Wahyu Seno Jatmiko
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Kriminologi Upaya Penanggulangan Kejahatan Penyeludupan Benur (Bibit Lobster) Melalui Jalur perairan oleh Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur Wahyu Seno Jatmiko; Ferdricka Nggeboe; Sarbaini Sarbaini
Legalitas: Jurnal Hukum Vol 14, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/legalitas.v14i2.377

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang dipisahkan oleh perairan-perairan dangkal maupun perairan-perairan dalam (selat, laut territorial dan laut lepas), yang mana wilayah perairan Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya hayatinya, dan inilah yang menjadi ciri negara maritim yang dimiliki Indonesia. Disamping itu, Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang dua pertiga wilayahnya adalah perairan laut yang terdiri atas laut pesisir, laut lepas, teluk, dan selat memiliki panjang pantai 95.181 km, dengan luas perairan 5,8 juta km2, kaya akan sumber daya laut dan ikan. Spesifikasi penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitis, memberikan gambaran yang jelas tentang permasalahan materi yang diteliti yaitu Kajian Kriminologi Terhadap Kejahatan Penyeludupan Benur (Bibit Lobster) Melalui Jalur Perairan Oleh Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur. Tipe penelitian Yuridis Empiris melihat Kajian Kriminologis Terhadap Kejahatan Penyeludupan Benur (Bibit Lobster) Melalui Jalur Perairan Oleh Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur. Dengan strategisnya wilayah perairan Tanjung Jabung Timur berdekatan dengan perairan daerah dan negara negara tetangga lainya maka potensi peluang kejahatan khususnya penyeludupan benur (Bibit Lobster) sangat mungkin terjadi. benur (Bibit Lobster) sendiri merupakan salah satu komoditi unggulan yang bernilai ekonomis tinggi, sehingga menjadi salah satu target tangkapan para nelayan.
Rekonstruksi Ijtihad Progresif Abdullah Saeed: Dialektika Teks, Konteks, dan Perubahan dalam Hukum Islam Kontemporer Wahyu Seno Jatmiko; Moh. Chairul Umam; Ferdiansyah Ferdiansyah; Mayrani Tri Dora; Bahrul Ulum; Pauzi Muhammad
Jurnal Hukum dan Sosial Politik Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus Jurnal Hukum dan Sosial Politik
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jhsp-widyakarya.v4i3.6645

Abstract

This study examines the concept of Progressive Islam and Progressive Ijtihad through an analysis of Abdullah Saeed’s thought as a contemporary Muslim scholar. The main problem addressed in this research is how Islamic teachings can be interpreted contextually to respond to modern challenges while remaining faithful to the core values of the Qur’an. The purpose of this study is to explore Saeed’s framework of progressive ijtihad and its relevance for developing a dynamic and contextual understanding of Islam. This research employs a qualitative library research method, using primary sources from Abdullah Saeed’s works and secondary sources from relevant scholarly literature. The findings indicate that Abdullah Saeed proposes a contextualist approach to Islamic interpretation that emphasizes ethical values, human rights, and social justice, while considering historical context and contemporary realities. Progressive ijtihad, as conceptualized by Saeed, offers an alternative paradigm for Islamic thought that bridges traditional Islamic scholarship and modern societal needs. This approach contributes significantly to the development of Islamic studies by promoting flexibility, inclusivity, and relevance in interpreting Islamic teachings in the modern era.