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar IPAS di Tinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas V SD Kadek Erlin Dwi Cahayanita; Putu Sanjaya; Nyoman Lisna Handayani
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan hasil belajar IPAS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional, (2) menguji pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar, (3) menganalisis perbedaan hasil belajar pada siswa bermotivasi tinggi, dan (4) pada siswa bermotivasi rendah, berdasarkan model pembelajaran yang digunakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Gugus VI Sutasoma, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan faktorial 2×2. Hasil analisis menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPAS antara kelompok inkuiri terbimbing dan kelompok konvensional, (2) terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar, (3) siswa bermotivasi tinggi yang mengikuti inkuiri terbimbing memperoleh skor lebih tinggi secara signifikan dibanding kelompok konvensional, dengan selisih rata-rata 12,824 poin (p < 0,001), dan (4) siswa bermotivasi rendah yang mengikuti inkuiri terbimbing juga menunjukkan peningkatan hasil belajar secara signifikan dibanding kelompok konvensional, dengan selisih rata-rata 1,588 poin (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif meningkatkan hasil belajar IPAS, baik pada siswa dengan motivasi tinggi maupun rendah.
Kajian Etnopaedagogik Piodalan Ageng di Desa Adat Penglatan Susantha Putu harimbawa; I Nengah Bawa Atmaja; Putu Sanjaya
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.19290

Abstract

 Penelitian ini mengeksplorasi Piodalan Ageng (ritual besar pura desa) di Bali sebagai living curriculum berbasis konsep Desa Drsta (tatanan kosmologis), menggunakan pendekatan kualitatif reflektif. Sumber data penelitian diantaranya sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Fokusnya pada: (1) Proses etnopedagogik ritual sebagai aktualisasi nilai melalui dinamika simbolik, naratif, dan performatif lintas generasi; (2) Mekanisme internalisasi nilai karakter (religiusitas, ayahan banjar (gotong royong), etika sosial berbasis dharma) dari persiapan hingga sineb (37 hari), khususnya transformasi kesadaran generasi muda. Metode melibatkan observasi partisipan mendalam, wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat multigenerasi, analisis dokumen adat, serta triangulasi. Temuan kunci: Piodalan Ageng mengintegrasikan empat dimensi etnopedagogik holistik: Spiritual-religius (mantra, persembahan, penyucian diri); Seni-budaya sakral (kreasi estetis bernuansa religius); Sosial-kolektif (penguatan kohesi sosial lewat ayahan banjar); Etika-susila (kedisiplinan, kejujuran, keselarasan norma adat-religius). Kesimpulan utama: Ritual ini berfungsi sebagai wahana transformatif pembentuk karakter, di mana keterlibatan prosedural (partisipasi aktif) dan refleksi konseptual menjadi kunci efektivitas transmisi nilai. Penelitian mengidentifikasi faktor pendukung/hambatan pembelajaran kultural dan mendukung revitalisasi pendidikan berbasis kearifan lokal Bali dengan memanfaatkan mekanisme kultural yang teruji.
Manajemen POAC pada Kurikulum Sekolah di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra Desa Umejero I Gusti Putu Pradnyana Arta; Ni Luh Gede Hadriani; Putu Sanjaya
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.19650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) pada manajemen kurikulum di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra Umejero. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan purposif. Sumber data penelitian yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Hasil menunjukkan: Perencanaan (P) dilakukan via perbandingan kurikulum dan workshop; Pengorganisasian (O) melalui rapat awal tahun ajaran; Pelaksanaan (A) berupa observasi kelas untuk memantau aktivitas pembelajaran dan interaksi guru-siswa; Pengawasan (C) dilaksanakan dalam supervisi kelas oleh kepala widyalaya. Simpulannya, analisis POAC terwujud dalam penyusunan program kerja, perangkat ajar, observasi kelas, dan evaluasi.
Nilai-Nilai Pendidikan Pada Pelaksanaan Upacara Nawur Penempuh di Pemulungan Agung Artawan Putu Ketut; I Made Suweta; Putu Sanjaya
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.19283

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai Pendidikan pada upacara nawur Penempuh. Penelitian ini memilih lokasi desa Adat Selat Pandan Banten, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teori relegi, teori nilai dan teori strutural fungsional. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian dalam mendapatkan data adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi serta dianalisis dengan dengan teknik tri angulasi data, sehingga diperoleh data yang sahih, valid dan sitematis. Hasil hanalisis dari penelitian ini dapat diperoleh gambaran sebagai berikut : (1)Tujuan pemertahanan pelaksanaan teradisi upacara Nawur Penempuh meliputi : Pemertahanan teologi Hindu, pemertahanan kebersamaaan, pemertahanan dalam simbol nawur Penempuh dan pelestarian warisan budaya leluhur,(2) Nilai-nilai Pendidikan Hindu pada Teradisi Upacara Nawur Penempuh meliputi nilai pendidikan sraddha, nilai pendidikan etika susila,nilai pendidikan estetika, nilai pendidikan Religius, dan nilai Pendidikan kasih sayang.(3) Implikasi upacara nawur penempuh terhadap sikap religiusitas warga desa selat meliputi : Adanya peran Upacara Nawur Penempuh dalam meningkatkan sikap religiusitas pada masyarakat, Adanya implikasi upacara nawur Penempuh terhadap kehidupan keagamaan masyarakat, dan Adanya peran tokoh adat dan agama dalam pelestarian teradisi upacara Nawur Penempuh kepada generasi muda yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).