Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisa Tekno-Ekonomi Terkait Perancangan 5G New Radio di Pegunungan Bintang Papua Diah Ayu Nurfadillah, Elsa; Shofi Akbar, Fannush; Ayu Faradila Purnama, Arrizky
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerataan jaringan 5G diperlukan untuk pemerataan ekonomi di Indonesia. Perancangan SG yang dilakukan menggunakan teknik coverage dan capacity. Dari perhitungan dan simulkasi perancangan teknik coverage didapatkan hasil 220 gNodeB dan 5 backhaul. Oleh karena itu,, dalam analisis kelayakan ekonomi teknik capacity lebih menguntungkan dibandingkan teknik coverage. Berdasarkan struktur biaya teknik capacity terdapat perhitungan Capital Expendicture (CAPEX) dengan investasi awal Rp 89.552.860.011,00, biaya Operational Expendicture (OPEX) selama 5 tahun, dan Revenue berdasarkan ARPU serta market user. Pada analisis secara ekonomi menghasilkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 70.519.539.083,50, nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 44%, nilai Payback Periode (PP) modal kembali dalam 3,19 tahun, nilai Profitability Index (PI) sebesar 1,30, nilai Return On Investment (ROI) positif dan nilai Accounting Rate Of Return (ARR) 33%. Kata Kunci — Tekno-Ekonomi, 5G NR (New Radio), IRR, NPV
ANALISIS KONEKTIVITAS PADA KOMUNIKASI PERANGKAT KOMUNIKASI DARURAT UNTUK PENDAKI GUNUNG BERBASIS IOT DAN LORA Hidayat; Shofi Akbar, Fannush; Rachmaningrum, Nilla
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konektivitas pada sistem komunikasi perangkat darurat untuk pendaki gunung berbasis Internet of Things (IoT) dan teknologi LoRa. Fokus utama adalah menentukan performansi terbaik teknologi LoRa berdasarkan parameter Spreading Factor (SF) dan Coding Rate (CR), yang memengaruhi pengukuran Received Signal Strength Indicator (RSSI) dan packet loss di pegunungan. Penelitian membandingkan kinerja konektivitas LoRa dalam kondisi Line of Sight (LOS) dan Non-Line of Sight (NLOS) pada perangkat komunikasi darurat. Alat yang digunakan adalah LoRa Breakout V2 yang terhubung dengan ESP32 untuk komunikasi point-to-point. Hasil menunjukkan bahwa dalam kondisi LOS, jarak komunikasi mencapai 100 meter hingga 1 kilometer, sedangkan dalam kondisi NLOS berkisar antara 100 meter hingga 500 meter. Implementasi alat menggunakan modul LoRa Breakout V2 dengan ESP32 berhasil, mencapai jarak 100 meter hingga 1 km di LOS dan NLOS. Konfigurasi terbaik di LOS adalah SF 7 dengan CR 4/8 dengan rata-rata RSSI -103 dBm, sementara di NLOS, SF 10 dengan CR 4/6 menghasilkan RSSI -101 dBm. Hambatan seperti pohon dan cuaca memengaruhi transmisi sinyal, tetapi alat ini menunjukkan performa yang memadai dalam berbagai kondisi. Kata kunci— Konektivitas, Lora, Received Signal Strength Indicator (RSSI), Packet Loss.
Perancangan Jaringan Backbocne di Daerah Pegunungan Bintang Papua Ardi Nugraha, Nicholas; Shofi Akbar, Fannush; Ayu Faradila Purnama, Arrizky
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menghasilkan perbandingan dari data hasil perancangan simulasi optisystem yang dilakukan serta perhitungan manual yang telah di lakukan. Perancangan sistem yang dilakukan menggunakan jarak transmisi berkisar antara 65,62 km hingga 87,05 km. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai power link budget berkisar antara -23,024 dBm hingga -27,31 dBm dan simulasi berkisar antara -14,641 dBm hingga -18,927 dBm, nilai ini masih sesuai standar diatas -28 dBm. Nilai rise time budget yang di dapatkan yaitu berkisar antara 19 ps hingga 21 ps, nilai yang di dapatkan mengindikasikan kinerja sistem tidak akan terganggu karena tidak lebih dari 70 ps. Sehingga, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil dari kinerja jaringan yang dirancang bekerja dengan sangat baik. Kata kunci— backhaul, gNodeB, serat optik, STM-4, Backhaul
Rancang Bangun Voltage Multiplier Pada Perangkat RF Energi Harvesting Untuk Meningkatkan Tegangan Luaran Wisnu Wibowo, Raynaldi; Shofi Akbar, Fannush; Yanuar Hariyawan, Mohammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi energi terbarukan semakin berkembang pesat, termasuk dalam hal energi harvesting menggunakan gelombang radio frekuensi (RF). Salah satu tantangan utama dalam pemanfaatan energi RF adalah memastikan tegangan keluaran yang memadai untuk digunakan dalam aplikasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah voltage multiplier pada perangkat RF energi harvesting guna meningkatkan tegangan keluaran. Voltage multiplier merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan tegangan dari sumber energi yang rendah. Pada penelitian ini, telah di rancang dan diuji voltage multiplier dengan spesifikasi komponen menggunakan dioda SR10200 dan kapasitor. sedangkan spesifikasi frequensi 100uF frequensi 25 MHz, 50 MHz, 80 MHz dan arus 100mV,500 mV,1V,2V. Implementasi dilakukan menggunakan function Generator dengan hasil pengujian alat menunjukan kualitas yang baik pada frequensi 100MHz input 100mV sedangkan untuk input yang lain hasilnya tidak menunjukan kualitas yang baik. Kata Kunci: Voltage Multiplier, Perangkat RF, Energy Harvesting, Tegangan Keluaran.
Analisis Kinerja FMIPv6 Pada Kondisi Handover Jaringan Bergerak Aviel Manuputty, Christine; Shofi Akbar, Fannush; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Mobile IPv6 (MIPv6) memungkinkan perangkat bergerak tetap terhubung ke internet saat berpindah jaringan, namun sering mengalami delay dan packet loss selama handover. Fast Mobile IPv6 (FMIPv6) hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi proses handover. Penelitian ini menganalisis kinerja FMIPv6 dibandingkan MIPv6 pada kondisi jaringan bergerak dengan tingkat mobilitas dan kepadatan pengguna yang tinggi. Simulasi menggunakan OMNeT++ menunjukkan bahwa FMIPv6 memiliki performa lebih baik, dengan packet loss 0.70% dan throughput 1.624 Mbps pada skenario ekstrem, dibandingkan MIPv6 yang mencatat packet loss 6.43% dan throughput 1.209 Mbps. Delay kedua protokol tercatat sama, yaitu 370 ms. Hasil ini menunjukkan bahwa FMIPv6 lebih andal dalam menjaga kualitas layanan saat handover. Kata kunci— FMIPv6, jaringan bergerak, handover, delay, packet loss, throughput.
Analisis Kinerja HMIPv6 Pada Handover Jaringan Bergerak Menggunakan Simulasi Omnet++ Tamima Fauziah, Jihan; Shofi Akbar, Fannush; Briantoro, Hendy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Kebutuhan yang semakin meningkat akan koneksi internet yang stabil dalam situasi mobilitas tinggi mendorong penciptaan protokol jaringan yang lebih efisien. Mobile IPv6 (MIPv6) dan Hierarchical Mobile IPv6 (HMIPv6) adalah dua protokol yang dirancang untuk mendukung pergerakan perangkat dalam jaringan IP. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja kedua protokol tersebut dalam proses handover pada jaringan bergerak dengan skenario 1 dan 10 Mobile Node (MN). Simulasi dilakukan menggunakan OMNeT++ dengan INET Framework, dan parameter yang diamati meliputi kehilangan paket, keterlambatan, serta throughput. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan jumlah MN secara signifikan meningkatkan kehilangan paket pada kedua protokol. Dalam skenario 1 MN, HMIPv6 mencatat kehilangan paket sebesar 5,60% dibandingkan dengan MIPv6 yang mencapai 17,10%. Namun, pada skenario 10 MN, keduanya mengalami penurunan kinerja yang signifikan dengan kehilangan paket lebih dari 81%. Meskipun MIPv6 sedikit lebih baik dalam throughput, HMIPv6 memiliki keuntungan arsitektural dengan kemampuan pengelolaan handover lokal melalui Mobility Anchor Point (MAP). Ini menjadikan HMIPv6 lebih efisien dalam menghadapi skenario mobilitas yang tinggi dan jaringan yang padat. Kata kunci— hmipv6, mipv6, handover, jaringan bergerak, omnet++
Perancangan Antena Mikrostrip Dengan SRR Pada Frekuensi 900 MHz dan 1800 MHz Untuk Penerapan RF Energy Harvesting Pada IoT Richard Gere Kopa , Berchmans; Shofi Akbar, Fannush; Yanuar Hariyawan, Mohammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penelitian ini membahas desain dan analisis antena mikrostrip dual-band yang digunakan untuk menerima sinyal radio frekuensi (RF) dalam mendukung sistem RF energy harvesting pada perangkat IoT. Meningkatnya jumlah perangkat IoT dan keterbatasan dalam penggantian baterai mendorong pengembangan solusi pengisian daya alternatif. Antena yang dirancang memanfaatkan struktur Split Ring Resonator (SRR) untuk menghasilkan karakteristik dual-band pada frekuensi 900 MHz dan 1800 MHz. Proses perancangan dilakukan melalui simulasi menggunakan perangkat lunak CST Studio Suite 2019 serta pengujian eksperimental. Hasil simulasi menunjukkan antena mampu beresonansi pada frekuensi 902 MHz dan 1806 MHz dengan nilai return loss masing masing sebesar –27,52 dB dan –24,24 dB. Sementara itu, hasil pengukuran menunjukkan nilai –19,47 dB dan 18,25 dB. Bandwidth yang diperoleh sebesar 36 MHz untuk 900 MHz dan 75 MHz untuk 1800 MHz. Dengan kinerja tersebut, antena ini berpotensi diterapkan pada berbagai aplikasi IoT, seperti pemantauan lingkungan, manajemen energi, dan sistem kesehatan nirkabel. Kata kunci— (Desain antenna, antenna microstrip, SRR, dan IoT)
Perancangan Antena Mikrostrip Dual-Band Menggunakan Metode S-Shaped Pada Frekuensi 1.8 dan 2.1 GHz Untuk RF Energi Harvesting Novita; Shofi Akbar, Fannush; Rachmaningrum, Nilla
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Penelitian ini membahas perancangan dan realisasi antena microstrip dual band pada frekuensi 1.8 GHz dan 2.1 GHz yang ditujukan untuk Sistem RF Energy Harvesting. Dari sinyal penyedia layanan seluler. Frekuensi 1.8 GHz dan 2,1 merupakan frekuensi utama yang digunakan operator seluler di Indonesia seperti Telkomsel, Indosar, dan XL Axianta untuk layanana 4G LTE. Pemilihan Frekuensi seluler juga didasari oleh tingginya ketersediaan sinyal di lingkukangan perkotaan maupun perumahan, sehingga berpotensi menghasilkan daya RF yang lebih tinggi untuk dipanen dan di konversi menjadi energi Listrik. Antena dirancang menggunakan metode pencatuan koaksial (coaxcial feed) dan dimodifikasi dengan slot membentuk S (S-shaped) pada patch untuk menciptakan resonansi tambahan, sehingga dapat beroperasi pada frekuensi kerja (dual-band). Simulasi dilakukan menggunakan perangkat luna CST Studio Siute 2019 dan memperoleh nilai Return Loss pada kedua frekuensi 16.5314 dan 16.1589 dengan nilai VSWR 1.350 dan 1.322 dengan bandwidth 2% dan 1.523% dan polarisasi linear. Hasil optimasi simulasi kemudian difabrikasi dan diuji menggunakan Vector Network Analyzer (VNA) untuk mengevaluasi performa fisik antena dengan perolehan hasil pengukuran Return Loss pada kedua frekuensi -17.9084 dan 11.8406 dengan nilai VSWR 1.2915 dan 1.6875 dengan persentase bandwidth 3.036% dan 0.952%. Perbedaan antena hasil simulasi dan pengukuran di analisis berdasarkan faktor ketidak sempurnaan fabrikasi. Variasi substrat, dan pengaruh system pencatuan, sehingga antena ini dapat digunakan sebagai antena penerima pada system RF Energy Harvesting untuk memanen energi dari sinyal komunikasi seluler yang tersebar luas di lingkungan sekitar. Kata kunci— Antena Microstrip, Dual-band Frekuensi, RF Energy Harvesting, S-shaped, S Parameter, Bandwidth, Return Loss.
Perancangan Antena Mikrostrip Rectangular Patch Array 2X4 Dengan Truncated Corner Hadi Husodo, Wahyu; Shofi Akbar, Fannush; Muhsin
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) merupakan teknologi pengawasan lalu lintas udara modern yang bekerja secara real-time dengan memanfaatkan sinyal dari sistem navigasi satelit (GNSS) untuk mendeteksi posisi dan kecepatan pesawat. Dalam sistem ini, antena memiliki peran penting dalam menerima sinyal ADS-B pada frekuensi 1090 MHz. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan antena mikrostrip rectangular patch array 2×4 dengan metode truncated corner, yang diintegrasikan ke dalam sistem receiver ADS-B berbasis Software-Defined Radio (SDR). Antena dirancang menggunakan substrat FR4 Epoxy dan metode pencatuan probe koaksial, dengan target performa berupa polarisasi circular, return loss < –10 dB, VSWR < 2, bandwidth minimal 20 MHz, gain ≥ 3 dBi, dan impedansi 50 ohm. Hasil simulasi menggunakan CST Studio Suite 2019 menunjukkan bahwa desain antena berhasil mencapai axial ratio 1,5107575, return loss -12,270123 dB, VSWR 1,15, dan bandwidth 30,5 MHz. Setelah direalisasikan, antena diuji menggunakan NanoVNA dan metode pengukuran pola radiasi dengan horn antena. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa antena bekerja pada frekuensi 1090 MHz, dengan return loss 13,10 dB, VSWR 1,847, bandwidth 30 MHz, serta pola radiasi omnidireksional dan polarisasi circular/elips dengan gain sebesar 6,76 dBi (co-polar) dan 2,88 dBi (cross-polar). Dengan demikian, antena ini memenuhi spesifikasi teknis dan layak digunakan pada sistem receiver ADS-B berbasis SDR. Kata kunci— ADS-B, Antena Mikrostrip, Truncated corner, SDR, 1090 Mhz
Perancangan Sistem Receiver ADS-B Berbasis SDR Menggunakan Teknologi Mikrostrip Dengan Frekuensi 1090 MHz Widyadhana Putra, Arka; Shofi Akbar, Fannush; Muhsin
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) merupakan teknologi surveilans modern yang digunakan dalam dunia penerbangan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kesadaran situasional. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan data navigasi dari pesawat, seperti posisi, kecepatan, dan ketinggian, yang diperoleh melalui GPS. Salah satu komponen utama dalam sistem ADS-B adalah antena, yang memiliki peran penting dalam transmisi dan penerimaan sinyal. Didalam antena terdapat filter yang berfungsi sebagai penyaring sinyal dan dapat meningkatkan kinerja sistem ADS-B. Filter mikrostrip dipilih karena sifatnya ringan, ukuran yang kompak dan ekonomis, menjadikannya ideal untuk aplikasi penerbangan khususnya seperti aplikasi ADS-B. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah bandpass filter sederhana yang mampu beroperasi secara efektif pada rentang frekuensi 1.080-1.100 MHz. Filter dirancang pada frekuensi tengah 1.090 MHz dengan menggunakan substrat FR-4. Parameter seperti VSWR, bandwidth, S-parameter, return loss, dan insertion loss akan dioptimasikan melalui simulasi menggunakan software CST Studio Suite 2019. Hasil desain filter menghasilkan performa optimal yang terintegrasi dengan antena sebagai sistem penerima ADS-B. Namun, pada realisasinya terjadi pergeseran frekuensi kerja dari 1.090 MHz ke 890 MHz atau sebanyak −18,35%. Kata kunci— ADS-B, filter hairpin, antena mikrostrip, GPS