Rivatul Mahmudah
Universitas Islam Nusantara Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Melalui Program Tatanen di Bale Atikan Kabupaten Purwakarta Nana Ismelani; Rivatul Mahmudah; Okke Rosmaladewi
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.196

Abstract

Kurikulum Merdeka membentuk Profil Pelajar Pancasila untuk mendukung mutu Pendidikan di Indonesia terkait pada penanaman karakter peserta didik yang sejalan dengan program Pendidikan di Kabupaten Purwakarta yaitu Tatanen di Bale Atikan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji, menganalisis implementasi kurikulum merdeka dalam mewujudkan profil Pancasila melalui program Tatanen di Bale Atikan (TdBA) dan apa saja hambatan dari implementasi kurikulum merdeka dalam mewujudkan profil Pancasila melalui program Tatanen di Bale Atikan (TdBA). Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. pengambilan data dengan wawancara dan studi Pustaka. Hasil penelitian Implementasi Program Tatanen di Bale Atikan dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Pada masing-masing sekolah sudah berjalan dengan baik sesuai dengan panduan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, program ini mendukung pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka karena memiliki kesamaan secara konsep yaitu pembelajaran berbasis proyek. Hambatan dalam implementasi kurikulum merdeka dalam mewujudkan profil Pancasila melalui program Tatanen di Bale Atikan (TDBA) adalah waktu, perbedaan kondisi sekolah dan pemahaman guru sebagai pelaksana lapangan.
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN KOMPUTER DI BALAI LATIHAN KERJA (BLK) KOMUNITAS PONPES YPI ANNUR GARUT Ayi Najmul Hidayat; Cucu Amirah; Rivatul Mahmudah
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i1.973

Abstract

. Evaluasi program yang dilaksanakan baik di lembaga formal maupun nonformal bertujuan untuk memberikan masukan, kajian, dan pertimbangan dalam menentukan apakah program tersebut layak untuk diteruskan atau tidak. Namun pada kenyataannya, karena keterbatasan waktu pada pelaksanaan program di lembaga pelatihan dan kursus, evaluasi program dilakukan tanpa benar-benar objektif. Artinya, ketika sudah melakukan penilaian, dianggap sudah melakukan evaluasi. Padahal penilaian cenderung hanya melihat nilai, sedangkan evaluasi program lebih ke pertimbangan hasil yang bermutu, contohnya keterampilan yang benar-benar dimiliki oleh siswa. Jadi, evaluasi program sangat penting dilaksanakan agar lulusan lembaga pelatihan dan kursus bisa lulus dengan nilai baik dan disertai keterampilan yang mumpuni, sehingga tidak gagap ketika terjun di dunia kerja. Sebagaimana misalnya terkait salah satu evaluasi program pelatihan di BLK Komunitas Pondok Pesantren YPI Annur yakni mengenai pelatihan komputer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan datanya terdiri dari observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah bahwa bahan materi belajar komputer telah dirancang dan disusun berdasarkan dengan kebutuhan belajar masyarakat dan kebutuhan dunia kerja terutama dalam bidang per komputeran. Berdasarkan evaluasi produk, program pelatihan komputer dapat dikatakan sudah baik, dibuktikan dengan adanya peningkatan kualitas yang sudah didapatkan oleh peserta didik dan persentase kelulusan peserta didik adalah 100%. Hasil evaluasi program pelatihan komputer di BLK Komunitas Ponpes YPI Annur Garut adalah bahwa program pelatihan komputer dapat dilanjutkan dengan lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas program pelatihan dan kualitas fasilitas ruangan program pelatihan komputer. Hal tersebut guna menghasilkan kualitas serta kuantitas lulusan yang benar-benar memiliki kompetensi dan profesional dibidang komputer. Kata kunci: