Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PROFIL WAKTU HANCUR TABLET METODE GRANULASI BASAH MENGGUNAKAN VARIASI KARAGENAN HASIL EKSTRAKSI KOH pH 9 SEBAGAI DISINTEGRAN Wahyu Priyo Legowo; Rival Ferdiansyah; A Zainuddin A Zainuddin
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.194 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.176

Abstract

Karagenan merupakan polisakarida yang terkandung di dalam rumput laut dari spesies Rhodophyta. Penelitian ini bertujuan untuk pengaplikasian karagenan dari hasil ekstraksi basa KOH pH 9 pada sediaan tablet sebagai zat disintegran dengan model zat aktif parasetamol. Metode yang digunakan dalam pembuatan tablet parasetamol adalah granulasi basah. Konsentrasi karagenan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 5%, 10% dan 15% sehingga formula yang dibuat berjumlah 3 formula. Tablet yang dihasilkan dari tiap formula dievaluasi meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan tablet, friabilitas, friksibilitas, kapasitas swelling dan pengujian waktu hancur. Berdasarkan data yang didapat untuk pengujian keseragaman ukuran, keseragaman bobot dan kekerasan tablet memenuhi persyaratan yang ditentukan. Pengujian kapasitas swelling dari waktu ke waktu mengalami penurunan bobot tablet. Pada pengujian waktu hancur tablet yang hancur pada rentang waktu 4-28 menit. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui dari hasil penelitian pada F1, F2, dan F3 diketahui bahwa F3 memenuhi persyaratan waktu hancur tablet oral. Konsentrasi karagenan yang menghasilkan waktu hancur yang paling cepat dari hasil ekstrak KOH pH 9 dengan konsentrasi 15%.
DETERMINATION ANTIOXIDANT ACTIVITY, TOTAL PHENOLICS, FLAVONOIDS CONTENT, OF JUNGRAHAB LEAVES (Baeckea frutescens L.) Wahyu Priyo Legowo; Irma Erika Herawati; Lisna Dewi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.1082

Abstract

Medicinal plants are widely used to treat various diseases, and one of the reasons for this is the safety of medicinal plants. The active compounds in medicinal plants include phenolics and flavonoids, which are known to have antioxidant activity. Antioxidants play an essential role in the body's defense against various diseases because they prevent the negative effects of free radicals. Jungrahab (Baeckea frutescens L.) is a medicinal plant containing phenolics and flavonoids. This study aimed to determine the antioxidant activity of jungrahab leaf extracts using the 2, 2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method. The results showed the antioxidant activity of the extract, water fraction, ethyl acetate, and n-hexane of jungrahab leaves with IC50 values of 12.62, 61.74, 60.66, and 63.99 ppm, respectively. Meanwhile, jungrahab extract has a total phenolic content of 52.40 mg GAE (Gallic Acid Equivalent)/g and a flavonoid content of 56.72 mg QE (Quercetin Equivalent)/g. Jungrahab extract showed strongest antioxidant category compared to its fractions. Keywords: phenolics content, flavonoids content, antioxidant activity, DPPH, jungrahab
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI GEL HAND SANITIZER YANG MENGANDUNG MINYAK ATSIRI HERBA KEMANGI (Ocimum americanum L.) Legowo, Wahyu Priyo; Warya, Sohadi; Nurlitasari, Nitta
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.436 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i2.150

Abstract

Kemangi merupakan tumbuhan yang mudah dijumpai serta memiliki banyak manfaat. Kemangi jugadiketahui memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai antibakteri, sehingga dapatdimanfaatkan sebagai antiseptik herbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji minyak atsirikemangi dan diformulasikan menjadi sediaan gel hand sanitizer yang memiliki aktivitas antibakterimelalui pengujian menggunakan metode difusi. Minyak atsiri kemangi diformulasikan menjadi sediaangel menggunakan gelling agent Carbopol 990. Variasi kadar minyak atsiri kemangi yang diuji aktivitasantibakterinya sebesar 5; 7,5; dan 10%, dari ketiga kadar tersebut, kadar 7,5% paling efektif untukdigunakan dalam formulasi sediaan gel hand sanitizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyakatsiri kemangi dapat diformulasikan menjadi sediaan gel hand sanitizer yang memenuhi persyaratan;uji organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan sentrifugasi. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadapbakteri Escherichia coli menunjukkan zona hambat sebesar 6,6 mm dan pada Staphylococcus aureussebesar 5,2 mm. Kesimpulan dari penelitian ini minyak atsiri kemangi dapat diformulasikan menjadisediaan gel hand sanitizer yang memiliki aktivitas antibakteri.Kata Kunci: Minyak atsiri kemangi, gel hand sanitizer, antibakteri
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIKA PADATAN KARAGENAN DARI EUCHEUMA COTTONII HASIL EKSTRAKSI KOH pH 9 ASAL KABUPATEN BANGGAI SULAWESI TENGAH Legowo Wahyu Priyo; Ferdiansyah Rival
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1136

Abstract

Menurut data statistik Kementrian Kelautan dan Perikanan diketahui produksi rumput laut di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2016 didapatkan hasil sebanyak 11,6 juta ton. Hasil produksi rumput laut tersebut sebagian besar hanya digunakan dalam bentuk bahan baku mentah yang belum digunakan secara luas, disisi lain karagenan yang merupakan produk olahan dari rumput laut memiliki potensi dapat digunakan secara luas dalam bidang farmasi karena memiliki kemampuan yang khas. Karagenan merupakan polisakarida yang terkandung dalam beberapa rumput laut, salah satunya yaitu jenis Eucheuma cottonii. Karagenan dapat diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan larutan basa, seperti kalium hidroksida (KOH) yang merupakan pelarut jenis alkali dengan kategori aman dan mudah didapatkan sehingga lebih dapat diterapkan dalam pembuatan karagenan skala produksi pada industri kecil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik fisika karagenan dari Eucheuma Cottonii hasil ekstraksi sehingga diketahui gambaran fungsi dari suatu bahan yang selanjutnya dapat dikembangkan atau digunakan secara spesifik untuk kebutuhan bahan tambahan obat sediaan padat. Metode yang diterapkan dalam analisis karakarteristik fisika padatan yaitu true density, solid fraction (SF), tensile strength (TS), bonding index (BI), BFI, dan rasio swelling. Hasil yang diperoleh dari sifat fisika padatan karagenan antara lain true density sebesar 1,94 g/mL, SF sebesar 0,70, TS sebesar 0,0853 Mpa, BI sebesar 0,0169, BFI sebesar 0,2616, dan rasio swelling terjadi pada 10 menit pertama. Berdasarkan hasil penelitian dan data karakteristik fisika yang diperoleh didapatkan bahwa karagenan hasil ekstraksi alkali memiliki potensi dalam penggunaannya sebagai bahan tambahan obat yang lebih tepat dan spesifik khususnya untuk bahan tambahan obat bentuk padatan sediaan tablet.
Pemanfaatan Ampas Kopi sebagai Bahan Pembuatan Sabun Batang Organik Metode Cold Process untuk Meningkatkan Produktivitas Komunitas Pemuda Cimahi Mardiah, Irma; Putri, Yola Desnera; Ferdiansyah, Rival; Gustini, Sri; Legowo, Wahyu Priyo
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i2.324

Abstract

Kedai Cenghar Kopi Cimahi yang berjarak sekitar tiga belas kilometer dari kampus menghasilkan ampas kopi sebanyak 1000-1500 gram setiap harinya tanpa adanya proses daur ulang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bantuan berupa solusi bagi mitra dalam menghadapi permasalahan. Salah satu solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah dengan meningkatkan nilai jual ampas kopi menjadi produk sabun scrub ampas kopi menggunakan metode Cold Process. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan tentang pengertian sabun, regulasi produksi sabun, pelatihan pembuatan sabun dengan memanfaatkan ampas kopi menjadi salah satu bahan pembuatan sabun, pelatihan desain kemasan dan teknik pemasaran. Kegiatan ini dihadiri oleh komunitas pemuda cimahi yang antusias dalam mengikuti kegiatan dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pemuda cimahi.
Gambaran Kadar Glukosa Darah Sewaktu dan Tingkat Pengetahuan Penyakit Diabetes Melitus Masyarakat Desa Jingkang Kecamatan Tanjung Medar Kabupaten Sumedang Herawati, Irma Erika; Rusmana, Wempi Eka; Puspita, Falerina; Tristiyanti, Deby; Sari, Nia Kurnia; Fathurrahman, M. Hilmi; Fauzi, Novi Irwan; Ulfah, Maria; Pradana, Eky Septian; Legowo, Wahyu Priyo; Sundalian, Melvia
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20749

Abstract

Background: Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebut sebagai mother of illness, karena dapat menyebabkan komplikasi dalam tubuh. Pemeriksaan kadar glukosa darah merupakan langkah awal untuk mendeteksi diabetes. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah sewaktu dan tingkat pengetahuan penyakit diabetes melitus pada masyarakat Desa Jingkang Kecamatan Tanjung Medar Kabupaten Sumedang. Metode: Metode pengabdian meliputi pemberian materi penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, kadar glukosa sewaktu, dan pengisian kuesioner tingkat pengetahuan mengenai  diabetes melitus. Hasil: Dari kegiatan pengabdian ini didapatkan hasil bahwa penderita diabetes yang terdeteksi cukup rendah yaitu sebesar 6,52% atau sebanyak 3 orang dari 46 orang peserta yang mengikuti kegiatan. Tingkat pengetahuan masyarakat Desa Jingkang mengenai diabetes melitus juga baik, sejalan dengan rendahnya penderita diabetes yang terdeteksi. Kesimpulan: Masyarakat Desa Jingkang memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap penyakit diabetes melitus, hal ini sejalan dengan rendahnya tingkat penderita pasien diabetes yang terdeteksi pada kegiatan pengabdian ini. Adanya aktivitas fisik yang tinggi dan pemenuhan gizi yang seimbang dapat mengurangi kadar glukosa darah dan mengurangi resiko terjadinya penyakit diabetes melitus
Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Kronis Mengenai “Tanya Lima O” Sari , Nia Kurnia; Tristiyanti , Deby; Fauzi , Novi Irwan; Ulfah, Maria; Faturrahman, M. Hilmi; Risfayanti, Iffa; Rusmana, Wempi Eka; Sundalian, Melvia; Legowo, Wahyu Priyo; Pradana, Eky Septian; Herawati, Irma Erika
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.599

Abstract

Tanya lima O adalah salah satu materi edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema CerMat) yang terdiri dari lima pertanyaan yang harus ditanyakan atau dicari informasinya sebelum masyarakat menggunakan obat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa apoteker Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia adalah mengunjungi pasien-pasien kronis menggunakan metode home pharmacy care. Selain diberikan pelayanan home pharmacy care, pasien juga diberikan kuesioner mengenai Tanya lima O. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari kuesioner tingkat pengetahuan dan sikap pasien kronis mengenai “Tanya Lima O” pada pasien kronis di empat kelurahan di Kota Bandung: Kelurahan Batununggal, Kelurahan Bojongloa Kulon, Kelurahan Maleer, dan Kelurahan Mengger.  Analisis validitas menggunakan teknik Product Moment Pearson sementara uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Chronbach.  Hasil analisis menunjukkan validitas instrumen terhadap 10 item pertanyaan menunjukkan bahwa semua item pertanyaan valid dengan nilai korelasi lebih besar dari 0,361.  Sedangkan uji reliabilitas kuesioner meunjukkan nilai Alpha’s Cronbach >0,60 yaitu 0,774 untuk kuesioner bagian pengetahuan dan 0,776 untuk kuesioner bagian sikap sehingga instrumen dapat dinyatakan reliabel atau konsisten.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TENTANG BUSINESS MODEL CANVAS DALAM ANALISIS BISNIS Priyo Legowo, Wahyu; Revika Rachmaniar; Pupung Ismayadi; Yola Desnera Putri; Rival Ferdiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1779

Abstract

Limited knowledge of business design frameworks poses a challenge for vocational high school (SMK) graduates who plan to start their own businesses. This study aims to enhance the understanding of pharmacy vocational students regarding the Business Model Canvas (BMC) as a business analysis tool. The activity involved 62 students as respondents and employed questionnaires to measure their level of knowledge before and after the intervention. The program began with the delivery of materials on the fundamental concepts of BMC, covering key components such as value propositions, customer segments, and key activities. Subsequently, the students engaged in discussions and practical exercises to develop BMCs based on case studies relevant to the pharmaceutical field. The results indicated that, prior to the program, most students had limited understanding of the elements within the BMC. After the explanation and practice sessions, students demonstrated improved comprehension in creating structured and applicable BMC designs. This activity is expected to serve as an initial step in equipping pharmacy vocational students with essential business planning skills to support their preparedness for entrepreneurship in a competitive era.
FORMULASI ACNE PATCH ETIL p-METOKSISINAMAT SEBAGAI ANTI JERAWAT MENGGUNAKAN BOX-BEHNKEN DESIGN Salma Ruhaimatul Badari; Wahyu Priyo Legowo; Adang Firmansyah; Adit Andriyannto; Revika Rachmaniar
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/zsz7vd71

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang banyak dijumpai pada usia remaja hingga dewasa, dengan prevalensi 80–85% di Indonesia. Senyawa etil p-metoksisinamat (EPMS) yang diisolasi dari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, bakteri utama pemicu jerawat, dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 1,2%. Untuk meningkatkan efektivitas serta kenyamanan penggunaan, dikembangkan sediaan topikal inovatif berupa acne patch. Penelitian ini bertujuan menentukan formula optimum acne patch EPMS menggunakan Box–Behnken Design dengan tiga faktor, yaitu konsentrasi HPMC (3–6%), PVP (1–2%), dan durasi pengadukan (15–30 menit). Parameter respon yang dievaluasi meliputi ketebalan patch, daya lipat, dan daya lekat. Pembuatan sediaan dilakukan dengan melarutkan polimer dalam pelarut, kemudian dikeringkan hingga membentuk lembaran. Hasil optimasi menunjukkan formula optimum paling sesuai terdiri atas HPMC 3,213%, PVP 1,022%, dan waktu pengadukan 17,535 menit, dengan nilai desirabilitas 1,000. Evaluasi fisik menunjukkan ketebalan 0,2 ± 0 mm, daya lekat 810,667 ± 20,133 detik, daya lipat 207,333 ± 2,517 kali, pH 5,68 ± 0,168, serta kelembapan 29,4 ± 2,623%. Aktivitas antibakteri yang dihasilkan mencapai zona hambat 6,6 ± 0,736 mm, lebih besar dibandingkan EPMS tunggal. Temuan ini menegaskan bahwa acne patch yang dikembangkan memiliki karakteristik fisik yang baik dan aktivitas antibakteri yang efektif untuk aplikasi topikal, meskipun penyesuaian terhadap kadar kelembapan masih diperlukan untuk meningkatkan stabilitas sediaan.
Analisis Kualitas Komunikasi dan Pelaksanaan Kerjasama terhadap Kepuasan Mitra di Perguruan Tinggi Farmasi Pupu Fujriani Wasngadiredja; Wahyu Priyo Legowo
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202626985

Abstract

This study aims to analyze the influence of communication quality and collaboration implementation on partner satisfaction in Tridharma Perguruan Tinggi cooperation at Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI). The study employed a quantitative approach using a cross-sectional survey design. The population consisted of 54 domestic institutional partners actively involved in Tridharma collaboration activities in 2024, and all partners were included using a total sampling technique. Data were collected through a structured questionnaire using a five-point Likert scale and analyzed using validity testing, reliability testing, descriptive statistics, and multiple linear regression analysis. The results indicate that all research variables are categorized as very good, with mean scores above 4.50. Validity testing showed that all questionnaire items were valid, while reliability testing produced Cronbach’s Alpha values above 0.90, indicating excellent internal consistency. The regression analysis revealed that collaboration implementation significantly influences partner satisfaction (β = 0.543; p < 0.05), whereas communication quality has a positive but statistically insignificant effect (β = 0.220; p > 0.05). Simultaneously, communication quality and collaboration implementation significantly affect partner satisfaction. These findings demonstrate that the success of higher education partnerships is primarily determined by the quality of collaboration implementation, including professionalism, perceived benefits, and consistency with the Memorandum of Understanding (MoU). The study highlights the importance of implementation-based evaluation in strengthening sustainable institutional partnerships and improving the quality of Tridharma collaboration management in higher education institutions.