Tantri Suryandani
Apotek K24 Kiaracondong Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Apotek Sebagai Tempat Pelayanan Informasi Obat Berdasarkan Persepsi Konsumen di Apotek K-24 Kiaracondong Bandung Eva Pahlani; Tantri Suryandani; Ridhwan Fadhlurrohman
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.847 KB) | DOI: 10.58550/jka.v8i1.130

Abstract

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian. Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu apa persepsi konsumen apotek terhadap layanan informasi obat, informasi seperti apa yang dibutuhkan konsumen apotek, dan untuk mengetahui evaluasi konsumen terhadap peran apotek sebagai tempat pelayanan informasi obat dengan membandingkan harapan konsumen dengan kepuasan konsumen terhadap apotek. Penelitian ini termasuk dalam metode penelitian langsung, sampel konsumen apotek ditentukan dengan metode accidental sampling, dan jumlah sampel ada 98 responden yang telah ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis data yang dilakukan meliputi distribusi frekuensi, analisis tingkat kesesuaian dengan skala likert dan diagram kartesius untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen. Analisis data dibantu menggunakan program aplikasi SPSS versi 26.00. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan tingkat keamanan penggunaan obat diperoleh hasil rata-rata 3,20 yang termasuk kategori cukup tinggi, pengetahuan tingkat kesadaran konsumen tentang pentingnya informasi obat didapatkan hasil rata-rata 2,94 dengan kategori cukup tinggi, peran apoteker dalam pelayanan informasi obat didapatkan hasil rata-rata 3,16 termasuk kategori cukup tinggi, mengenai adanya media pelayanan informasi obat sudah cukup tinggi dengan hasil rata-rata 3,06, skor rata-rata informasi obat yang dibutuhkan oleh konsumen yaitu 3,41 termasuk kategori sangat tinggi, dan apresiasi konsumen dalam pelayanan informasi obat masih sedang dengan rata-rata 2,40. hasil persentase tingkat kesesuaian antara harapan dan kepuasan konsumen berkisar di antara 78,08% - 88,52%.
Sarana Dan Prasarana Terhadap Pelayanan Informasi Obat (PIO) Terkait Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Apotek K-24 Kiaracondong Bandung Eva Pahlani; Tantri Suryandani; Ayunda Widiarti
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.194

Abstract

ABSTRAK Gambaran Sarana Dan Prasarana Terhadap Pelayanan Informasi Obat (PIO) Terkait Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Di Apotek K-24 Kiaracondong Bandung. Tujuan penelitian untuk mengetahui ketersediaan sarana prasarana Apotek terhadap Pelayanan Informasi Obat (PIO) terkait pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Metode penelitian dilakukan dengan cara observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional dan pendekatan secara kuantitatif. Subjek penelitian yaitu pengunjung, SPG, petugas, TTK, dan Apoteker yang bekerja di Apotek K-24 Kiaracondong Bandung. Teknik pengambilan sampel secara non random sampling menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan distribusi data ditampilkan berdasarkan presentase dari hasil kuesioner. Hasil penelitian diperoleh 5 (55,55%) sarana dan prasarana yang tersedia, dan 4 (44,44%) yang belum tersedia. Total nilai kuesioner sebesar 4,01 (401%) atau dengan jumlah rata-rata 0,80 (80%) yang diperoleh dari 75 responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sarana dan prasarana yang disediakan apotek K-24 Kiaracondong Bandung belum lengkap, dan gambaran protokol kesehatan memiliki kategori baik. Saran untuk apotek K-24 Kiaracondong Bandung untuk melengkapi fasilitas protokol kesehatan serta alat komunikasi yang mendukung.