Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Cara Penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) Bersama (KWT) dan (PKK) di Desa Karya Maju A1 Nugroho Notosutanto Arhon Dhony; Dea Husnul Khotimah; Alvini Agustin; Novi Lesiana; Vira Rafelinda; Bayu Irawan
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i1.90

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are plants that are used to describe maintenance and cultivation reports that are used as treatment. The training was carried out in Karya Maju A1 Village, which is a village in Keluang District, Musi Banyuasin Regency, whose main livelihoods are gardening and farming. TOGA is a herbal plant for medicines, for example, lime, turmeric, betel, brotowali and others. other. Therefore, holding training on how to plant family medicinal plants (TOGA), carried out and directed by Students of the PGRI Palembang University Real Work Lecture (KKN) to improve the skills and creativity of the Karya Maju A1 village community, Members of the Women Farmers Group (KWT), members (PKK). The method used is how to cultivate family medicinal plants using lecture, discussion, and question and answer methods. The aim of this training is to find out how the Training on How to Grow Medicinal Plants in the Family (TOGA) is carried out.
Pelatihan Cara Penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) Bersama (KWT) dan (PKK) di Desa Karya Maju A1 Nugroho Notosutanto Arhon Dhony; Dea Husnul Khotimah; Alvini Agustin; Novi Lesiana; Vira Rafelinda; Bayu Irawan
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i1.90

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are plants that are used to describe maintenance and cultivation reports that are used as treatment. The training was carried out in Karya Maju A1 Village, which is a village in Keluang District, Musi Banyuasin Regency, whose main livelihoods are gardening and farming. TOGA is a herbal plant for medicines, for example, lime, turmeric, betel, brotowali and others. other. Therefore, holding training on how to plant family medicinal plants (TOGA), carried out and directed by Students of the PGRI Palembang University Real Work Lecture (KKN) to improve the skills and creativity of the Karya Maju A1 village community, Members of the Women Farmers Group (KWT), members (PKK). The method used is how to cultivate family medicinal plants using lecture, discussion, and question and answer methods. The aim of this training is to find out how the Training on How to Grow Medicinal Plants in the Family (TOGA) is carried out.
Analisis Kemacetan Lalu Lintas KM 18-KM 20 Kabupaten Banyuasin (Palembang-Jambi) dengan Penerapan Manajemen Sistem Transportasi Amiwarti Amiwarti; Syahril Alzahri; Bayu Irawan
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 28 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v28i1.103

Abstract

Ruas jalan yang berlokasi di KM 18 Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terdapat simpang tiga yang dalam keadaan jalan rusak. Banyaknya truk dengan angkutan batu bara menyebabkan kemacetan dan antrian panjang kendaraan lain. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lalu-lintas di lokasi tersebut (kapasitas, derajat kejenuhan) dan strategi manajemen lalu lintas. Metode yang digunakan adalah melakukan survey volume lalu-lintas, menghitung kapasitas jalan dan menganalisi strategi manajemen lalu-lintas. Hasil penelitian menunjukkan arus lalu-lintas maksimum 1147 smp/jam, kapasitas jalan 2195 smp/jam, hambatan samping berkategori ”sedang”, dan derajat kejenuhan 0,53. Ada tiga strategi dalam manajemen lalu lintas yang dapat diterapkan yaitu: pertama, manajemen kapasitas bertujuan untuk menekan kapasitas yang tinggi; kedua, manajemen prioritas bertujuan untuk memprioritaskan jalur kendaraan dan pemisahan tipe kendaraan, dan ketiga, manajemen permintaan bertujuan untuk kelengkapan rambu-rambu lalu lintas.