Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN PENTINGNYA K3 UNTUK SEKOLAH RAMAH ANAK DI SDIT ASY-SYAFII JAKARTA TIMUR Rafika Hani; Leila Mona Ganiem; Rona Fika Jamila; Maryam, Siti; Sundah, Edra Carissa
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.114

Abstract

Perwujudan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM). Kesadaran akan pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sekolah menjadi hal krusial dalam menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan K3 di SDIT Asy-Syafii, Jakarta Timur, melalui pelatihan manajemen risiko bagi guru dan staf, serta sosialisasi risiko dan pengenalan simbol-simbol K3 kepada siswa. Selain itu, buku panduan dan administrasi perlengkapan K3 disediakan untuk mendukung implementasi yang nyata di sekolah. Kegiatan ini melibatkan seluruh guru, staf, dan siswa dengan harapan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menjaga keselamatan, keamanan, dan kesehatan di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di sekolah secara signifikan.
KOLABORASI PERSONAL SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM PENCEGAHAN TINDAKAN BULLYING MELALUI EDUKASI KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL PADA REMAJA DI SMKN 49 JAKARTA Rafika Hani; Leila Mona Ganiem
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i1.7966

Abstract

Kasus perundungan semakin meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. Bullying menjadi salah satu bentuk aksi ikut-ikutan yang kerap terjadi di kalangan remaja, karena kurangnya pemahaman mengenai bullying itu sendiri. Mereka menganggap bahwa bullying hanya berupa bentuk candaan atau gurauan yang biasa terjadi. Ditambah tekanan dari teman sebaya juga berpengaruh terhadap keinginan seseorang untuk melakukan tindakan bullying. Tujuan kegiatan PkM ini untuk memberikan edukasi kepada peserta mengenai bentuk-bentuk bullying baik secara komunikasi verbal maupun non verbal. Melalui kolaborasi dengan konsep PSR, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepedualian dan lingkungan pertemanan yang positif dengan teman sebayanya. Peserta kegiatan ini adalah siswa/siswi SMKN 49 Jakarta.. Hasil kegiatan PkM ini yaitu mampu menjangkau sisi pengetahuan, keinginan dan rencana tindakan peserta dalam mencegah aksi bullying. Hal ini sebagai wujud PSR peserta dalam menjaga lingkungan pergaulan di sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penuh program pemerintah dalam menekan kasus bullying di kalangan remaja
VIRTUAL INTERACTION IN ONLINE ISLAMIC RECITATION Rafika Hani; Syerli Haryati
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 01 (2024): April
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v7i01.1368

Abstract

Covid 19 Pandemic restricts public sphere, and make a significant change in every sector of society life. Also in religious activity, include recitation activity for Moslem people. Since public restriction policy applied in Jakarta by the government, Majelis Taklim (MT) Tazkiyatun Nafs transform the recitation acktivity in to virtual sphere by using zoom application. The communication pattern also changes in to virtual interaction which meaning trough some process. The process consists of perception, role taking, and meaning of symbols in online recitation. This research uses qualitative approach with netnography method. The techniques of this research consist of file data, elicited data, dan field note. The results are perception process based on the interpretation of spiritual need and pandemic situation influence the action to participated in online recitation. The role taking reflected based on the participant interpretation in social structure. The meaning of symbols process influenced by role taking. For communicator the process occurred inside and outside virtual room, while for communicant the process occurred outside the virtual room.
Patients and Their Companion Perception about Disease and How to Communicate to Medical Practitioners Ganiem, Leila Mona; Komalawati, Euis; Pandjaitan, Rosmawati Hilderiah; Hani, Rafika
Jurnal Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v14i2.18616

Abstract

Understanding the patient's and companion's perception of the patient's illness can improve the patient's compliance and overall satisfaction. Patients' understanding of their illness is essential for recovery. Doctors should understand the perceptions and interpretations about the illness, experience, knowledge and culture of patients and their companions. The disease is what happens to the patient. Arthur Kleinman's Explanatory Model of Illness provides a guide for understanding the patient's point of view. The purpose of this study was to explore the meaning of stroke experienced by patients, according to the point of view of the patient and his companion, and the treatment they had, second, to explore how the patient and the companion convey the condition to the doctor. The method uses a phenomenological approach through interviews, observations, and secondary patient data. There are two primary informants, namely two patients and two companions. This study's results indicate a gap regarding the meaning of the disease between the patient's conception and the health sciences. Patients' and their companion's perceptions denote the economic, social, and political background in terms of the patient's illness. The information that patient and companion convey to doctors, usually do not whole information about what they have done during the journey of treatment. Models for interaction that are mainly developed are between doctor and patient. For effective communication between doctor and companion to help the patient better, there is an important model for consultation that includes triadic communication: doctor-patient-companion which can be advantageous. Important also for the doctor to upgrade the knowledge about understanding not only biomedical information but also the socio, psycho, cultural, and religion of the patient.
Pelatihan Komunikasi Asertif Pada Siswa SMKN Sebagai Wujud Personal Social Responsibility Dalam Mencegah Kenakalan Remaja Pada Teman Sebaya Rafika Hani; Leila Mona Ganiem
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i1.1289

Abstract

Abstract : Nowadays, Juvenile Delinquency often happened this time. It suspected by imitate behaviour action of peer friend. Teenagers were easy to infiltrated and influenced by many new things. With the weak self control can made them fall in to juvenile delinquency. This community service program were aimed to practiced and motivated the teenangers assertive communication skill as appreciation and responsibility for them self and others. The method used in this program were socialization and role play about the meaning of assertive as PSR implementation trough face to face activity. PSR help the teenagers to understand their role and responsibility for them self and social life. By embed the assertive behaviour, PSR can be appeared. The praticipants of this program were students form SMKN 49 Jakarta. The result of this community servive activity were created the participants knowledge in assertive communication skill as PSR implementation. This activity hoped can appeared the awareness and care of the teenagers social life. The other advantege was to supported government program in reducing the rate of juvenile court. It also to make the reponsible, strong character and independet generations. Abstrak : Kenakalan remaja yang kerap terjadi saat ini ,banyak ditenggarai karena aksi ikut-ikutan perilaku teman sebaya. Remaja yang mudah untuk disusupi dan dipengaruhi berbagai hal serta lemahnya kontrol diri membuat mereka mudah terjerumus ke dalam tindakan kenakalan remaja. Tujuan dari program pengabdian masyarakat adalah untuk melatih dan memotivasi remaja untuk berkomunikasi secara asertif sebagai bentuk penghargaan dan tanggung jawab terhadap diri dan orang lain. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan role play tentang makna asertif sebagai wujud PSR dalam bentuk tatap muka. PSR membantu remaja untuk dapat memahami peran dan tanggung jawabnya terhadap diri dan lingkungan sosialnya. Melalui penanaman sikap asertif, PSR akan lebih mudah diwujudkan. Peserta kegiatan ini adalah siswa/i SMKN 49 Jakarta. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah terciptanya pengetahuan peserta dalam berkomunikasi asertif sebagai bentuk PSR. Kegiatan ini diharapakan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian remaja terhadap dunia pergaulannya. Manfaat lainnya untuk mendukung program pemerintah dalam menekan angka anak yang berhadapan dengan hukum serta menciptakan generasi yang bertanggung jawab, berkarakter kuat dan mandiri.